PRIDE HOMESCHOOLING

Jl.Markisa Blok A no. 11 Cinere Depok (021)754-555-8

PRIDE HOMESCHOOLING

Dengan mencari dan Berspekulasi maka kita akan belajar dan mendapatkan hal-hal yang baru

PRIDE HOMESCHOOLING

Jadikan buku adalah sahabat karibmu karena ia akan membimbingmu kearah kebaikan.

PRIDE HOMESCHOOLING

Pengetahuan akan membawa kita kepada kesempatan untuk membuat perbedaan

PRIDE HOMESCHOOLING

Menuliskan impian dan cita2mu secara tertulis terbukti membantu kamu untuk bisa mewujudkannya. So write down your dreams. Now!!!.

contact

foxyform

Senin, 18 September 2017

Dear Moms,inilah hal positif yang bisa dilakukan saat menunggu anak pulang sekolah

Hal yang bisa dilakukan saat menunggu anak pulang sekolah

Dear moms,yuk coba 10 usaha atau aktivitas produktif yang bisa dilakukan sambil menunggu anak pulang dari sekolah.
1. Laundry Rumahan
Bisnis laundry cukup cocok untuk mengisi waktu, antara pagi hingga siang hari hingga anak pulang dari sekolahnya. Lumayan, lho. Modalnya kecil dan bisa dilakukan di rumah.
2. Katering, warung makan, dan sejenisnya
Usaha di bidang makanan tak akan pernah mati. Siapa, sih yang tahan nggak makan sebulan penuh? Waktu untuk menjalankan pekerjaan ini juga cukup fleksibel. Bisnis katering bisa dilakukan ketika ada pesanan datang, sedangkan warung makan bisa kamu tutup sewaktu-waktu.
3. Penjahit
Yup, kerjaan ini tak terasa akan memakan waktumu. Menjahit butuh waktu senggang, tapi bisa juga dikerjakan sewaktu-waktu. Banyak, lho orang membuat pakaian, selimut, boneka atau apapun secara custom. Pas waktunya anak pulang sekolah, kita bisa tinggalin sebentar kerjaan menjahit kita untuk menemaninya makan siang.
4. Mengelola blog atau website
Apakah kamu sering online ketika mengisi waktu luang? Jadilah blogger atau mengelola website pribadi. Terus, dapat uang dari mana? Tenang saja, belajarlah Google Adsense ataupun sejenisnya. Sistem pay per click akan menambah pundi-pundi rupiahmu. Waktunya juga fleksibel.
5. Freelance
Freelance menjadi pekerjaan yang banyak diminati. Biasanya freelance meliputi penulis, translator, programmer, dan lain sebagainya. Freelance biasanya lebih fleksibel dan tak terlalu terikat seperti pada pegawai tetap.
6. Menjaga toko atau warung
Nah, pekerjaan satu ini hanya menugaskanmu untuk duduk, mengecek barang jualan, dan melayani pembeli. Mintalah pada bosmu untuk ditempatkan di antara jam sekolah anak. Selesai bekerja, langsung bisa jemput si anak.
7. Fotografer
Momen bagus langsung ‘cekrek’, tempat bagus langsung ‘cekrek’, begitu terus kalau waktumu sangat senggang. Fotografer lepas bisa jadi sesuatu yang mengasyikkan untukmu sambil menunggu anak pulang sekolah. Selama beberapa jam, kamu bisa menghabiskan waktumu di suatu tempat dan mengambil gambar. Hasil terbaiknya bisa kamu kirim ke surat kabar atau media online.
8. Reseller Online
Menjadi reseller berarti menjual kembali barang milik orang lain. Modal bisa menyesuaikan, waktunya juga fleksibel, apalagi dapat dilakukan secara online. Cukup promo-promo di media sosial, kalau ada order tinggal terima, deh. Pesanan bisa diproses ketika menunggu anak pulang atau setelah menjemput anak.
9. Desainer grafis
Tak selamanya desain grafis harus bekerja di sebuah perusahaan. Jika kamu hobi menggambar dan desain, posting saja karyamu di sosmed, buka penawaran harga. Jadi kamu bisa menunggu anak pulang sekolah, sambil corat coret desain grafis.
10. Buzzer
Jika anda termasuk orang yang punya teman banyak di Facebook, follower di Twitter dan Instagram, atau sosmed lain, maka jangan sia-siakan akunmu. Netizen lebih sering percaya pada barang yang direkomendasikan temannya. Jadi, update-an status anda tak akan percuma dan dapat bayaran pula. Lumayan, kan untuk menghabiskan waktumu sambil menunggu anak. 
Semoga dengan 10 inspirasi di atas, anda  dapat memanfaatkan waktu ketika menunggu anak pulang dari sekolah. Yang terpenting adalah tak lupa menjemput anak. Seringkali karena terlalu sibuk mengumpulkan pundi-pundi uang,orang tua jadi kesulitan meluangkan waktu untuk menjemput anak. Selamat mencoba!
Referensi : Banyak sumber

4 Karakter anak yang wajib diketahui

Dalam mengajarkan dan mendidik anak tentunya bukan merupakan perkara yang mudah karena setiap anak juga memiliki perbedaan karakter dan kepribadian, oleh karena itu para orang tua harus mengenali kepribadian anaknya dengan baik sejak dini.
Berikut ini terdapat empat tipe kepribadian menurut Florance Littauer dalam Personality Plus for Parents, di antaranya:


1. Sanguinis

Enerjik, ramah, memberikan kesan ceria dalam kondisi apapun, dan suka memotivasi orang lain. Para Sanguinis memiliki kecenderungan untuk mencari perhatian, kasih sayang, dukungan, dan pengakuan dari orang-orang di sekitar mereka.

Anak dengan tipe Sanguinis juga biasanya akan memulai pembicaraan, bersifat optimis, dan dapat dengan mudah berteman dengan siapapun. Namun, mereka biasanya memiliki pola yang tidak teratur dalam menjalankan aktivitas, emosional, dan sangat sensitif terhadap apa yang orang lain pikirkan tentang diri mereka.


2. Koleris

Memiliki sikap tegas, berorientasi pada tujuan, dan dapat mengatur sebuah tindakan dengan cepat. Anak berkeperibadian Koleris cenderung mencari kesetiaan dan penghargaan dari orang lain atas kemampuan dirinya.

Biasanya anak Koleris juga menyukai tantangan dan dapat dengan mudah menyelesaikan tugas yang sulit sekalipun. Kedisiplinan dan kemampuan mereka untuk tetap fokus terhadap suatu hal membuat dirinya berpotensi menjadi seorang pemimpin yang baik.

Namun, hal tersebut juga dapat menyebabkan diri mereka menjadi workaholic, keras kepala, dan tidak peka terhadap perasaan orang lain.


3. Melankolis

Adalah tipe kepribadian yang memiliki ciri sikap pendiam, pemikir, dan perfeksionis. Sikap perfeksionisnya membuat sang anak mampu menyelesaikan tugas secara sistematis dan tepat waktu, namun tak jarang hal tersebut juga membuat mereka menjadi pesimis, kritis, dan sering kecewa jika hasilnya tidak sesuai dengan usaha yang telah mereka lakukan.

Anak dengan tipe kepribadian melankolis cenderung membutuhkan kepekaan dan dukungan dari orang lain. Mereka juga biasanya membutuhkan ruang dan kesunyian untuk memikirkan sesuatu sebelum mereka bertindak, menulis, atau membicarakan apa yang ada di dalam pikirannya.


4. Plegmatis

Anak dengan kepribadian ini biasanya memiliki pembawaan yang selalu merasa cukup terhadap apa yang dimiliki, sederhana, mencari kedamaian dengan lebih banyak diam, tidak mudah bergaul walaupun sesungguhnya mereka menyukai berada di dekat orang banyak, dan mampu menyeimbangkan diri mereka sendiri.

4 Karakter anak yang wajib diketahui oleh orangtua


Bagi orang lain, anak dengan tipe plegmatis terlihat lebih lamban, namun hal tersebut bukan karena mereka tidak sepintar dan setangkas orang lain, melainkan namun ini justru karena mereka memiliki penguasaan diri yang baik dan awas terhadap lingkungan sekitarnya. Mereka bahkan mampu mengatakan hal yang tepat pada waktu yang tepat.

Pada dasarnya anak dengan tipe ini tidak menyukai resiko dan tantangan, mereka juga membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri terhadap suatu perubahan. Walaupun mereka cenderung menghindari masalah yang dapat membebankan diri mereka, tetapi mereka dapat menyelesaikan tugas di bawah tekanan.

Anak dengan tipe ini juga merupakan individu yang setia serta selalu berusaha menghormati keluarga mereka dan membantu orang yang membutuhkan pertolongan.


Dari keempat tipe kepribadian tersebut sebenarnya tidak ada yang lebih baik antara satu dengan yang lainnya. Seorang anak tetap dapat memiliki sikap-sikap yang ada dalam kesemua tipe kepribadian di atas, hanya saja akan terdapat salah satu tipe kepribadian yang sifatnya lebih dominan dalam diri sang anak.


Jika orang tua dapat memahami dan mendampingi anak-anaknya dengan pola asuh yang sesuai dengan kepribadian dominannya, maka niscaya hubungan antara orang tua dan anak dapat terjalin dengan sempurna.Semoga bermanfaat!

Referensi: berbagai sumber

Say no to Bully


 

Say no to Bully

Lagi lagi bully yang dibahas.Penampakan bully bisa berupa: Mengejek, menyebarkan rumor/menghasut, mengucilkan, menakut-nakuti (intimidasi), mengancam, menindas, memalak, atau menganiaya secara fisik (mendorong, menampar, memukul, menjambak) dan sekitarnya.
Dampak bully itu bisa berupa:

Non Fisik=> menimbulkan perasaan tidak aman, malu yang luar biasa, terisolasi, perasaan harga diri yang rendah atau tidak percaya diri, menarik diri dari pergaulan, depresi atau parahnya bisa menderita stress yang dapat berakhir dengan bunuh diri.

Fisik=> Bisa saja luka (berdarah, memar, goresan), sakit kepala/sakit perut, atau barang miliknya mengalami kerusakan.

Dengan dampaknya yang sedemikian rupa itu, sudah jelas bahwa Say No To Bully itu perlu!  Dalam kehidupan sehari-hari ejek mengejek itu seolah hal yang sepele, sering terjadi secara live mulut dengan mulut atau sekedar lewat dunia maya melalui jejaring sosial seperti twitter atau facebook. Padahal kalo dipikir-pikir dari ejek mengejek itu bisa menimbulkan dendam kemudian berantem atau tawuran dan sekitarnya.

Bila mengalami bully, jangan diresapi, bangkit dan semangatlah, lakukan yang terbaik, maju terus pantang bully. You are special friends!