PRIDE HOMESCHOOLING

Jl.Markisa Blok A no. 11 Cinere Depok (021)754-555-8

PRIDE HOMESCHOOLING

Dengan mencari dan Berspekulasi maka kita akan belajar dan mendapatkan hal-hal yang baru

PRIDE HOMESCHOOLING

Jadikan buku adalah sahabat karibmu karena ia akan membimbingmu kearah kebaikan.

PRIDE HOMESCHOOLING

Pengetahuan akan membawa kita kepada kesempatan untuk membuat perbedaan

PRIDE HOMESCHOOLING

Menuliskan impian dan cita2mu secara tertulis terbukti membantu kamu untuk bisa mewujudkannya. So write down your dreams. Now!!!.

contact

foxyform

Senin, 25 Januari 2021

Olahraga Otak Yuk!

 

 

Jenis Olahraga yang menyehatkan Otak kita

Apakah otak perlu berolahraga? tentu saja, bukan cuma tubuh saja yang butuh olahraga, otak juga membutuhkan olahraga agar tetap tajam dan terasah. Melakukan olahraga otak dapat membuat saraf-saraf baru dalam otak terbentuk, sehingga mencegah kamu mengalami gejala demensia atau kepikunan sejak dini.

Selain itu, jalinan saraf-saraf baru juga meningkatkan ketajaman otak untuk berpikir logis dan memecahkan masalah. Itulah sebabnya, olahraga otak penting untuk dilakukan. Namun, olahraga otak ini tidak sama persis seperti olahraga pada umumnya. Olahraga otak dapat dilakukan dengan aktivitas-aktivitas berikut ini, yaitu:

1. Bermain Permainan Asah Otak

Permainan yang dikenal sebagai olahraga otak yang cukup efektif, antara lain catur dan scrabble. Selain itu, teka-teki silang, puzzle, dan Sudoku juga bermanfaat untuk melatih kemampuan otak, khususnya otak kiri. Bila kamu ingin melatih otak dengan bermain teka-teki silang dan puzzle, kamu disarankan untuk meningkatkan kesulitan dan membuat strategi baru dari hari ke hari. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan otak dalam memecahkan masalah. Sedangkan catur, monopoli dan game komputer bermanfaat untuk mengasah otak kanan dalam berpikir kreatif.

2. Membaca

Membaca ibaratnya seperti pemanasan untuk melenturkan otot-otot otak kamu, baik ketika membaca bacaan ringan (seperti komik atau majalah) maupun bacaan yang berat sekalipun. Selain itu, pengetahuan dan wawasan juga bisa bertambah semakin luas dengan membaca buku. Usahakan untuk membaca buku-buku yang penuh dengan informasi pengetahuan. Bukan itu saja, menurut penelitian Dr. Nikolaos Scarmeas yang dilakukan pada tahun 2001, membaca juga dapat membangun “cadangan kognitif” untuk mencegah timbulnya demensia lebih dini.

3. Bermain Musik

Bermain musik memang bisa mengasah kemampuan otak. Menurut studi oleh Nina Kraus yang dimuat dalam laman Live Science, orang yang bermain alat musik dapat merespon suara dan bahasa lebih baik serta cenderung mengalami proses penuaan otak yang lebih lambat.

4. Belajar Bahasa Asing

belajar bahasa asing dapat mengaktifkan bagian otak yang belum digunakan sejak kamu mulai berbicara, lho. Pasalnya, penggunaan beberapa bahasa dapat meningkatkan pasokan darah ke otak, sehingga kesehatan jalinan saraf dalam otak dapat tetap terjaga.

5. Berolahraga

Latihan aerobik adalah salah satu jenis olahraga yang baik untuk otak. Olahraga aerobik yang dilakukan secara rutin dan konsisten selama 45 menit atau lebih dapat memperbaiki aspek-aspek fungsi kognitif otak sebesar 20—30 persen.

6. Mengobrol dengan Orang Lain

Cara melatih otak sesederhana mengobrol dengan orang di sekitar. Memiliki jaringan sosial dapat melindungi seseorang dari gejala penyakit Alzheimer. Jadi, kamu bisa rutin berkumpul bersama teman-teman, ikut sebuah komunitas tertentu, atau sekadar mengobrol dengan tetangga dan lainnya agar kesehatan otak tetap terjaga.

Sumber ref.: halodoc.com

Nah, gimana apakah kalian sudah mencoba cara berolahraga tersebut? jangan lupa di coba ya, agar otak kita semakin terlatih dan bisa bekerja dengan baik.

Jangan lupa follow Instagram kita @pridehomeschoolingcinere dan Facebook : Pride Homeschooling dan kunjungi situs kami di http://pridehomeschooling.com juga yaaa.. Terima kasih dan semoga bermanfaat artikelnya.

 

Selasa, 13 Oktober 2020

Sharing Session : Mewujudkan cita-cita harus menunggu lulus sekolah atau Kuliah ?

Benarkah Mewujudkan Cita-Cita Harus menunggu Lulus Sekolah atau Kuliah ? Yuk Ikut sharing session berikut !

Pride homeschoolong  akan mengadakan sharing session online dengan pak Irpan Hielmy selaku founder Pride HS dan Narasumber utama kak Alif sebagai siswa pride kelas XI IPS sekaligus pengusaha muda.  Adapun tema dari kegiatan ini cukup menarik dan menginsipirasi bagi generasi milenial. Yuk bagi kaum milenial maupun para orangtua yang ingin mengikuti sharing session tersebut, silahkan untuk dapatkan link zoom nya dengan cara mendaftar di kontak yang tertera di flayer atau dengan cara klik dan isi gform : http://bit.ly/pendaftaranpesertasharingsession

Selamat bergabung :)

 

Minggu, 20 September 2020

Ketahui Penyebab Insecure di Kalangan Remaja


Penyebab Insecure dan Solusinya

                                Atasi Rasa Insecure dalam Dirimu dengan Cara Ini | IDEApers

Bicara tentang insecure berarti bicara tentang segala rentang usia. Mulai dari balita hingga kakek nenek memiliki insecure-nya masing-masing. Setiap tahapan usia sudah pasti berbeda penyebabnya.Seperti halnya orang dewasa, anak remaja pun juga punya sumber masalah yang sering membuat mereka merasa insecure. Apa sajakah itu?

1. Pertemanan

Pertemanan yang seperti apa? Misalnya merasa out of the group, merasa nggak punya kelompok, teman atau sahabat atau merasa nggak diterima di golongan anak-anak popular

Apa penyebabnya? Di usia remaja mereka merasa penting untuk belong to one group karna ini menjadi bagian dari identitas diri mereka. Makanya sangat penting bagi anak remaja untuk tidak dianggap aneh dan rasa aneh ini bisa dihindari jika mereka bersama grup atau kelompoknya. Inilah kenapa mereka selalu ingin bersama-sama dengan kelompoknya.

Apa yang bisa orang tua lakukan? Penting bagi kita untuk membantu anak mengembangkan self esteem yang baik sehingga dia punya kepercayaan diri yang cukup untuk bertahan tanpa harus bergabung dengan kelompok tertentu. Selain itu, bantu anak untuk punya kompetensi yang bisa dia banggakan di depan teman-temannya atau paling tidak membuat dia merasa mempunyai kelebihan tersendiri, misalnya kemampuan di bidang olahraga, seni atau keterampilan.

2.Prestasi belajar

Apa penyebabnya? Usia remaja merupakan masa persiapan menuju dewasa di mana pendidikan merupakan hal penentu bagi masa depan mereka, maka wajar jika mereka merasa insecure dengan prestasi mereka. Apalagi mengingat di Indonesia yang memang penekanan keberhasilan pendidikan sebagian besar masih dilihat dari prestasi akademik saja.

Apa yang bisa dilakukan orang tua? Ciptakan lingkungan di mana kelebihan anak apa pun itu akan mendapatkan pernghargaan dan kesempatan untuk dikembangkan, tidak melulu harus mengejar keberhasilan akademik.

3. Merasa tidak dipahami oleh orang tua

Apa penyebabnya? Seringkali sebelum memasuki usia remaja, anak bisa dekat dengan orang tua tapi setelah remaja hubungan pun semakin renggang karena anak menganggap orang tua tidak lagi bisa memahami diri mereka. Padahal, sejujurnya, sebagai orang dewasa yang paling dekat dengan anak, remaja berharap orang tua dapat memahami mereka.

Apa yang bisa dilakukan orang tua? Orang tua perlu terus belajar untuk menyesuaikan gaya pengasuhan dan gaya komunikasi dengan anak yang memang sudah berubah tahapan perkembangannya. Tetap jalin komunikasi yang rutin, terbuka namun santai tanpa penuh penghakiman. Buat anak selalu nyaman untuk berbicara dengan orang tuanya.

Tentu saja tidak semua remaja pasti mengalami tiga hal ini, masih banyak hal-hal lain yang menjadi penyebab timbulnya rasa insecure di kalangan remaja. Setidaknya, dengan memahami tiga hal di atas kita jadi apa yang bisa kita lakukan menghadapi anak remaja yang emosinya naik turun. Jika anda sebagai orangtua bingung untuk menghadapi hal seperti ini, langkah selanjutnya mungkin bisa coba konsultasi, coaching dan talent mapping di Pride Homeschooling. Selengkapnya silahkan follow instagram @pridehomeschoolingcinere. 

Sumber ref. : mommiesdaily.com