PRIDE HOMESCHOOLING

Jl.Markisa Blok A no. 11 Cinere Depok (021)754-555-8

PRIDE HOMESCHOOLING

Dengan mencari dan Berspekulasi maka kita akan belajar dan mendapatkan hal-hal yang baru

PRIDE HOMESCHOOLING

Jadikan buku adalah sahabat karibmu karena ia akan membimbingmu kearah kebaikan.

PRIDE HOMESCHOOLING

Pengetahuan akan membawa kita kepada kesempatan untuk membuat perbedaan

PRIDE HOMESCHOOLING

Menuliskan impian dan cita2mu secara tertulis terbukti membantu kamu untuk bisa mewujudkannya. So write down your dreams. Now!!!.

contact

foxyform

Minggu, 22 Oktober 2017

'Homeschooling',Memaknai kebebasan dalam belajar

Bebas belajar bukan berarti tanpa aturan

Jika anda pernah mendengar bahwa homeschooling adalah pendidikan bebas, maka jangan salah dalam memaknainya, yang dimaksud bukanlah suatu pendidikan ke arah anarki: 
suatu sistem yang bebas dari peraturan yang perlu untuk kehidupan bermasyarakat. Bukan pula suatu sistem yang merestui segala penyelewengen dari nilai-nilai yang di cita-citakan, melainkan terutama adalah suatu sikap dalam usaha kami, para pendidik bersama peserta didik, untuk bersama-sama mencari pengarahan dalam tindak-tanduk, berlandas pada pengakuan bahwa karunia manusia yang paling asasi dan luhur adalah kebebasannya yang harus diprioritaskan dalam proses pembentukan kepribadian dan perkembangan otak anak.

Dalam kesadaran tersebut, para pengajar Pride Homeschooling berprinsip bahwa mereka tidak hanya menyampaikan bahan pelajaran saja (mengajar), tetapi sekaligus mendidik. Artinya, menolong, membantu mencarikan pengarahan kepada anak didik supaya dapat menemuakan jati dirinya dalam mewujudkan cita-citanya dan masa depan yang gemilang baginya.
 
Kebebasan juga mengalami perkembangan dan karenanya harus diberi kesempatan untuk berkembang. Memberikan kesempatan kepada anak didik untuk mengembangkan kesanggupan/kemampuan asasi ini berarti mengajak mereka untuk secara bebas menjatuhkan sendiri pilihan berdasarkan minat dan bakatnya demi mewujudkan cita-citanya dan saling mengekspresikan dan kemampuannya masing-masing di sekolah.
Oleh karena itu bebas bukan berarti tanpa aturan,akan tetapi bebas disini ialah: 
bebas dalam kejujuran atau jujur dengan bebas, bebas dalam perbuatan sosial atau berbuat sosial dengan bebas, dan seterusnya.Bebas dalam berteman,bebas dalam mengekspresikan hobi dan bakatnya.
 
 
  

Rabu, 18 Oktober 2017

Bentuklah rasa percaya diri pada anak anda sejak dini

Membentuk karakter percaya diri pada anak anda  bersama homeschooling


Mendidik anak agar percaya diri bukanlah pekerjaan yang mudah. Diperlukan strategi dan pengasuhan yang baik agar anak bisa tumbuh dengan tingkat kepercayaan diri yang mantap. Karena setiap orang tua berharap anaknya aktif dengan percaya diri bukan minder ataupun penakut.

Percaya diri pada anak bisa dibangun dan dibina sejak anak usia dini. Oleh karena itu dibutuhkan cara dan tips khusus agar keberhasilan anak menjadi anak yang percaya diri bisa dicapai secara maksimal. Kuncinya sangat sederhana yang terpenting adalah fokus dan ulet serta tekun. Apa saja cara dan trik yang diterapkan agar anak tumbuh percaya diri sejak kecil?
Berikut beberapa cara untuk mendidik anak lebih percaya diri:
 

1. Bicara dengan anak dan cari tahu masalahnya
Komunikasi yang efektif itu penting untuk membangun hubungan sehat dan langgeng. Anak Anda mungkin bingung dan takut serta memiliki banyak pertanyaan tentang dunia ini. Anak-anak bisa saja merasa tidak bisa dan merasa tidak aman dengan tubuhnya atau diintimidasi. Hal ini penting untuk membangun kepercayaannya dan membiarkan anak memberitahu Anda mengapa ia merasa tidak yakin dengan dirinya sendiri sehingga Anda bisa bekerja sama untuk mencari solusinya.

2. Bantu anak menemukan kegiatan yang ia senang 
Cari tahu apa bakat alami anak Anda dan bantulah agar ia terlibat dalam kegiatan yang paling menyenangkan untuknya. Menari, melukis, bermain musik, atau sesuatu yang lebih pragmatis seperti matematika semuanya adalah pilihan yang baik. Hanya saja, pastikan anak Anda termotivasi.
3. Jadilah pemaaf kepada orang lain, tunjukkan anak Anda bahwa kasih sayang merupakan kebaikan
Dengan berlatih memaafkan, Anda membiarkan anak Anda tahu bahwa apapun yang mereka salah karena sejumlah alasan, itu baik-baik saja. Hal ini juga menunjukkan kepada mereka bahwa meskipun orang terkadang berdebat dan perasaannya terluka, cobalah berempati dan berkompromi. Anak Anda akan mempelajarinya dari Anda dan mulai berlatih memaafkan dalam kehidupan sehari-hari.

4. Ajarkan anak menetapkan cita-cita yang dicapai
Bukan ide yang baik memberikan pujian sepanjang waktu kepada anak Anda dan berikan mereka gambaran yang realistis dari diri mereka serta kemampuannya. Biarkan mereka memilih, tapi tawarkan alternatifnya. Bantu anak-anak Anda merumuskan beberapa tujuan jangka pendek yang mudah dicapai dengan kerja keras dan tujuan yang lebih kecil untuk jangka panjang tapi masih dalam jangkauan.

5. Ajarkan anak bagaimana teratur dan belajar untuk hasil terbaik 
Seorang anak membutuhkan keseimbangan yang baik antara belajar, melakukan tugas mereka, dan bersenang-senang. Keseimbangan itu hanya bisa dicapai dengan mengatur waktu secara efektif.Anda bisa mencoba membuat belajar menjadi menyenangkan dengan film, video game, atau contoh-contoh praktis, yang bisa memberikan keajaiban agar anak-anak tertarik.
Rasa percaya diri pada anak tidaklah datang sendiri. Anak yang memiliki bakat namun tidak pernah diasah dan dibina maka akan sangat mustahil kemampuannya akan berkembang dengan baik. Namun ketika anak hanya memiliki kemampuan yang biasa saja akan tetapi senantiasa diasah, niscaya kemampuannya akan bisa melebihi anak yang berbakat. Perlu diingat bahwa masa kecil anak sangat berperan dalam pembentukan rasa percaya diri anak terutama ketika nanti anak sudah menginjak usia dewasa.

Selasa, 17 Oktober 2017

Kita orangtua dalam mendidik anak yang shaleh


Kita orangtua dalam mendidik anak yang shaleh


Anak yang shaleh atau shalehah tentunya menjadi impian besar bagi para orangtua.Nah,untuk mewujudkan mimpi tersebut berikut saya berbagi tips kiat mendidik anak shaleh atau shalehah :

Mulailah dari diri orangtua sendiri. Bila diri sendiri tidak bisa kita salehkan, apalagi orang lain. Jadi, modal menyalehkan orang lain berawal dari menyalehkan diri sendiri.
 
Tidak berlaku kasar kepada anak. Karena anak mengalami masa khawas, sehingga apa yang pernah dia lihat atau dengar akan jadi sugesti untuk dipraktikkan. Berlaku kasar sama dengan mencontohkan anak untuk berbuat kasar.

Tumbuhkan percaya diri dan tidak menghina atau mengkritik anak. Ini karena modal seseorang bisa berkarya adalah sikap percaya terhadap kemampuan yang dimilikinya.

Tanamkan kemandirian dan hindari over protective. Kemandirianlah yang membuat anak bisa totalitas mengembangkan potensi dirinya. Pola asuh over protective menyebabkan anak lemah dan senantiasa bergantung kepada orang lain.


Kembangkan kecakapan anak, supaya anak bisa bersaing dengan sehat karena tahu dengan kemampuannya.



Biarkan anak bermain, supaya tidak ada ekspresi terpendam dan tidak tersalurkan, yang bisa menjadi bom waktu dan pada saatnya meledak. Jika ini terjadi, tentunya berdampak tidak baik bagi anak dan lingkungannya.

Tegakkan peraturan di rumah. Ini karena hidup bebas hanya menghadirkan masa depan yang bebas pula, sehingga tidak jelas tujuan anak di masa depan.

Kokohkan tanggung jawab dalam diri anak. Hindari memerintah karena bisa menyebabkan anak mencuri-curi kesempatan. Maka yang kita lakukan adalah membangun sikap tanggung jawab anak terhadap seluruh pilihan dalam hidupnya.