PRIDE HOMESCHOOLING

Jl.Markisa Blok A no. 11 Cinere Depok (021)754-555-8

PRIDE HOMESCHOOLING

Dengan mencari dan Berspekulasi maka kita akan belajar dan mendapatkan hal-hal yang baru

PRIDE HOMESCHOOLING

Jadikan buku adalah sahabat karibmu karena ia akan membimbingmu kearah kebaikan.

PRIDE HOMESCHOOLING

Pengetahuan akan membawa kita kepada kesempatan untuk membuat perbedaan

PRIDE HOMESCHOOLING

Menuliskan impian dan cita2mu secara tertulis terbukti membantu kamu untuk bisa mewujudkannya. So write down your dreams. Now!!!.

contact

foxyform

Kamis, 25 April 2019

Manfaat mengenalkan anak pada Alam

Mengajak anak untuk mengenal alam 

Mengenalkan anak pada alam perlu dilakukan sejak dini. Meski tak dipungkiri, tak semua anak 'beruntung' lahir dan tumbuh di lingkungan yang dekat dengan alam. Namun tetap saja, alam tak bisa dipisahkan dari kehidupan.

Child Mind pada Why Kids Need to Spend Time in Nature juga menyebutkan beberapa manfaat perlunya anak mengenal alam sebagai berikut ini:

Membangun Rasa Percaya Diri
Bermain di alam memberikan anak kesempatan untuk menjadi apa yang ia mau. Ia juga bebas berinteraksi dengan lingkungan yang memacunya untuk bisa mengendalikan tindakannya sendiri. Itulah modal penting agar anak bisa bertahan di kehidupan. Tak ayal, ia tumbuh sebagai sosok yang percaya diri.

Mengembangkan Kreativitas dan Imajinasi




Alam menyediakan beragam bentuk eksplorasi yang tak terbatas. Ada air, tanah, dan tumbuhan yang bisa dijadikan kreasi bagi anak. Membuat kuda-kudaan dari batang pisang contohnya.
Mengenal alam juga mengajarkan anak banyak pengetahuan dan pengalaman baru secara langsung. Entah itu tentang tumbuhan, hewan, atau lainnya yang berguna bagi kehidupan. 

Mengajarkan Tanggung Jawab
Meski bebas, anak juga harus diajarkan menjaga keseimbangan ekosistem alam. Si kecil harus mengerti bahwa alam tetap harus dijaga dan dirawat.
Anak belajar untuk menjadi bebas di alam, namun tak lupa tetap bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan pada alam. Maka dari itu, orang tua perlu membimbing anak.

Aktif Bergerak
Tak seperti bermain video game di rumah, anak akan lebih aktif bergerak saat bermain di alam. Ia tak lagi terpaku dan berdiam diri pada satu objek. Namun, bisa bergerak bebas dengan leluasa.
Selain melatih motorik kasar dan halusnya, aktif bergerak juga bisa menurunkan potensi obesitas, Moms.

Menghindarkan Stres 


Sebuah teori tentang pemulihan perhatian menyebut, lingkungan perkotaan menuntut suatu kondisi yang disebut perhatian terarah yang menguras perhatian dan otak. Sebaliknya, alam bisa menimbulkan perasaan senang dan mengurangi kelelahan.

Maka, tak ada salahnya Anda menjadikan kunjungan ke alam bersama anak sebagai agenda liburan menyenangkan penghilang stres.

Minggu, 21 April 2019

Menerapkan Pendekatan Saintifik Dalam Proses Belajar Anak

Penerapan Pendekatan Saintifik

Hasil gambar untuk Penerapan Pendekatan Saintifik

Penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran melibatkan keterampilan proses seperti mengamati, mengklasifikasi, mengukur, meramalkan, menjelaskan, dan menyimpulkan (M. Lazim, 2013:2). 
Hal tersebut sejalan dengan pemikiran Kemendikbud melalui Materi Diklat Guru Implementasi Kurikulum 2013 (2013: 2-5, diunduh dari www.puskurbuk.net) sebagai berikut.
Pendekatan ilmiah (scientific appoach) dalam pembelajaran sebagaimana dimaksud meliputi mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan membentuk jejaring (5M). Pendekatan ini merujuk kepada teknik-teknik investigasi atas suatu fenomena, cara memperoleh pengetahuan baru, atau mengoreksi dan memadukan dengan pengetahuan sebelumnya.

1) Mengamati
Metode mengamati mengutamakan kebermaknaan proses pembelajaran. Keunggulan metode mengamati adalah peserta didik senang dan tertantang dan mudah pelaksanaannya.

2) Menanya
Menanya menurut Kemendikbud mempunyai fungsi sebagai berikut:
(a) Membangkitkan rasa ingin tahu, minat, dan perhatian  peserta didik. 
(b) Mendorong dan menginspirasi peserta didik untuk aktif belajar, serta mengembangkan pertanyaan dari dan untuk dirinya sendiri. 
(c) Mendiagnosis kesulitan belajar peserta didik sekaligus menyampaikan ancangan untuk mencari solusinya. 
(d) Menstrukturkan tugas-tugas dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menunjukkan sikap, keterampilan, dan pemahamannya atas substansi pembelajaran yang diberikan. (e) Membangkitkan keterampilan peserta didik dalam berbicara, mengajukan pertanyaan, dan memberi jawaban secara logis, sistematis, dan menggunakan bahasa yang baik dan benar. 
(f) Mendorong partisipasi peserta didik dalam berdiskusi, berargumen, mengembangkan kemampuan berpikir,  dan menarik  simpulan. 
(g) Membangun sikap keterbukaan untuk saling memberi dan menerima pendapat atau gagasan, memperkaya kosa kata, serta mengembangkan toleransi sosial dalam hidup berkelompok. 
(h) Membiasakan peserta didik berpikir spontan dan cepat, serta sigap dalam merespon persoalan yang tiba-tiba muncul. 
(i) Melatih kesantunan dalam berbicara dan membangkitkan kemampuan berempati satu sama lain.


3) Mengumpulkan data/ Mengekplorasi
Mengumpulkan data artinya siswa diajak untuk mengumpulkan pengetahuan sebanyak dari berbagai sumber pengetahuan

4) Menalar
Penalaran adalah proses berfikir yang logis dan sistematis atas fakta empiris yang dapat diobservasi untuk memperoleh simpulan berupa pengetahuan. 
Aplikasi metode eksperimen atau mencoba dimaksudkan untuk mengembangkan berbagai ranah tujuan belajar, yaitu sikap, keterampilan, dan pengetahuan. 

5) Mengkomunikasikan
Situasi kolaboratif peserta didik akan dilatih berinteraksi dengan empati, saling menghormati, dan menerima kekurangan atau kelebihan masing-masing.

Sekian pembahasan mengenai pendekatan saintifik, semoga bermanfaat dan menambah wawasan bagi kalian.


Sumber referensi : http://metodepembelajaran10.blogspot.com

Senin, 15 April 2019

Latihan multisensorik untuk mengajarkan anak disleksia belajar baca tulis

Latihan multisensorik untuk membantu anak pengidap disleksia belajar baca tulis

Image result for Latihan multisensorik untuk membantu anak pengidap disleksia belajar baca tulis


Latihan multisensorik adalah cara mengajar yang melibatkan lebih dari satu indra dalam satu waktu. Bagi anak-anak yang memiliki kesulitan membaca, mungkin akan terasa sulit untuk memperhatikan semua detail dalam kosakata baru, terutama jika kata tersebut memiliki ejaan yang tidak biasa. Dengan penggunaan penglihatan, pendengaran, gerakan dan sentuhan, teknik ini dapat sangat membantu proses belajarnya. Berikut adalah beberapa dari banyak contoh latihan multisensory yang bisa digunakan untuk membantu anak yang kesulitan membaca:

1. Ajarkan mendetail

Pertama, ajarkan anak dengan menunjukkan satu kata, misalnya  “beruang” dan bacakan untuknya dengan suara yang jelas dan lantang. Kemudian, minta ia untuk coba mengeja huruf pembentuk kata tersebut. Tanyakan huruf hidup apa saja yang ia lihat, huruf apa yang ia lihat di awal, tengah, dan akhir kata. Hal ini akan membantunya untuk menganalisis kosakata tersebut dan memprosesnya dengan terinci.

2. Menggunakan pasir atau krim

Kegiatan ini melibatkan indra penglihatan, sentuh, gerakan, dan suara untuk anak bisa menghubungkan huruf dan suara. Mulai dengan menebarkan segenggam pasir atau sesendok besar krim cukur (atau whipping cream) di atas kertas atau meja.
Kemudian, minta si kecil untuk membuat kata “beruang” menggunakan jari mereka di atas pasir atau krim tersebut. Selagi mereka menulis, minta ia untuk mengeja bunyi setiap huruf yang ia buat, dan coba untuk membaurkan setiap suara tersebut bersama-sama untuk menyebutkan “beruang” dengan keras dan jelas.

3. Menulis di udara

Menulis di udara akan memperkuat hubungan antar suara dan setiap huruf melalui “memori otot”. Hal ini juga dapat membantu memperkuat anak untuk bisa membedakan bentuk huruf yang membingungkan, misalnya “b” dan “d”. Ajarkan anak menggunakan dua jari — telunjuk dan jari tengah — untuk membuat huruf imajinasi di udara, sambil menjaga siku dan pergelangan tangan tetap lurus. Setiap kali ia membuat satu huruf di udara, minta ia untuk mengeja bunyi huruf tersebut dengan keras.
Aktivitas ini juga akan membantu mereka untuk membayangkan bentuk huruf yang mereka tulis. Anda mungkin bisa melakukan improvisasi dengan meminta si kecil mengasosiasikan penulisan huruf dengan warna tertentu, misalnya merah untuk “b”, kuning untuk “d”.

4. Menggunakan balok huruf

Menyusun suatu kata dengan balok mainan warna-warni berbentuk huruf dapat membantu anak untuk menghubungkan suara dengan huruf. Untuk meningkatkan latihan si kecil, Anda bisa mengkategorikan warna yang berbeda untuk kelompok huruf hidup dan huruf konsonan, merah dan biru, misalnya.
Selagi mereka menyusun kata, minta mereka untuk mengeja bunyi huruf-huruf tersebut, kemudian minta ia untuk mengatakan kata utuhnya dengan jelas setelah ia selesai menyusun kata.

5. Baca, Susun, tulis

Dengan selembar kertas karton, buat tiga kolom: Baca, Susun, dan Tulis. Kemudian, sediakan spidol dan balok huruf warna-warni.
Tuliskan kosakata yang ingin Anda latih di kolom Baca dan minta anak Anda untuk melihat huruf-huruf pembentuk kata tersebut. Kemudian, si kecil akan menyusun kata tersebut di kolom Susun menggunakan balok huruf. Terakhir, minta ia untuk coba menuliskan kata tersebut di kolom Tulis sambil membacakannya dengan lantang.

6. Ketukan jari

Menggunakan ketukan jari saat mengeja huruf mengajarkan anak untuk merasa, meraba, dan mendengar bagaimana huruf-huruf tertentu bisa membentuk satu kata, beserta bunyi keseluruhannya.
Misalnya, kata “Budi”. Minta anak untuk mengetukkan jari telunjuk ke ibu jarinya saat mereka mengucapkan huruf “b”, ketukkan jari tengah dengan ibu jari saat mengucapkan huruf “d”, jari manis dengan ibu jari saat mengucapkan “u”, dan kelingking untuk huruf “i”.

7. Bantuan gambar

Untuk beberapa anak, mengingat kata akan lebih mudah jika mereka menghubungkannya dengan suatu gambar. Berikut salah satu cara untuk menyiasatinya:
Tuliskan kata yang ingin dilatih pada kedua sisi kertas, misalnya kata “dua”. Pada satu sisi, Anda bersama si kecil bisa menggambar langsung pada kata tersebut (misalnya, menambahan dua buah mata di atas huruf U untuk menggambar wajah tersenyum; atau menggambar angsa yang melambangkan bentuk angka “2”). Menggunakan kata berilustrasi ini, latih si kecil untuk mengasosiasikan kata tersebut dengan gambar dan huruf-huruf pembentuknya — dua pasang mata untuk mewakili kata “dua”. Ketika anak Anda mulai lancar untuk membaca dengan cepat dan lebih mudah, alihkan latihan ke sisi lainnya dimana hanya ada teks kata “dua”.

8. Buat dinding kosakata

Untuk kata-kata yang sering terlihat atau dipakai dalam sebuah kalimat utuh, misalnya “saya”, “di”, “ke”, “dari”, dan cetaklah kata-kata ini dalam ukuran besar dan berwarna-warni, kemudian tempelkan dalam urutan alfabetik di dinding kamar anak Anda.
Secara otomatis bisa mengenali sejumlah kosakata dapat membantu anak lebih cepat tanggap, menjadi pembaca yang lebih lancar. Paparan yang berulang adalah kunci sukses untuk Anda berdua.
Dinding kosakata memberikan anak paparan ekstra untu kosakata-kosakata penting ini. Dinding khusus ini juga memberikan akses cepat terhadap kosakata tertentu yang mungkin mereka butuhkan selama aktivitas membaca atau menulis.

9. Membaca dan mendengarkan

Dalam kegiatan ini, Anda dan anak akan terlibat bersama-sama dalam membaca. Anda bisa membacakan cerita padanya sambil ia juga memperhatikan kalimat-kalimat dalam buku tersebut. Mereka bisa berinterasi dengan teks, menggarisbawahi kosakata penting atau membulatkan kosakata yang panjang atau pendek.
Selama membaca bersama, anak Anda juga bisa menulis ulang atau menggambar visualisasi yang bisa ia hubungkan dengan kata tersebut untuk mencocokkan kalimat.
Ada banyak alat dan strategi lainnya yang sama baiknya dalam membantu anak Anda lebih lancar untuk menulis-membaca. Mungkin akan membutuhkan beberapa percobaan kanan-kiri bagi Anda untuk mencari tahu mana yang terbaik bagi anak Anda. Yang paling penting adalah usaha dan dukungan yang konsisten dari orang-orang di sekitarnya untuk meningkatkan rasa percaya diri anak untuk terus belajar.

Cara Mengajari Anak Membaca dan Menulis Dengan Cepat

Cara Cepat Mengajari Anak Membaca dan Menulis


                                
Kemampuan membaca si kecil akan semakin terasah, manakala Anda sering mengenalkan buku dalam setiap aktivitasnya. Anda juga perlu menciptakan suasana yang menarik agar si kecil bisa lebih semangat saat menjalani proses belajar membaca.  Setelah kenyamanan dapat Anda hadirkan, berikutnya tinggal menerapkan langkah yang mudah untuk mengajarinya. Secara lebih lengkap dapat Anda perhatikan dalam ulasan di bawah ini.

Fonem atau Bunyi Bahasa
Sebelum anak-anak dapat belajar membaca dan memahami kata-kata, kenalkan dia dangan dasar-dasar membaca yang baik. Pahamkan si kecil dengan kata berima dan bersuku kata mirip. Misalnya saja, kata 'beras' dan 'peras' atau kata 'lari' dan 'duri'. Sementara untuk kata berima, bisa Anda kenalkan lewat pantun yang memiliki bunyi akhiran sama.

Kosakata
Anak akan lebih mudah membaca suatu kata, jika kata tersebut sudah familiar baginya. Bantu si kecil menambah kosakata dengan sering mengajaknya berkomunikasi dan membacakan cerita. Langkah ini akan membuat anak lebih mudah menyerap berbagai kosakat baru.

Kelancaran Membaca
Jika anak Anda belum lancar membaca, biarkan si kecil mempelajarinya dengan perlahan.  Dampingi si kecil dan beri pujian saat anak berhasil membaca satu kalimat. Anda juga bisa membantu si kecil dengan menirukan kalimat yang Anda ucapkan. Dengan begitu, akan lebih memudahkan proses berpikir anak tatkala memahami sebuah kata.

Pemahaman Isi Bacaan
Setelah anak belajar membaca, tahan dulu agar si kecil tidak terburu-buru menutup buku. Minta anak Anda untuk menceritakan kembali isi cerita yang telah dibacanya, minimal inti dari cerita. Anda bisa meminta si kecil menyebutkan nama tokoh, nama tempat dan kejadian yang paling seru dalam cerita. Melalui cara ini, logika anak dapat terangsang dengan baik.


Sumber referensi : parentingclub.co.id

Kamis, 11 April 2019

CIRI-CIRI KARAKTER ANAK YANG TERKENA BULLY

Karakter-karakter tertentu pada anak yang biasanya menjadi korban bullying

                                Hasil gambar untuk Karakter-karakter tertentu pada anak yang biasanya menjadi korban bullying

Karakter-karakter tertentu pada anak yang biasanya menjadi korban bullying, misalnya:
• Sulit berteman
• Pemalu
• Memiliki keluarga yang terlalu melindungi
• Dari suku tertentu
• Cacat atau keterbatasan lainnya
• Berkebutuhan khusus
• Sombong, dll.

Anak yang menjadi korban biasanya merasa malu, takut, tidak nyaman. Sehingga untuk membuat ia kembali mampu menjalani kegiatannya sehari-hari seperti biasa, ia harus dibekali dengan “tools” yang membuat ia yakin bahwa ia akan mendapatkan pertolongan. Ia harus tahu dan percaya bahwa guru kelas dan temannya akan membantu, misalnya. Atau ia kemudian mendapatkan teman selama jam istirahat atau kegiatan di luar kelas.
Rasa percaya dirinya kembali dipupuk dengan memusatkan perhatian pada hal-hal yang menjadi kelebihan dan potensinya. Yang terakhir ini biasanya berjakan dengan sendirinya jika rasa aman sudah kembali dimiliki.

Bullying terjadi ketika seseorang merasa teraniaya, takut, terintimidasi, oleh tindakan seseorang baik secara verbal, fisik atau mental. Ia takut bila perilaku tersebut akan terjadi lagi, dan ia merasa tak berdaya mencegahnya. (Andrew Mellor, antibullying network, univ. of edinburgh, scotland)
Perilaku bullying di institusi pendidikan bisa terjadi oleh siswa kepada siswa, siswa kepada guru, guru kepada siswa, guru kepada guru, orang tua siswa kepada guru atau sebaliknya, dan antarcivitas akademika di institusi pendidikan/sekolah.

Selasa, 09 April 2019

Pilihan Waktu yang Tepat Untuk Belajar

3 Waktu Terbaik untuk Belajar

                              

Siapapun kamu pasti punya waktu favorit untuk belajar. Tak peduli siswa, mahasiswa, atau guru pasti ada saat-saat dimana ketika membaca buku atau menghafal teks bisa langsung fokus dan mudah merekamnya ke dalam otak. Semua orang menyadari bahwa ada waktu tertentu dimana ia merasa itulah waktu terbaik untuk belajar.

Nah bagi kamu yang masih bingung menentukan kapan waktu yang tepat buat belajar, disini saya akan membagikan saat yang tepat dan kiranya bisa kamu agendakan untuk menghafal pelajaran, membaca buku, meringkas materi, atau aktivitas belajar lain.

(3) Jam 7 sampai 9 malam

Ini adalah waktu yang umum dipakai anak sekolah buat belajar di rumah. Meski sudah jadi tradisi, tak banyak yang tahu alasan memilih waktu ini. Tahu kenapa?
Sebab setelah belajar nanti kita akan beristirahat penuh.

Diharapkan setelah otak terkuras, lalu kita tidur, keesokan harinya otak mampu merefresh apa yang sudah dipelajari tadi malam. Beda halnya kalau setelah belajar kamu masih melakukan aktivitas lain, seperti main game, nonton tv, bahkan begadang sampai malam menjadikan hasil belajar yang kamu lakukan tidak maksimal.

Selain itu juga mengurangi daya ingat otak keesokan harinya. Jadi, usahakan setelah belajar langsung istirahat (tidur).

2) Jam 7 sampai 10 pagi

Di Indonesia dan hampir seluruh negara di dunia menggunakan waktu pagi untuk memulai kegiatan sekolah. Apa alasannya?
Karena di waktu seperti ini otak masih dalam keadaan segar dan belum banyak aktivitas yang dilakukan sebelumnya. Kamu yang pernah masuk sekolah di jam siang (moving class) tentu sudah merasakan bedanya. Kalau masuk siang, kamu akan sulit fokus karena di pagi hari sudah banyak kegiatan yang kamu lakukan.

1) Jam 3 sampai 5 pagi

Nah, di peringkat pertama sebagai waktu terbaik buat belajar adalah pas dini hari mulai jam 3. Kamu setuju? Kalau tidak menjawab, berarti kamu belum pernah melakukannya.

Siapapun sadar bahwa ini adalah saat terbaik terutama untuk menghafal pelajaran. Suasana yang sepi ditambah otak yang masih fresh selepas istirahat menjadi alasan kenapa banyak orang menyukai waktu ini. Bahkan dalam kondisi masih mengantuk sekalipun, kalau kamu memaksa diri buat menghafal maka hasilnya jauh lebih maksimal dibanding waktu lain.

Selain tahu kapan saja waktu yang pas buat belajar, ada baiknya kamu juga tahu kapan waktu larangan untuk belajar. Bukan larangan sih sebenarnya, tapi kalau kamu memaksakan diri untuk belajar di waktu ini, jangan harap hasilnya bisa maksimal.

Waktu yang dimaksud adalah saat tubuh sudah lelah. Hal ini kelihatannya sederhana, dan sering disepelekan banyak pelajar dan mahasiswa. Bahkan kita mengenal plesetan “SKS”, Sistem Kebut Semalam. Istilah yang menunjuk siswa yang menyelesaikan tugas hanya dalam tempo semalam, bisa sampai tengah malam, bisa sampai pagi hari.

Sumber referensi : panduanmengajar.com

Senin, 08 April 2019

5 Tanda Seseorang Memiliki Bakat Berbisnis

Ciri-ciri seseorang yang punya bakat berbisnis


Melihat perkembangan ekonomi terutama di bidang bisnis, sepertinya semakin banyak orang yang berhasil menjalankan bisnis dengan hasil yang mengesankan.

Kita yang mungkin masih awam dalam hal bisnis sekilas bertanya, mungkin mereka memang berbakat dalam hal bisnis sehingga usaha yang mereka lakukan akan berakhir dengan sukses.

Bisa dibilang sebagian besar pengusaha yang sukses memang pandai dalam menjalankan usaha atau bisnisnya tersebut. Selain itu, mereka juga memang berbakat dan bakatnya ini sudah ada dalam dirinya sejak ia masih kecil.

Jika ingin mengetahui, apakah di dalam diri Anda terdapat bakat untuk berbisnis, sebaiknya lakukan evaluasi diri dan kenali potensi diri. Dengan begitu Anda akan mengetahui bakat apa yang dimiliki.
Secara umum, tanda seseorang yang memiliki bakat berbisnis akan terlihat pada dirinya, berikut ulasanya:

1. Selalu Bersemangat
Menjalankan bisnis dari nol hingga bisa mencapai kesuksesan tentu tidak mudah dan memerlukan proses yang cukup panjang. Untuk menjalaninya Anda harus memiliki sikap semangat dan bekerja keras, karena dalam bisnis ini memang sangat diperlukan.
Kita harus selalu bersemangat untuk menciptakan inovasi baru dalam bisnis, dan terus bekerja keras untuk mencapai tujuan. Jika tidak memiliki keduanya, maka semangat yang dirasakan mungkin hanya di awal saja.
Jika sikap yang muncul malah merasa malas, tidak bersemangat, cepat bosan, dan mudah menyerah, maka ini salah satu tanda Anda memang tidak berbakat dalam bisnis. Anda mungkin kurang cocok jadi pebisnis.

2. Pandai Berkomunikasi
Seorang pengusaha juga harus pAndai berkomunikasi, ini merupakan bakat yang juga mudah dilihat dari sisi seseorang. Bisnis akan banyak terhubung dengan banyak pihak, termasuk dengan pelanggan.
Oleh karena itu, milikilah bakat komunikasi yang baik dan ramah, serta mudah dimengerti oleh semua orang. Komunikasi bisnis yang baik akan berpengaruh terhadap perkembangan bisnisnya.

3. Memiliki Banyak Ide
Sebuah bisnis juga berjalan disertai dengan Ide yang kreatif. Ide kreatif akan memberikan sentuhan baru pada bisnis yang sedang di jalankan. Ide kreatif juga harus dimiliki saat mengambil keputusan dalam bisnis itu sendiri.

4. Selalu Menimba Ilmu
Berbisnis tidak hanya masalah menjual produk dan mendapatkan keuntungan saja. Untuk bisnis yang lebih kuat dan dapat berlangsung lama, bisnis perlu dipelajari.
Pastikan Anda selaku pengusaha harus menimba banyak ilmu tentang bisnis yang dijalankan. Dengan menimba ilmu lebih dalam lagi, keahlian kita sebagai pebisnis juga akan lebih maksimal.

5. Rendah Hati dan Dermawan
Sifat rendah hati dan dermawan juga penting untuk dimiliki oleh para pebisnis. Bakat seperti ini sepertinya tidak semua orang memilikinya, namun sebaiknya pebisnis yang sejati, adalah yang rendah hati dan dermawan.
Kebanyakan pebisnis sukses adalah orang yang rendah hati sikapnya dan juga dermawan terhadap sesama.

Bakat Berbisnis Bisa Diasah
Tidak semua bakat tadi merupakan alami dan ada sejak lahir. Beberapa bakat yang muncul juga bisa maksimal karena memang diasah.
Seseorang yang membiasakan untuk menjalani sikap tadi, secara otomatis akan terasah dan akhirnya menjadi bakat yang tertanam dalam dirinya.

Jumat, 05 April 2019

Nilai pendidikan dari api unggun diantaranya

MAKNA API UNGGUN DALAM PENDIDIKAN
Sejak zaman dahulu nenek moyang kita tidak akan pernah melupakan api unggun sebagai penghangat badan dan pengusir binatang buas. Disamping itu api unggun juga berguna sebagai media pertemuan untuk musyawarah, menghakimi pelanggaran, bergembira, pesta dan Pembinaan.
Cara berapi unggun nenek moyang kita itu perlu ditumbuh kembangkan dalam kegiatan Kepramukaan sebagai alat pendidikan. Bahan yang diperlukan dalam api unggun ialah kayu. Api unggun dalam pramuka merupakan salah satu bentuk kegiatan dialam terbuka khususnya pada malam hari. Api unggun sebagai kegiatan dialam terbuka dapat mengembangkan aspek-aspek kejiwaan pada peserta didik, sehingga tepat kiranya jika dikatakan bahwa api unggun merupakan suatu alat pendidikan.

Api unggun bukan sebagai alat penyembahan atau untuk disembah. pandangan itu tidak sesuai dengan nilai-nilai yang ditanamkan dalam dasa dharma pramuka kesatu yakni "Takwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa". Nilai pada dasa dharma pertama jelas menggambarkan bahwa api unggun bukan sebagai alat untuk disembah oleh pramuka. namun, didalamnya terdapat berbagai macam nilai-nilai yang ditanamkan. menilik metode pengajaran pramuka yang salah satu isinya menggambarkan bahwa kegiatan kepramukaan dilakukan dialam bebas.  

Api unggun dapat diikuti oleh pramuka penggalang, penegak dan pandega. Pramuka siaga tidak diperkenankan mengadakan kegiatan Api unggun, karena :
  1. Cuaca malam hari di alam terbuka sangat rawan bagi kesehatan anak usia siaga
  2. Anak usia siaga belum mampu mengendalikan diri sehingga sangat menghawatirkan bila mngikuti Api unggun.
  3. Kegiatan pengganti api unggun untuk siaga dapat dilaksanakan pada siang hari dalam bentuk peseta siaga, panggung gembira, gerak, lagu dan sebagainya
Nilai pendidikan dari api unggun diantaranya :
  1. Mempererat persaudaraan
  2. Memupuk kerja sama (gotong royong)
  3. Menambah rasa keberanian dan kepercayaan diri
  4. Membuat suasana gembira dan kebebasan
  5. Mengembangkan bakat dan kreatifitas
  6. Memupuk disiplin bagi pelaku dan penonton
Nilai-nilai diatas jelas sangat besar manfaatnya. Teraplikasikan dalam kegiatan api unggun dari mulai persiapan pembuatan api unggun hingga ke pertunjukan-pertunjukan yang ditampilkan setelah api unggun.