PRIDE HOMESCHOOLING

Jl.Markisa Blok A no. 11 Cinere Depok (021)754-555-8

PRIDE HOMESCHOOLING

Dengan mencari dan Berspekulasi maka kita akan belajar dan mendapatkan hal-hal yang baru

PRIDE HOMESCHOOLING

Jadikan buku adalah sahabat karibmu karena ia akan membimbingmu kearah kebaikan.

PRIDE HOMESCHOOLING

Pengetahuan akan membawa kita kepada kesempatan untuk membuat perbedaan

PRIDE HOMESCHOOLING

Menuliskan impian dan cita2mu secara tertulis terbukti membantu kamu untuk bisa mewujudkannya. So write down your dreams. Now!!!.

contact

foxyform

Selasa, 24 Oktober 2017

Apa yang anda pikirkan tentang homeschooling?

Apa yang anda pikirkan tentang homeschooling?

Mungkin sebagian banyak orang berpikir “homeschooling” adalah  tempat sekolah anak-anak yang berkebutuhan khusus, tapi kenyataannya homeschooling adalah wadah untuk menjaring anak yang memiliki bakat khusus yang terkadang tidak cocok dengan sekolah formal. Berdasarkan data yang diperoleh dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), ada 11.000 anak usia sekolah yang memilih homeschooling atau metode belajar di rumah daripada berada di sekolah formal seperti anak pada umumnya.
Karena pada dasarnya, semua tergantung bagaimana anak dididik dan bina, termasuk untuk peran orang tua, dalam mendidik anak tidak ada perbedaan mendasar. Hal itu dikarenakan orang tua menerapkan pilihan untuk homeschooling berdasarkan pertimbangan tersendiri.Untuk pergaulan di lingkungan dan masyarakat, tidak ada masalah mendasar karena homeschooling tidak mengikat.
Sebab peraturan tentang homeschooling terdapat dalam Undang-Undang Mendikbud nomor 129/ 2014, pasal satu berisi tentang peraturan pendidikan formal dan informal tetapi belum terdapat standar pendidikan.
Kami berharap orang tua akan sadar pada potensi homeschooling sebagai solusi bagi anak yang mendapatkan berbagai macam perlakuan diskriminasi dan tidak betah di sekolah mendapat jalan keluar. Update terus tentang homeschooling di: www.pridehomeschooling.com / www.pridehomeschooling.blogspot.co.id

Senin, 23 Oktober 2017

MENGENALI MACAM - MACAM KARAKTERISTIK ANAK

Mari ketahui macam-macam karakteristik anak sejak dini 

Bicara karakteristik, mulai dari anak-anak, remaja, dan dewasa selalu memiliki karakteristik yang berbeda. Bahkan anak yang kembar sekalipun yang berasal dari orang tua yang sama tidak mempunyai karakteristik yang sama pula. Untuk orang tua harus lebih bersabar menghadapi anak-anak yang memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
Inilah beberapa karakteristk yang ada pada anak usia dini :
1. Realistis
Anak yang memiliki karakteristik seperti ini adalah anak yang menyukai benda-benda nyata. Anak ini akan lebih bisa memahami dengan cara diberikan contoh dari benda-benda yang nyata agar anak tidak menerawang atau hanya berangan-angan.Ciri : karakteristik anak realistis adalah mereka menyukai hal-hal yang nyata; jelas;  sistematis dan objektif, tidak begitu menyukai hal-hal formal, selalu mendahulukan hasil, tidak suka bertele-tele.
2. Investigatif
Ciri-ciri anak yang memiliki karakteristik investigasi adalah :
  • Mengedepankan observasi (pengamatan),
  • Suka mempermasalahkan perbedaan
  • Selalu ingin tau
  • Tidak suka dengan aktivitas sosial
  • Tidak suka dengan aktivitas yang diulang-ulang
  • Tida suka mempengaruhi orang lain
3. Artistik
Ciri – ciri anak artistik adalah ;
  • Menyukai hal-hal yang bebas
  • Kemampuan akademiknya rendah
  • Ambigu
  • Menyukai hal yang berubah-ubah
  • Tidak suka hal yang terstruktur
4. Sosial
Anak yang memiliki karakteristik sosial adalah anak yang mempunyai kelebihan dalam berinteraksi  dengan sesama, dia memilki jiwa sosial yang tinggi. Anak yang bersifat sosial lebih mementingkan kepentingan umum daripada pribadi.
5. Wirausahawan
6. Konvensional
Ciri – ciri :
  • Sangat sistematis
  • Sangat eksplisit
  • Sangat terstruktur
  • Sangat menaati aturan
Inilah beberapa karakteristik anak usia dini yang perlu diketahui, untuk para orang tua jangan salahkan anak yang sering membuat jengkel , karena setiap anak mempunyai karakateristik berbeda dan kelebihan masing-masing.

Minggu, 22 Oktober 2017

'Homeschooling',Memaknai kebebasan dalam belajar

Bebas belajar bukan berarti tanpa aturan

Jika anda pernah mendengar bahwa homeschooling adalah pendidikan bebas, maka jangan salah dalam memaknainya, yang dimaksud bukanlah suatu pendidikan ke arah anarki: 
suatu sistem yang bebas dari peraturan yang perlu untuk kehidupan bermasyarakat. Bukan pula suatu sistem yang merestui segala penyelewengen dari nilai-nilai yang di cita-citakan, melainkan terutama adalah suatu sikap dalam usaha kami, para pendidik bersama peserta didik, untuk bersama-sama mencari pengarahan dalam tindak-tanduk, berlandas pada pengakuan bahwa karunia manusia yang paling asasi dan luhur adalah kebebasannya yang harus diprioritaskan dalam proses pembentukan kepribadian dan perkembangan otak anak.

Dalam kesadaran tersebut, para pengajar Pride Homeschooling berprinsip bahwa mereka tidak hanya menyampaikan bahan pelajaran saja (mengajar), tetapi sekaligus mendidik. Artinya, menolong, membantu mencarikan pengarahan kepada anak didik supaya dapat menemuakan jati dirinya dalam mewujudkan cita-citanya dan masa depan yang gemilang baginya.
 
Kebebasan juga mengalami perkembangan dan karenanya harus diberi kesempatan untuk berkembang. Memberikan kesempatan kepada anak didik untuk mengembangkan kesanggupan/kemampuan asasi ini berarti mengajak mereka untuk secara bebas menjatuhkan sendiri pilihan berdasarkan minat dan bakatnya demi mewujudkan cita-citanya dan saling mengekspresikan dan kemampuannya masing-masing di sekolah.
Oleh karena itu bebas bukan berarti tanpa aturan,akan tetapi bebas disini ialah: 
bebas dalam kejujuran atau jujur dengan bebas, bebas dalam perbuatan sosial atau berbuat sosial dengan bebas, dan seterusnya.Bebas dalam berteman,bebas dalam mengekspresikan hobi dan bakatnya.