PRIDE HOMESCHOOLING

Jl.Markisa Blok A no. 11 Cinere Depok (021)754-555-8

PRIDE HOMESCHOOLING

Dengan mencari dan Berspekulasi maka kita akan belajar dan mendapatkan hal-hal yang baru

PRIDE HOMESCHOOLING

Jadikan buku adalah sahabat karibmu karena ia akan membimbingmu kearah kebaikan.

PRIDE HOMESCHOOLING

Pengetahuan akan membawa kita kepada kesempatan untuk membuat perbedaan

PRIDE HOMESCHOOLING

Menuliskan impian dan cita2mu secara tertulis terbukti membantu kamu untuk bisa mewujudkannya. So write down your dreams. Now!!!.

contact

foxyform

Rabu, 29 November 2017

Anak Berkebutuhan Khusus

Belajar berkomunikasi dengan Anak Berkebutuhan Khusus 


Bagi orang awam, berinteraksi dengan anak berkebutuhan khusus (ABK) terkadang agak sulit. Bagi yang belum terbiasa, proses komunikasi dengan mereka akan terasa janggal.
Masyarakat umum pun disarankan untuk mengenali cara-cara berkomunikasi dengan ABK. Meskipun membutuhkan perlakuan khusus, ABK tetap harus terus diajak untuk bersosialisasi untuk melatih psikologis dan psikomotoriknya.

Untuk itu, psikolog dari organisasi kesehatan Tiga Generasi, Saskhya Aulia Prima, memberikan kiat-kiat berinteraksi dengan ABK. Saskhya sendiri merupakan psikolog yang juga terapis anak-anak berkebutuhan khusus.

Berikut adalah cara-cara berinteraksi dengan anak berkebutuhan khusus autis.

Menyebut nama mereka ketika ingin berkomunikasi
Jangan kaget ketika seorang anak berkebutuhan khusus memanggil nama kamu secara lengkap. Mereka memang membutuhkan sesuatu yang lengkap, begitu pun dengan nama.
Agar komunikasi dengan mereka berjalan lancar, coba panggil nama mereka saat ingin mulai berkomunikasi. Jangan hanya dengan memanggil “Hey, kamu” atau panggilan lain yang tidak pasti kepada siapa kamu memanggil. Hal tersebut mempermudah mereka untuk menangkap panggilan yang kamu tunjukkan.

Membahas topik spesifik dan jelas
Jika kamu sering membahas banyak hal dengan teman-teman tanpa arus yang jelas, maka hal tersebut sebaiknya jangan dilakukan dengan anak berkebutuhan khusus.
ABK membutuhkan segala sesuatu yang spesifik dan jelas. Coba untuk membahas topik yang spesifik dengan mereka. Misalnya, jika kamu ingin berbincang mengenai musik, fokuslah pada genre musiknya atau mengenai alat musiknya. Jangan menyatukan kedua hal tersebut.

Kontak mata secukupnya
Kontak mata merupakan suatu kewajiban saat berkomunikasi. Tetapi, jangan samakan pelakuan tersebut kepada ABK.
Jangan memberikan kontak mata yang terlalu sering kepada mereka. Hal tersebut bisa membuat mereka tidak nyaman dan terintimidasi. Jika sudah begitu, mereka akan sering menunduk dan tidak ingin berbicara.

Hindari terlalu banyak memberi kebisingan dan sentuhan
Sama dengan kontak mata, mereka juga sensitif dengan kebisingan, sentuhan, dan juga bau. Tidak seperti kebanyakan anak lain yang lebih menikmati suasana luar yang ramai, ABK merupakan anak yang lebih suka suasana tenang.
Coba juga untuk menahan sentuhan kepada mereka. Seperti menyentuh bahu dan tangan ketika berkomunikasi. Mereka akan merasa ketakutan ketika banyak disentuh.

Ajak bersosialisasi
Meskipun mereka dirasa berbeda, tetapi jangan juga menjauhkan mereka dari lingkungan kamu. Mereka perlu banyak sosialisasi untuk melatih daya tumbuh mereka.
Coba ajak mengobrol dengan cara-cara di atas. Selain itu, coba juga untuk melakukan kegiatan yang mereka suka, seperti menggambar, mewarnai, dan bermain Lego.

Sabar menunggu jawaban diberikan
Ketika mereka diberikan pertanyaan, butuh waktu bagi mereka untuk menyerap apa yang ditanya hingga bisa menjawabnya. Untuk itu, kamu yang bertanya harus bersabar menunggu jawaban tersebut.
Saat mereka belum menjawab, jangan memiliki prasangka lain terdahulu atau bahkan langsung mengganti topik pembicaraan. Berikan pertanyaan satu persatu dan tunggu jawaban sebelum memberikan pertanyaan lainnya.

Senin, 27 November 2017

Perbedaan Antara Otak Anak Laki-laki dan Perempuan

Pengaruh adanya perbedaan antara otak laki laki & perempuan 

Michael Gurian dalam bukunya yang berjudul Boys and Girls Learn Differently!A Guide for Teachers and Parents menjelaskan bahwa ternyata otak laki-laki dan perempuan memang berbeda sehingga memengaruhi pola belajar dan kerja otak mereka sejak masa kanak-kanak.
Berdasarkan penelitiannya dengan melihat hasil dari positron emission tomography (PET) dan magnetic resonance imaging (MRI) yang mengurai struktur otak dengan sangat detail, Gurian menyatakan bahwa otak keduanya memiliki sistem belajar yang berbeda satu sama lain.
“Perbedaan itu berlaku di seluruh dunia kendati ras dan budaya berbeda. Pengaruh kultur pun tak cukup kuat mengalahkan struktur alami otak,” ujar Gurian seperti dikatakan dalam situsnya, gurianinstitute.com.
Gurian mengatakan bahwa fakta itu yang membuat dia semakin yakin telah menemukan komponen yang hilang selama ini. Komponen yang membuat dia dan sebagian guru diliputi pertanyaan tentang perbedaan tersebut.
“Ini menyadarkan kita semua bahwa struktur otak yang berbeda sangat berperan besar pada pola belajar dan kerja otak mereka, meskipun sebetulnya perbedaan itu tidak berlaku secata mutlak pada semua kasus,” tambahnya.

Minggu, 26 November 2017

Seminar Pendidikan "Menjadikan guru mandiri,kreatif,inovatif & enterpreneur"

 "Menjadikan guru mandiri,kreatif,inovatif & enterpreneur"

Membicarakan tentang dunia pendidikan tidak akan pernah ada habisnya, karena pendidikan merupakan salah satu pondasi untuk membangun peradaban Negara-Bangsa. Di semua Negara, baik yang telah maju maupun yang sedang berkembang, pendidikan semakin mendapat tempat yang penting bahkan dapat dikatakan tempat yang sangat strategis dalam proses pembangunan dan pertumbuhan sebuah Negara.
            Menurut Daoed Joesoef (Alumnus Universite Pluridiscplinaires Pantheon- Sorbonne) dalam tulisannya di rubrik opini Koran Kompas tanggal 25 Januari  2017, ada dua cara yang membuat Negara-Bangsa lumpuh. Pertama, melibatkannya dalam peperangan atau konflik berkepanjangan. Kedua, apabila pendidikan anak-anak bangsa diabaikan. Ki Hajar Dewantara pun telah lama mengingatkan bahwa mendidik anak sangatlah penting, Ki Hajar Dewantara  menyatakan, “Mendidik anak itulah mendidik rakyat. Keadaan dalam hidup dan penghidupan kita pada zaman sekarang itulah buahnya pendidikan yang kita terima dari orang tua pada waktu kita masih kanak-kanak. Sebaliknya anak-anak yang pada waktu ini kita didik, kelak akan menjadi warganegara kita” (Karya Ki Hajar Dewantara bagian pertama: Pendidikan, 1962:3).

Mari menjadi pendengar yang baik bagi anak anda

Pendengar yang baik bagi sang anak

Sebagai orangtua, ada kalanya kita perlu menjadi pendengar yang baik bagi anak2 kita.
Berikut adalah tips cara mendengarkan yang baik
  • Saat anak sedang berbicara kepada anda, tataplah matanya dengan kasih sayang sehingga anak merasa di perhatikan ceritanya.
  • Di dalam sela-sela pembicaraan anak anda, sesekali berilah komentar seperti “O ya? atau Wah!.. ” karena itu sudah menjadi stimulasi bagi mereka untuk makin giat bercerita. Pola ini dapat membuat anak nyaman karena merasa orang tua memahami apa yang mereka ungkapkan.
  • Mendengar sepenuhnya cerita pengalaman anak, baik itu menyedihkan dan menyenangkan, membuat kita berdua (ibu dengan anak) dapat berbagi rasa dan anakpun akan merasa orangtuanya menghargainya, Anak akan bersikap terbuka karena yakin orangtua pasti bersedia mendengarkan mereka.
  • Hindari sikap memaksakan pendapat, dan langsung ‘melabel” anak. Perasaan anak yang lebih sensitif, membuat anak akan merasa tersisihkan jika kita bersikap seperti itu.
  • Jika anda ingin membantu anak menghadapi masalahnya, berilah masukkan dengan kata-kata yang tetap menyemangati  anak. Hindari berkata “Ya sudah, besok kamu tidak usah main” atau ” Biar mama yang marahi temanmu yang nakal itu”
  • Disaat anak sedang emosi dan sulit bicara, jangan paksa anak untuk terus bicara.
  • Beri anak anda waktu untuk menyendiri sejenak sampai emosinya mereda dan siap untuk berbicara.
  • Berusahalah untuk tidak memberikan opini kita pribadi, baik terhadap pilihan sikapnya, emosinya dan tindakannya.
  • Tanyakan pemikiran mereka terhadap masalah ini dan bagaimana kira-kira sikap yang sebaiknya mereka lakukan di kemudian hari.
  • Sikap ini tidak saja menghindarkan anak dari perasaan di hakimi, namun juga membantu mereka lebih memahami kejadian atau peristiwa secara objektif.

Sabtu, 25 November 2017

Selamat Hari Guru

Hymne Guru


Terpujilah wahai engkau Ibu Bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan ku ukir didalam hatiku
Sebagai prasasti terima kasihku
Tuk pengabdianmu

Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa
Pembangun insan cendekia 

Minggu, 19 November 2017

Yuk! Segera daftarkan putra putri anda di Pride Homeschooling

Dear Parents and Guardians, Come Join us at Pride Homeschooling

Sialhkan segera daftarkan putra putri anda di Pride Homeschooling,sekolah berbasis minat & bakat untuk SD-SMP-SMA ??
Dan kini hadir Neuro Nadi Center Pride Homeschooling,Bimbingan belajar al-quran yang efektif & menyenangkan untuk anak-anak,remaja & lansia.Info Selengkapnya hubungi: Dr.Saat Safaat., S.sos.I M.pd.I *(081282526939)


CARACTER BUILDING: Menumbuhkan karakter positif pada peserta didik

CARACTER BUILDING:

Menumbuhkan karakter positif pada peserta didik 

Dalam berinteraksi tingkah laku setiap orang sebisa mungkin disesuaikan dengan konsep diri. Setiap orang bisa saja menyadari keadaan atau identitas dirinya namun lebih penting bila Anda menyadari baik buruknya kondisi yang dimiliki sertra bagaiman sikap yang tepat dalam menghadapi kondisi tersebut. Tingkah laku seseorang tergantung pada kualitas konsep dirinya yakni konsep diri positif atau konsep diri negatif.
Seseorang yang memiliki konsep diri positif memiliki karakterikstik seperti berikut:

1. Merasa sanggup menyelesaikan masalah yang terjadi. Pemahaman diri terhadap kemampuan subyektif dalam menyelesaikan masalah-masalah obyektif yang dihadapi.

2. Merasa sepadan dengan orang lain. Seseorang yang memiliki konsep diri positif memiliki pemikiran bahwa saat dilahirkan manusia tidak membawa kekayaan dan pengetahuan. Kekayakan dan pengetahuan bisa dimiliki dari bekerja dan proses belajar selama hidup. Hal inilah yang mendasari sikap seseorang yang tidak merasa kurang ataupun lebih dari orang lain.

3. Tidak malu saat dipuji. Konsep diri positif membangun pribadi yang memiliki pemahaman bahwa pujian atau penghargaan layak diterima seseorang berdasarkan hasil yang telah dicapainya.

4. Merasa mampu memperbaiki diri. Dengan memiliki konsep diri positif seseorang akan merasa mampu untuk memperbaiki sikap yang dirasa kurang.

Ayo segera bergabung di Pride Homeschooling,info selengkapnya hubungi: Mr.Hans (087774560472)

Kamis, 16 November 2017

CENTER PRIDE HOMESCHOOLING CINERE

Neuro Nadi Center Cinere

"PRIDE HOMESCHOOLING"


Sekolah dengan metode pendekatan karakter secara personal, karena semua anak tidak belajar dengan cara yang sama.Namun,kebanyakan sekolah mengambil pendekatan seukuran satu-satunya dalam hal pendidikan.Di Pride homeschooling,kita memberdayakan siswa untuk mencapai tujuan mereka dengan membantu mereka menentukan jalan mereka sendiri karena setiap anak itu unik,demikian juga jalan menuju kesuksesannya.

Setiap anak yang dilahirkan itu pasti mempunyai keunikan tersendiri,ada yang secara karakter dan perilaku berbeda termasuk minat dan bakatanya juga termasuk cara mereka belajar dalam mengeksplorasi potensi dalam dirinya.

Oleh karena itu,sekolah harus menjadi pengawal utama dalam tumbuh kembangnya untuk mencapai pencapaian terbaik dalam mengawal cita-citanya itu. Pride Homeschooling hadir untuk mengawal anak-anak dalam pencapaian terbaik dalam proses belajarnya hingga mencapai kesuksesan yang kita & mereka inginkan.

Mari bergabung dengan kami di Pride Homeschooling,bagi anda yang ingin menumbuhkan bakat dan minat anaknya secara maksimal.

MENERIMA PENDAFTARAN SISWA BARU/PINDAHAN (SD-SMP-SMA) & SEKARANG DIBUKA CENTER BIMBINGAN BELAJAR AL-QUR'AN TEKNIK NEURO NADI INDONESIA
Buka setiap hari kerja dan setiap bulan.PRIDE HOMESCHOOLING CINERE Jl.Markisa Raya blok A no 11,Cinere-Depok (depan Mall Cinere).Pendaftaran & konsultasi :
Call: 0877-7456-0472 (Mr.Hans) / (021)754-555-8
atau untuk informasi lebih lengkap silahkan kunjungi webiste kami: www.pridehomeschooling.com

LET THEM DEVELOPE THEIR UNIQUENESS WITH PRIDE HOMESCHOOLING.

Minggu, 12 November 2017

Inilah kids zaman now yang sebenarnya!

Kids Jaman Now Sebenarnya

Cara memahami atau pun menggambarkan istilah Kids Jaman Now saat ini bisa dikatakan salah dan berbahaya. Entah, siapa yang pertama kali punya ide itu? Banyak bertebaran dalam bentuk gambar meme dan video di media sosial. Baik facebook, whatsapp, instagram, twitter, dan media lainnya. Seringkali terlihat ada penggambaran anak-anak zaman sekarang dengan gayanya yang bobrok. Menjadi PR berat dan tantangan beban hidup guru masa kini.

Contohnya gambar atau meme yang beredar dengan berbagai kritik menggelitiknya. Seorang pelajar SD memberikan bunga pada teman sekelasnya sebagai ungkapan cinta. Memberikan kado mewah saat ulang tahun. Berpelukan lawan jenis sambil duduk di atas sepeda motor. Tawuran, buka-bukaan, cabe-cabean, terong-terongan, sayur-mayur, lauk-pauk, lengkap sudah seperti 4 sakit 5 semrawut. Oh,tidak ironisnya generasi bangsa masa kini.

Pertanyaannya, apakah benar semua anak, khususnya anak-anak Indonesia kelakuannya seperti itu? Jika benar apa yang harus kita lakukan? Apa dampaknya, jika kita terus menerus menonton video tersebut? Apa pula dampaknya bagi anak-anak yang menyaksikannya?
Mari sejenak kita merenungkannya. Perlu browsing, mungkin ada anak-anak zaman sekarang yang berprestasi dan membanggakan negara Indonesia. Lalu jika anak-anak lain menyaksikannya mereka ikut termotivasi. Bukan sebaliknya anak-anak dihidangkan tontonan seolah sindiran dan teguran. Namun, di alam bawah sadar mereka termotivasi bertindak negatif atau timbul rasa sekedar coba-coba.
Mulailah berpikir positif. Nyalakan laptop atau ponsel kita. Klik browser, aplikasi yang ada. Ketikkan “prestasi-prestasi anak Indonesia di zaman ini” atau “anak-anak indonesia yang berprestasi di masa kini”. Lalu apa yang kita temukan?
Ternyata ada Musa. Ya, Musa Kids Jaman Now sebenarnya. Seorang anak yang diusianya ke-5 tahun sudah mampu menghapal kitab suci agamanya. Joey Alexander Sila, pianis cilik yang prestasinya dikenal di kancah Internasioal. Meskipun masih berusia 10 tahun, bocah cilik ini sudah mahir memainkan tuts piano dengan indah hingga menarik perhatian mata dunia. Aditya Bagus Arfan, Pecatur Cilik Peraih Gelar Asian Master. Aditya Bagus Arfan berhasil meraih medali emas kejuaraan catur Asean kategori U-10 yang berlangsung 10 hari di Dusit Thani Pattaya, Thailand pada bulan Juni 2016. Kalau kita tidak enggan mencari tentu masih banyak anak-anak berprestasi lainnya.
Merekalah Kids Jaman Now Sebenarnya. Meski gambar dan video bobrok benar adanya. Alangkah baiknya, kita ubah pola pikir dan pola penggambaran dengan menghilangkan jejak visual negatif yang ada. Menggantinya dengan gambar atau video keren yang memotivasi dan menginspirasi. Sehingga, di alam bawah sadar anak-anak tersugesti bertindak positif. Walau hanya sekedar rasa ingin coba-coba. Rasa ingin saja sudah syukur yang sebesar-besarnya. Hidup Kids Jaman Now Sebenarnya.

Kamis, 09 November 2017

Motivasi belajar karena kebutuhan,bukan hanya kewajiban

Motivasi belajar karena kebutuhan,bukan hanya kewajiban 

Carilah pengetahuan! Belajar dan jadilah bijaksana. Itulah pesan orang-orang bijak dimasa lampau hingga kini. Memperoleh pengetahuan laksana mendapatkan mutiara kehidupan sebagai bekal dalam menjalani hidup. Setiap orang membutuhkan pengetahuan dan pengalaman berharga untuk menjadikannya sebagai manusia seutuhnya.
Belajar merupakan proses. Tidak ada yang instan. Belajar adalah kebutuhan. Jangan buat sekadar memenuhi kewajiban. Orang yang mampu berpikir dari perspektif bahwa belajar merupakan kebutuhan adalah orang yang mengerti mengapa dia perlu belajar. Bila ia mampu menempatkan belajar sebagai kebutuhan, seperti orang yang butuh udara saat seluruh kepalanya berada di dalam air, ia tidak perlu motivasi eksternal untuk ‘memaksanya’ belajar.
Belajarlah karena engkau ingin belajar. Milikilah niat dan motivasi diri untuk belajar apa saja yang engkau merasa butuh dipelajari. Jangan beri syarat apa pun ketika engkau belajar. Misalnya, saya belajar karena ingin mendapatkan nilai tinggi, atau saya belajar ingin meraih gelar sarjana.
Bila ada prasyarat, engkau akan seolah ‘terpaksa’ dan wajib memenuhinya. Dampaknya bisa buruk bagi mental dan kesehatanmu. Belajarlah karena memang niat belajar. Bukan karena dipaksa keadaan yang mengharuskan engkau perlu belajar.So, semangat belajar ya kawan karena itu adalah kebutuhan hidup dan sangat penting.Good luck ! :)

Rabu, 08 November 2017

Cara efektif menumbuhkan semangat belajar

Tips efektif menumbuhkan semangat belajar


Berikut beberapa hal yang bisa dikatakan sebagai cara mengeluarkan semangat kita untuk belajar : 

Pertama, bangunlah kemantapan hati bahwa kita memiliki mimpi atau cita-cita. Seseorang yang tidak memiliki impian atau cita-cita, maka bisa dikatakan hidupnya akan hampa karena tak tahu apa tujuan hidupnya. Karena itulah, orang tua kita berpesan “gantungkanlah cita-citamu setinggi langit”. Jangan pernah takut mempunyai cita-cita yang tinggi, sebab dengan adanya cita-cita itulah, kita menjadi mau belajar dan berusaha untuk mengetahui bagaimana cara untuk mencapainya. 

Kedua, sadarilah bahwa kita dikelilingi oleh orang-orang yang kita cintai. Baik itu orangtua, guru, atau teman-teman yang pasti akan bangga jika kita menjadi orang yang pandai dan berprestasi. Dengan demikian, semangat kita akan terpacu untuk belajar menjadi lebih baik dan mampu menjadi pribadi yang patut dibanggakan, baik oleh diri sendiri maupun orang lain. 

Ketiga, pupuklah rasa iri (bukan dengki, ya) kepada orang yang lebih pandai atau lebih tinggi ilmunya. Kalau mereka bisa, kenapa saya tidak? Hadirkan pertanyaan ini berulang-ulang saat kita melihat orang lain berprestasi. Bukan hanya itu, dekati dan jadikan orang tersebut teman kita. Tak perlu malu untuk belajar kepada siapapun, meski mungkin kepada anak kecil sekali pun. Sebab, ilmu bisa didapatkan dari mana saja, kapan saja dan oleh siapa saja. Dengan begitu, akan tumbuh motivasi sekaligus upaya positif dalam mencapai tujuan kita tersebut. 

Yang terakhir dan terpenting, berdoalah selalu kepada Tuhan agar selalu diberikan kekuatan dan kemampuan. Sebagai orang yang beragama, tentu kita percaya bahwa segala daya upaya yang kita lakukan pasti punya keterbatasan. Namun, jangan disalahartikan bahwa setelah berdoa kita tak perlu belajar lagi. Teruslah berupaya, sebab Tuhan tidak akan mengubah nasib kita selama kita tidak berusaha. Sehingga, dalam benak kita akan selalu tertanam bahwa belajar, berusaha dan berdoa adalah rangkaian kegiatan terbaik bagi seseorang untuk mencapai cita-citanya. 

Selasa, 07 November 2017

6 Manfaat Positif Thinking Bagi Kesehatan

Manfaat Berfikir Positif

1. Meningkatkan kemungkinan umur panjang

Para peneliti di University of Pittsburgh School of Medicine menemukan bahwa wanita menopause yang memiliki sifat optimis mengalami penurunan jangka kematian dan memiliki hanya sedikit risiko terkena diabetes atau hipertensi (tekanan darah tinggi), yang sering kali dialami oleh teman-teman pesimis mereka. Para peneliti menganalisis data dari 100.000 orang wanita dalam studi yang sedang berlangsung, dan hasilnya adalah wanita yang optimis memiliki risiko sebanyak 30% lebih rendah untuk meninggal karena penyakit jantung, dibandingkan dengan yang pesimis. Para wanita yang pesimis juga memiliki 23% kemungkinan untuk meninggal akibat kanker

2. Memerangi depresi

Pemikiran pesimis adalah salah satu faktor yang menyebabkan depresi, menurut Psychology Today. Dengan mengubah cara berpikir Anda menjadi positif, maka Anda akan dapat memerangi depresi. Terapi kognitif yang mengubah pola berpikir dapat meningkatkan perasaan seseorang, dan juga menjadi bagian utama dari pengobatan depresi.

3. Memperkuat sistem imun tubuh

Berpikir positif diyakini dapat membantu orang melawan masuk angin dan penyakit lainnya. Namun, menurut sebuah studi di tahun 2003 pada New York Times menyatakan bahwa berpikir negatif hanya dapat melemahkan respon kekebalan tubuh terhadap flu. Ini karena adanya aktivitas listrik yang besar di bagian otak ketika Anda berpikir negatif, sehingga hal itu dapat melemahkan respon imun terhadap flu yang diukur dengan antibodi mereka.

4. Mengalahkan berbagai penyakit

Orang dengan pikiran positif akan pulih lebih cepat dari operasi, dan juga dapat mengatasi penyakit serius lebih baik, seperti kankker,penyakit jantung dan AIDS, menurut Psych Central, sebuah jaringan sosial kesehatan mental yang dioperasikan oleh kesehatan mental profesional. Sebuah studi dari mahasiswa hukum tahun pertama menemukan bahwa orang-orang yang lebih optimis daripada mahasiswa lain, memiliki sel-sel kekebalan tubuh yang lebih baik.

5. Mengatasi stres dengan lebih baik

Ketika dihadapi oleh situasi yang menyebabkan stres, orang yang berpikir positif dapat mengatasi situasi tersebut lebih efektif dibandingkan dengan pemikir negatif. Dalam sebuah penelitian, para peneliti menemukan bahwa ketika orang optimis menghadapi kekecewaan (contohnya seperti tidak diterima kerja atau gagal naik jabatan), mereka lebih cenderung untuk fokus pada hal-hal yang dapat mereka lakukan dalam mengatasi situasi tersebut.
Daripada tenggelam dalam perasaan frustrasi atau dengan hal-hal yang tidak dapat mereka ubah, orang yang optimis akan menyusun rencana lain dan meminta pendapat orang lain untuk bantuan dan saran. Di sisi lain, orang yang pesimis hanya mengasumsikan bahwa situasi tersebut di luar kendali mereka dan tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk mengubahnya.

6. Membuat Anda lebih tangguh

Ketahanan mengacu pada kemampuan kita untuk mengatasi masalah. Orang tangguh dapat menghadapi krisis atau trauma dengan kekuatan dan tekad. Daripada hancur dalam menghadapi stres, mereka lebih memilih untuk melanjutkan dan mengatasi kesulitan tersebut. Ini membuktikan bahwa berpikir positif memainkan peran terhadap ketangguhan. Ketika berhadapan dengan tantangan, orang yang berpikir positif biasanya melihat apa yang sebenarnya dapat mereka lakukan dalam menyelesaikan masalah.
Para peneliti juga menemukan bahwa di tengah krisis, seperti serangan teror, atau bencana alam, pikiran dan emosi positif mendorong perkembangan dan memberikan tameng terhadap depresi. Dengan memelihara emosi positif, bahkan ketika menghadapi peristiwa mengerikan, orang bisa menuai manfaat baik jangka pendek maupun jangka panjang, termasuk mengelola tingkat stres, mengurangi depresi, dan membangun kemampuan untuk pulih yang dapat sangat bermanfaat di masa depan.

Senin, 06 November 2017

Solusi saat anak tidak mau sekolah

Solusi saat anak tidak mau sekolah 

Sikap anak terkadang membuat orangtua khawatir, apalagi saat dia tak mau sekolah. Penyebabnya bisa berasal dari dirinya sendiri atau dari luar, yakni lingkungannya. Orangtua harus mencari solusi untuk membuatnya mau sekolah lagi.

Memang, tak mudah untuk membuat anak mau bersekolah lagi. Ibu harus sabar dan mencari solusi tepat untuk masalah ini. Terkadang, ibu membutuhkan bantuan orang lain untuk membuat anak mau bersekolah lagi. Tak perlu bersikap kasar kepadanya, karena bisa membuatnya semakin takut dan tak mau bersekolah lagi. 


Cara-cara dengan kelembutan dan perhatian mungkin lebih tepat dilakukan untuk membuatnya mau bersekolah. Solusi berikut ini mungkin bisa ibu lakukan saat anak tak mau bersekolah.



  • Dekati anak dan dengarkan keluh kesahnya
  • Ajak anak berdiskusi untuk mengidentifikasi masalah
  • Tanyakan cita-citanya
  • Melibatkan guru wali kelasnya
  • Berikan motivasi ketika anak mulai sadar untuk bersekolah
Sebenarnya, kasus anak tak mau bersekolah ini bisa disebabkan oleh beberapa hal. Penyebab ini bisa berasal dari dirinya sendiri (internal) dan dari luar dirinya (eksternal). Penyebab yang berasal dari diri anak, misalnya sakit, malas, atau karena lelah. Sementara itu, penyebab yang berasal dari luar dirinya, yakni lingkungannya, misalnya dijauhi teman, pelajaran sekolah yang sulit untuk diikuti, takut dengan seseorang, guru yang kurang jelas dalam menerangkan, dan lain-lain.

Jika masih kebingungan, kami dari pihak Pride Homeschooling siap membantu dalam menangani kasus diatas,info selengkapnya hubungi 021-754-555-8 

Minggu, 05 November 2017

Yuk!, Belajar Desain Grafis di Pride Homeschooling

Belajar desain grafis mendatangkan banyak manfaat khususnya bagi mereka yang memang menyukai seni. Apa saja manfaat belajar desain grafis?
 1. Mempercepat proses pekerjaan dengan cara menyajikan suatu pekerjaan dalam bentuk grafis.
Contoh pekerjaan yang paling mudah adalah proposal. Tidak perlu menyusun dalam format seperti laporan dengan banyak tulisan. Cukup poin – poin penting yang ingin disampaikan dan dibuat dalam bentuk desain yang menarik dan atraktif.
2. Memperkenalkan kepada masyarakat luas tentang program aplikasi desain grafis.
Tidak banyak orang awam yang bisa mengoperasikan aplikasi desain grafis. Dengan membuat pelatihan program aplikasi desain grafis, lulusan sekolah atau kursus desain dapat memperkenalkan program aplikasi desain grafis lebih luas lagi.
3. Mempersiapkan masyarakat agar dapat memahami dengan mudah pesan – pesan yang disampaikan dalam bentuk grafis.
Untuk memahami suatu karya seni memang dibutuhkan suatu sense. Jika tidak ada sense tersebut maka pesan dalam bentuk grafis belum tentu dapat dicerna dengan baik mengingat persepsi setiap orang berbeda – beda. Karena itu, belajar desain grafis dapat membantu lulusannya untuk mengerti pesan dari bentuk grafis tersebut.

Mau belajar desain grafis tapi bingung cari lokasi yg tepat dimana?
Mau mahir desain grafis tapi tidak perlu terlalu lama wktunya?
Mau mahir desain grafis tapi tidak ada waktu karena sekolah sampai sore?

Temukan solusinya di kelas desain Pride Homeschooling Cinere
Kepoin info lebih lanjutnya yu di 08119916526 kak budi

Kamis, 02 November 2017

Sejarah Homeschooling di Indonesia

Sekilas tentang sejarah homeschooling di Indonesia

Sistem persekolahan di Indonesia mulai berkembang awal 20, saat Belanda mengembangkan kebijakan politik etis sebagai balas budi terhadap negara jajahannya di Hindia Belanda yang berfokus pada 3 hal, yaitu: Irigasi, Emigrasi, dan Edukasi. Sekolah-sekolah mulai dibangun di Indonesia baik untuk kaum priyayi maupun rakyat biasa dengan tujuan utama untuk mendapatkan tenaga administrasi yang cakap dan murah.

Tapi kesadaran baru hasil proses pendidikan Belanda tak hanya mengikuti pola yang diinginkan Belanda. Kesadaran baru dari masyarakat Indonesia yang terdidik kemudian melahirkan model-model pendidikan alternatif yang berbeda dengan yang dikembangkan Belanda.

Ki Hadjar Dewantara mengembangkan Perguruan Taman Siswa di Jawa Tengah pada 1922. Muhammad Sjafei mengembangkan INS Kayutanam di Padang Pariaman, Sumatera Barat pada 1926. Selain itu, ada KH Agus Salim yang memilih tidak menyekolahkan anak-anaknya dan belajar secara otodidak di rumah.

Pasca kemerdekaan, homeschooling mungkin dipraktekkan oleh keluarga-keluarga di Indonesia. Tapi karena ketiadaan data, tak banyak jejak yang bisa diperoleh tentang sejarah homeschooling di Indonesia di masa ini.

Di era 70-an, salah satu tokoh publik yang dikenal menjalani homeschooling adalah Said Kelana seorang pemusik, yang tidak menyekolahkan anak-anaknya. Anak-anaknya: Idham Noorsaid, Iromy Noorsaid, Lydia Noorsaid, dan Imaniar Noorsaid belajar musik dan menekuni dunia musik.

Seiring perkembangan Internet, keterbukaan informasi membuat informasi tentang homeschooling semakin terbuka. Para pelajar Indonesia yang bersekolah di luar negeri, terutama di Amerika Serikat, mulai terpapar dengan gagasan dan praktik homeschooling. Banyak keluarga yang mulai belajar dan mempraktekkan homeschooling untuk anak-anaknya.

Forum milis SekolahRumah pada 2007 menjadi simpul belajar tentang homeschooling secara online sekaligus sarana berjejaring diantara para praktisi homeschooling Indonesia. Apalagi, beberapa keluarga praktisi homeschooling Indonesia mulai membuat blog untuk mendokumentasikan praktik homeschooling yang dijalaninya dan sekaligus merupakan edukasi tentang homeschooling bagi masyarakat.

Di era media sosial saat ini, para praktisi homeschooling biasa berkegiatan mandiri. Beberapa diantaranya membentuk komunitas yang menjadi support grup tempat berkegiatan homeschooling seperti Klub Oase & Belajar Bersama di Jakarta, Kerlap di Depok, Pijar di Tangerang Selatan, Kabeh Mesem di Semarang, Seduluran Homeschooling Surabaya, dll.

Selain itu, ada komunitas-komunitas homeschooling berbasis agama seperti HSMN (Homeschooling Muslim Nusantara), HSKM (Homeschooling Keluarga Muslim), dll. Di luar itu, banyak praktisi homeschooling yang merintis komunitas dan melakukan kegiatan bersama walaupun kelompoknya tak diberi nama tertentu.


Sumber Referensi : Berbagai situs 

Kenapa diadakan homeschooling?

Kenapa diadakan homeschooling?

Homeschooling merupakan suatu istilah yang relatif baru dalam dunia pendidikan di Indonesia, bahkan masyarakat kita banyak yang belum mengenal istilah tersebut terutama dalam masyarakat taraf ekonomi ke bawah serta masyarakat awam lainnya. Kita mengetahui Homeschooling sekitar 5 tahun terakhir ini, semakin berkembangnya teknik pendidikan maka semakin banyak juga pilihan yang digunakan oleh masyarakat untuk memilih pendidikan yang akan ditempuh oleh putra-putrinya.
Homeschooling banyak berkembang dikarenakan timbulnya berbagai penyebabnya, salah satunya adalah ketidakpuasan atas sistem pendidikan di sekolah kemudian ditunjang dengan kondisi pergaulan sosial di sekolah yang tidak sehat dan lain-lain.
Home Schooling diadakan tujuannya untuk memberikan tingkat fleksibilitas yang tinggi terhadap dunia pendidikan di era sekarang yang serba cepat tetapi menuntut hasil yang maksimal dan memiliki kualitas tinggi.
"Dengan Homeschooling,orangtua mampu melihat dalam menentukan visi tumbuh kembang anak pada pencapaian terbaik"
Segera daftarkan putra-putri anda di homeschooling kebanggan,(Pride Homeschooling.More info (021)-754-555-8.School based character and talent.)

Rabu, 01 November 2017

Setiap Anak itu Unik !

Setiap Anak Unik

Setiap anak adalah unik. Apa maksud dari pernyataan tersebut? Setiap  manusia, setiap anak itu unik. Unik itu artinya tiap manusia itu BERBEDA satu sama lainnya dan punya KEKHASAN masing masing. Perbedaan itu sudah ada bahkan sejak dalam kandungan. Lalu sepanjang perkembangan anak, perbedaan satu anak dengan anak yang lainnya makin lama makin besar.

Pandanglah anak Anda, pandang mereka satu satu, bukankah mereka sangat berbeda? Contohnya, nama mereka berbeda, Ani bukanlah Ina. Tanggal lahir mereka berbeda. Jenis kelamin berbeda, bahkan sikap dan perilakunya berbeda. Allah SWT, Sang Maha Pencipta menjadikan kita dengan  keunikan kita masing masing.

Orang tua, perlu  menghargai keunikan anak. Mulailah dengan menyediakan waktu untuk masing masing anak. Amati setiap anak untuk MENGENALI sedikitnya 3 K ini :
1.Dari aspek Kemampuan, 
kenalilah kemampuan setiap anak misalnya mulai dari kemampuan untuk belajar berjalan, berbicara, berkonsentrasi, sampai pada kemampuan memecahkan soal-soal matematika.

2.Dari aspek Kebutuhan
kenalilah kebutuhan anak, misalnya beberapa anak terlalu aktif dan tidak bisa diam, sementara anak lainnya hampir tidak bergerak sama sekali. Mereka berbeda dalam hal kebutuhan untuk bergerak. Ada juga anak yang tidak suka makan dan anak yang kelihatannya suka makan terus. Mereka berbeda dalam hal kebutuhan mendapatkan makanan.

3.Perbedaan pada aspek Kesenangan
Perbedaan kesenangan ini memang banyak dipengaruhi oleh lingkungan, namun sekali kesenangan tertentu terbentuk maka kesenangan ini akan menambah keunikan seorang anak, misalnya anak yang satu senang olahraga, sedangkan anak yang lain senang menari, atau anak lainnya senang melukis.

Hal yang penting lainnya untuk mengenali keunikan anak adalah dengan membiasakan anak untuk menyatakan pendapatnya. Apabila anak berani mengemukakan pendapatnya, ia akan dapat mengatakan apa yang ia butuhkan dan apa yang ia senangi. Dan penting sekali setelah mengenali mereka, orang tua MENGHARGAINYA dan MENERIMANYA. 
Sapalah dia dengan keunikannya :)