PRIDE HOMESCHOOLING

Jl.Markisa Blok A no. 11 Cinere Depok (021)754-555-8

PRIDE HOMESCHOOLING

Dengan mencari dan Berspekulasi maka kita akan belajar dan mendapatkan hal-hal yang baru

PRIDE HOMESCHOOLING

Jadikan buku adalah sahabat karibmu karena ia akan membimbingmu kearah kebaikan.

PRIDE HOMESCHOOLING

Pengetahuan akan membawa kita kepada kesempatan untuk membuat perbedaan

PRIDE HOMESCHOOLING

Menuliskan impian dan cita2mu secara tertulis terbukti membantu kamu untuk bisa mewujudkannya. So write down your dreams. Now!!!.

contact

foxyform

Kamis, 05 Oktober 2017

Meningkatkan Daya Fokus dan Kepintaran Menyeimbangkan Otak Kiri dan Kanan dengan senam otak

Tips 5 Gerakan Senam Otak – Meningkatkan Daya Fokus dan Kepintaran – Menyeimbangkan Otak Kiri dan Kanan

Tips 5 gerakan senam otak meningkatkan daya fokus dan Kepintaran menyeimbangkan otak kiri dan kanan 

Tidak hanya tubuh dan Fisik saja yang memerlukan senam sebagai bentuk olahraga pembentuk badan ideal dan kebugaran, Otak dan Pikiran ternyata ada senam nya.
Senam otak yang akan di sharing kali ini adalah bentuk senam yang dikhusus kan untuk meningkatkan Daya Fokus dan konsentrasi serta menyeimbangkan Kekuatan Otak kiri dan Otak kanan yang harmoni.
- Kemampuan fokus diperlukan untuk memecahkan masalah/persoalan seperti halnya Surya-Kanta mampu membakar kertas karana memfokuskan cahaya matahari pada satu titik.
- Kemampuan konsentrasi diperlukan untuk menjaga pikiran tetap pada jalurnya saat mempelajari sesuatu dan tidak mudah terpengaruh/terpecah oleh keadaan lain.
Saat anak sekolah belajar maupun menyelesaikan soal / tugas, maka daya fokus dan konsentrasi akan menjadikan belajar mereka lebih efektif dan effisien, lebih cepat menguasai, lebih mudah memecahkan masalah,hingga finalnya disebut sebagai Anak / Orang pintar.

Berikut 5 Dasar Gerakan Senam Otak yang dapat dipraktekkan setiap saat :
1. Dua tangan didepan dada,
tempelkan ujung 5 jari kanan dengan ujung 5 jari kiri (kedua telapak tangan  dijauhkan / tidak menempel), mulailah dengan memutar kedepan bersamaan - jempol kanan dan jempol kiri seperti halnya gerakan mengayuh sepeda, setelah itu putar ke arah sebaliknya. Lanjutkan dengan putaran pada jari-jari lain secara berurutan, lakukan semakin cepat.
2. Dua tangan di depan dada
Tangan kiri telapak membuka (jari-jari keatas), tangan kanan membentuk pistol (ibu jari keatas dan jari tunjuk menunjuk kearah telapak tangan kiri)
Lakukan gerakan jari tunjuk di sentuhkan ke telapak tangan kiri, lalu dilanjutkan dengan pergantian tangan kiri sebagai pistol dan tangan kanan sebagai target tembak, sentuhkan ujung telunjuk kiri tersebut ke telapak kanan, begitu seterusnya usahakan semakin cepat.

3. Telapak tangan kanan diatas kepala, telapak tangan kiri menempel di perut
Gerakkan telapak kanan menepuk-tepuk rambut / naik turun, bersamaan dengan itu gerakkan telapak tangan kiri berputar-putar dengan tetap menempel pada perut.
Setelah beberapa saat … rubahlah menjadi sebaliknya, telapak kiri yang menepuk-tepuk rambut dan telapak kanan yang berputar di perut.
pergantian tugas kedua tangan tersebut supaya berjalan dengan tepat dan usahakan semakin cepat gerakannya.
Selanjutnya gerakan dibawah ini biasanya jadi mainan waktu kecil, ternyata termasuk melatih otak …
4. Duduk dengan kedua tangan masing-masing di atas paha,
- Tangan kanan mengepal lalu gerakkan naik turun memukul-mukul pada paha kanan.
- Tangan kiri telapak menghadap bawah, gerakkan maju mundur diatas paha kiri.
Gerakan kedua tangan harus bersamaan, setelah berapa saat, sekarang rubah gerakan tersebut menjadi sebaliknya, dimana tangan kiri yang memukul2 dan tangan kanan yang maju mundur.
Memang sulit saat pertama mencoba perpindahan gerakan sehingga menjadi amburadul, namun seiring beberapa kali latihan maka pergantian tugas kedua tangan tersebut akhirnya dapat berjalan dengan tepat dan semakin cepat.
Terakhir dibawah ini gerakan paling sulit …
5. Kedua tangan di depan dada
Masing-masing jari telunjuk menunjuk kedepan, lakukan gerakan tangan kanan berputar membentuk lingkaran, dan tangan kiri berputar membentuk Kotak.
Setelah beberapa saat, lanjutkan pergantian tugas … tangan kiri yang berputar lingkaran dan tangan kanan yang berputar secara kotak.
Siip .. sekarang 5 pelajaran senam otak telah dikuasai ??
Mungkin sulit awalnya, tapi berangsur semakin bisa setelah beberapa kali latihan,
Lakukan setiap pagi atau malam, awalnya bisa setiap hari, kalau sudah lancar dan semakin cepat, cukup lakukan setidaknya 2x seminggu seperti halnya olahraga fisik lainnya.
Senam ini bisa diterapkan untuk segala umur, bahkan diterapkan pula dalam Terapi Anak Autis agar mereka dapat mengolah daya fokus dan konsentrasi, menyeimbangkan kemampuan otak kiri dan kanan …

Demikian sharing Senam Otak. Semoga Bermanfaat …

Libatkan Doa Dalam Usaha? Ini penjelasannya!

Doa dan usaha selalu berdampingan

Kehidupan ini tidak terlepas dari ujian dan cobaan. Cobaan dan ujian tersebut tidak selalu menyedihkan melainkan juga ada yang menyenangkan. Solusi dari semua cobaan dan ujian yang dihadapi kuncinya adalah berdoa dan berusaha.
Berdoa merupakan penanda bahwa seorang hamba membutuhkan Tuhan-Nya. Sedangkan berusaha merupakan ikhtiar seorang manusia untuk mencapai sesuatu. Hal tersebut tidak dapat dipungkiri bahwa berdoa dan berusaha memiliki kaitan yang sangat erat.
Dalam mewujudkan impian dibutuhkan doa dan usaha diakhiri dengan tawakal. Sebab berdoa dan berusaha adalah salah satu modal untuk meraih apa yang diinginkan. Seperti kita memancing, kita butuh mata kail dan umpan. Jika kita ibaratkan, doa adalah mata kailnya sedangkan usaha adalah umpan kita. Jika kita ingin mendapatkan ikan salmon tentunya kita tidak bisa menggunakan mata kail biasa dengan umpan seekor cacing, bukan? Begitupun dengan kesuksesan. Jika kita ingin mendapatkan kesuksesan yang besar, berdoa dan berusaha pun harus sebanding dengan apa yang kita inginkan.
Manfaat berdoa pun begitu besar dalam kehidupan manusia. Dengan doa, kedamaian dapat diraih, semangat hidup dapat ditingkatkan, dan emosi dapat dikendalikan. Dengan doa, ada harapan yang terbentang. Doa juga menjadi penyejuk pada saat menghadapi musibah. Doa adalah tempat kembalinya manusia setelah seharian melakukan usaha. Walaupun tak terlihat hasilnya, doa harus terus dipanjatkan karena dibalik doa tersimpan rahasia Allah yang amat mengagumkan.
Berdoa dan berusaha memang sudah melekat menjadi satu-kesatuan yang tidak bisa dipisahkan begitu saja. Mau berusaha semaksimal mungkin kalau lupa akan berdoa pasti usaha yang dikerjakan akan mendapatkan hambatan ataupun masalah. Mau bagaimanapun berdoa sangat penting untuk kehidupan dan juga mengakui atau mengingat sang pencipta.

Sekolah Sebagai Sarana Kemahiran Berdialog Anak

Sekolah Sebagai Sarana Kemahiran Berdialog Anak


Dialog menjadi penting karena cara pandang tiap kelompok yang ada di masyarakat pasti berbeda antara satu dengan lainnya. Oleh karena itu, membangun kebiasaan menyelesaikan setiap permasalahan melalui dialog menjadi kebutuhan yang sangat mendasar. Sekolah menjadi salah satu ruang yang dapat dioptimalkan untuk melatih pembiasaan dialog yang konstruktif.

Sekolah adalah medium yang paling tepat untuk memupuk kebiasaan dan keberanian melakukan dialog. Dialog dilakukan agar ada sikap saling memahami antarkelompok budaya maupun agama serta meminimalkan gesekan-gesekan konflik.

Sudah seharusnya sekolah menjadi tempat di mana dialog diutamakan, nilai-nilai sportivitas dikedepankan, dan toleransi menjadi kunci. Dialog menjadi penting agar penyelesaian setiap permasalahan tak perlu menggunakan kekerasan.

Maraknya penggunaan kekerasan dalam menyelesaikan permasalahan akhir-akhir ini merupakan tanda bahwa kita belum terbiasa menyelesaikan permasalahan dengan dialog. Kegagapan berdialog dengan santun harus segera dicarikan solusinya. Sekolah memegang peranan penting dalam pembiasaan dialog. Ruang dialog di sekolah harus dibangun dan dirawat.

Apalagi dengan kondisi Indonesia yang beragam secara sosial ekonomi, budaya, maupun agama. Peserta didik sejak masuk ke dunia sekolah harus dikenalkan pada semangat kebangsaan serta kesadaran penuh akan kondisi Indonesia yang beragam.

Pembiasaan kerja sama lintas agama sejak masih di sekolah ini dilakukan untuk menumbuhkan rasa saling percaya dan mengikis kecurigaan. Dialog-dialog yang dilakukan secara intensif akan mempererat hubungan persaudaraan.Melalui pembelajaran di kelas maupun aktivitas harian di sekolah, peserta didik bisa mendapatkan beragam perspektif kehidupan. Mereka jadi terbiasa mendialogkan setiap permasalahan yang ada di kehidupan sehari-hari mereka.

Ruang kelas harus menjadi arena kontestasi atau pergulatan ide. Pemikiran tiap peserta didik harus dihargai oleh seluruh elemen kelas. Pembelajaran harus memicu peserta didik untuk menyampaikan gagasan. Masingmasing peserta didik harus terbiasa mendengarkan pendapat dari rekan sebayanya ataupun guru yang sedang menyampaikan argumentasinya.

Para peserta didik akan menghadapi zaman dengan permasalahan yang semakin kompleks. Kemungkinan untuk bertemu dengan masyarakat dengan status sosial ekonomi, budaya, dan agama lintas bangsa akan semakin terbuka. Sekat-sekat semakin terbuka.

Oleh karena itu, proses pendidikan di sekolah harus memberikan pemahaman akan komunikasi lintas budaya dan lintas agama kepada para peserta didik. Apresiasi lintas budaya, lintas agama, maupun lintas bangsa menjadi penting diinternalisasikan di sekolah agar peserta didik tidak alergi terhadap perbedaan.

Dengan pembiasaan dialog sejak di sekolah, harapannya para peserta didik akan menjadi individu-individu yang sadar bahwa kehidupan yang damai adalah sesuatu yang bisa diupayakan dan diciptakan. Mereka adalah cikal bakal pemimpin masa depan negeri ini. Tentu menjadi harapan bersama jika rasa aman dan damai selalu menyelimuti Indonesia, negeri yang sangat kita cintai.

Kegembiraan Anak Dalam Belajar

Kegembiraan Anak Dalam Belajar

Kegembiraan anak dalam belajar sebenarnya merupakan hak fundamental yang harus diberikan sepenuhnya. Kegembiraan bukan semata-mata memberikan mereka permainan di luar ketika mereka belajar tanpa tujuan yang jelas, melainkan sebuah cara yang menyatu dengan tujuan pembelajaran berjangka panjang. Banyak sekolah, misalnya, menghabiskan begitu banyak waktu untuk bermain.

Salah satu contoh kebosanan mereka dalam belajar dapat terlihat, misalnya, ketika jam belajar selesai. Semuanya bersorak dan ingin cepat pulang, atau ketika mereka mendapatkan hari libur. Semuanya merupakan penanda bahwa sekolah dan belajar merupakan kegiatan yang melelahkan, membosankan, bahkan menyebalkan. Jika kenyataan-kenyataan ini diperoleh anak-anak kita, apa yang akan terjadi dengan perkembangan jiwa mereka di masa datang.

Beberapa hasil riset tentang perkembangan mental dan kejiwaan anak-anak yang dialami ketika mereka belajar menunjukkan secara konsisten dan kuat bahwa kurangnya keceriaan dan kegembiraan dalam belajar berpengaruh terhadap kesuksesan masa depan seorang anak. 

Dalam laporan Center on the Developing Child (2007) ditunjukkan secara khusus bahwa efek belajar yang menggembirakan dapat meningkatkan kapasitas arsitektur otak anak, yaitu pada saatnya otak tersebut akan memberikan pengaruh yang baik dalam membentuk perilaku sosial dan emosi anak yang cerdas. Ini artinya, pengalaman belajar anak, jika terjadi secara benar, dapat membentuk jalan bagi tumbuhnya motivasi belajar secara benar.

Jika di masa depan kita menginginkan tumbuhnya karakter jujur dan kesalehan sosial yang kuat pada diri seorang anak, pendampingan terhadap proses belajar yang menggembirakan dan menyatu dengan tema yang diajarkan secara kontekstual penting dilakukan. Penelusuran secara longitudinal terhadap keberhasilan seorang anak menunjukkan jejak yang kuat bahwa pengenalan konsep ilmu dan pendampingan orang dewasa menjadi dua hal yang signifi kan untuk dilakukan secara benar.

Dengan demikian, belajar dengan gembira dan ceria yang terprogram dan terencana secara baik dan berkesinambungan harus ditata secara baik dan benar dalam sebuah rangkaian yang tidak terpisahkan dengan setiap bidang studi yang diajarkan (Schweinhart et al, 2005). Namun demikian, masih banyak kita lihat kesalahan fundamental terjadi dalam proses meletakkan kegembiraan dalam belajar.

Beberapa kesalahan itu terlihat dalam proses belajar yang lebih banyak didominasi tuntutan perkembangan kapasitas akademik anak sehingga anak tak memperoleh pengalaman belajar yang autentik berdasarkan konteks sosial dan budaya yang terjadi di tengah-tengah kehidupannya. Selain itu, tak sedikit dijumpai paradigma yang salah dari para pendidik yang memandang pengalaman belajar (learning experience) sebagai sebuah kondisi yang sepenuhnya di bawah kendali dan dipegang guru.