PRIDE HOMESCHOOLING

Jl.Markisa Blok A no. 11 Cinere Depok (021)754-555-8

PRIDE HOMESCHOOLING

Dengan mencari dan Berspekulasi maka kita akan belajar dan mendapatkan hal-hal yang baru

PRIDE HOMESCHOOLING

Jadikan buku adalah sahabat karibmu karena ia akan membimbingmu kearah kebaikan.

PRIDE HOMESCHOOLING

Pengetahuan akan membawa kita kepada kesempatan untuk membuat perbedaan

PRIDE HOMESCHOOLING

Menuliskan impian dan cita2mu secara tertulis terbukti membantu kamu untuk bisa mewujudkannya. So write down your dreams. Now!!!.

contact

foxyform

Kamis, 20 September 2018

Mengajarkan Anak untuk mandiri sejak usia 3 tahun

Anak menginjak usia 3 tahun? sudah saatnya diajarkan mandiri

                                        

Perlu anda ketahui setiap usia anak anda memiliki pemahaman dan daya tangkap yang berbeda ketika melatih kemandirian. Anak Anda berusia 3 tahun? Sudah saatnya diajarkan mandiri.
Kemandirian perlu diajarkan untuk melepaskan ketergantungan anak pada orang tua sekaligus bekal dikemudian hari. Apa saja yang perlu diajarkan?

1. BERPAKAIAN SENDIRI
Sejak kecil orang tua terlatih mengenakan pakaian untuk anaknya. Tapi anak biasanya mau memakai pakaiannya sendiri pada usia 3 tahun.
“Anak usia 3 tahun seharusnya sudah bisa mengenakan pakaiannya sendiri seperti memasang celana atau memakai sepatu,” kata Mike Mosiman pengarang buku The Smarter Preschooler: Unlocking Your Child’s Intellectual Potential.

Ajarkan anak Anda berpakain sendiri dengan memilih pakaian yang mudah dikenakan terlebih dahulu. Anak mungkin sedikit mengalami kesulitan. Bantu dia dengan penuh kesabaran. Berpakaian adalah skill yang penting dan akan dibawa hingga si anak besar.

2. MAKAN SENDIRI
Jika anak Anda bersikeras minta makan sendiri dan makannya berantakan, itu tandanya ia sudah siap. Kebanyakan anak usia 3 tahun sudah bisa makan dengan sendok atau garpu dan minum dari gelas biasa.
Jika anak Anda pemilih, taruh makanannya di satu wadah dan biarkan ia mengambil sendiri. Buatlah campuran makanan atara buah dan sayur dan ganti keju dengan jelly umtuk menambah selera makan. Anak-anak biasanya mau menyantap makanan yang ia buat sendiri.

3. BERTEMAN
Anak usia 3 tahun biasanya sudah mau berteman. Tapi ia tetap membutuhkan bantuan orang tuanya.
Buatlah jadwal bermain dengan kelompok kecil di sekitar rumah. Anak usia 3 tahun biasanya ingin bermain dengan banyak orang ketimbang bermain dengan satu kelompok saja.
Jika banyak bergaul anak Anda secara tak langsung sedang membangun hubungan sosial. Bermain mengajarkan mereka nilai positif seperti empati dan berbagi.
“Anak usia 3 tahun biasanya tidak suka berbagi. Tapi mereka sudah bisa merasakan apa yang orang lain rasakan,” kata Susan S. Bartell, Ph.D., pakar psikologi orang tua parenting dan pengarang buku The Top 50 Questions Kids Ask. Jika punya mainan lebih minta anak Anda memberikan kepada temannya, Hal tersebut akan melatih rasa berbagi si kecil.

4. BELAJAR BAHASA
Anak usia 3 tahun banyak sekali bicara. Setidaknya si kecil sudah menguasai 300 kata dan sudah bisa bicara dalam satu kalimat.
Saat si anak duduk, diam-diam ia memperhatikan orang tuanya bicara kemudian direkam di otak. Sangat penting mengembangkan kemampuan bahasanya.
Cara terbaik untuk mengembangkan kemampuan tersebut adalah dengan bicara. Deskripsikan apa yang Anda lakukan dan ceritakan rasa makanan yang ia makan. Dengan begitu si anak akan berlajar banyak kosakata baru.

5. MEMBERSIHKAN RUMAH
Anak-anak ternyata suka membantu pekerjaan rumah. “Anak usia 3 tahun bisa mengerti perintah sederhana seperi ‘taruh piring di tempat cucian’ atau ‘buang sampah pada tempatnya,” kata Mosiman.
Berikan si kecil tanggung jawab membuat makan malam dan membersihaknnya. Itu akan membuatnya merasa bagian dari keluarga. Tapi tetap perhatian cara anak Anda membersihkan. Jangan memerikan pekerjaan rumah yang terlalu rumit, itu membuatnya frustasi. Suruh si kecil menaruh pakaian kotornya di keranjang atau membererskan mainan usai bermain dengan temannya.

6. MENGATUR JADWAL TIDUR
Memasuki usia 3 tahun, kebiasaan tidur si anak berubah yang tadinya dua kali tidur menjadi satu kali tidur. Itu tidak masalah. Anak-anak masih membutuhkan tidur siang sampai usia 5 tahun.
Bersiaplah mengatur jadwal tidur anak anda yang baru. Daripada fokus memperhatikan jam, biarkan saja si kecil tidur sendiri saat ia kelelahan. Tapi jangan sampai jadwal tidurnya bertabrakan dengan jadwal mandi atau makan dan jangan sampai tidur terlalu malam.

Kamis, 13 September 2018

Tips mengurangi kecanduan Gadget

Ikuti 5 tips berikut untuk mengurangi kecanduan gadget berlebihan

Hasil gambar untuk Bagi kamu yang benar benar tidak mungkin bisa menghilangkan kebiasaan gadget, maka langkah yang paling tepat adalah dengan mengurangi kebiasaan tersebut. Solusi yang tepat adalah membuat jadwal kapan kamu memegang gadget, belajar, dan bermain di luar rumah alias beraktivitas tanpa gadget. Dengan membuat jadwal, kalian pasti akan lebih mudah dalam mengatur dan me-manage pikiran agar tidak teralih ke gadget, Kita tahu bahwa informasi tak luput dengan yang namanya smartphone, terutama informasi di sosial media. Tentu hal ini juga penting untuk kehidupan kita, bukan? Nah, aturlah hal-hal yang berkaitan tersebut menjadi sebuah jadwal, misalnya saja waktu main gadget adalah jam 4 sore sampai jam 6 sore dan seterusnya. Dengan membuat jadwal, tentu kamu akan lebih teratur dan lebih ter-manage mengenai waktu yang kamu gunakan setiap harinya. Kalau kamu tidak membuat jadwal, pasti ada ada saja godaan dan hal hal yang membuat kita terpaksa ingin memainkan gadget secara terus menerus.

Khusus untuk orang tua, mengawasi anak dalam menggunakan smartphone adalah hal wajib, tapi perlu diingat bahwa seketat apapun pengawasan orang tua kalau yang namanya barang canggih pasti penggunanya akan ketularan canggih juga, misal saja situs-situs terlarang yang sudah di antisipasi pemerintah dengan blokir masal, bahkan sekarang ini ada kampanye anti berita hoax di internet
Oleh karena itu, dengan adanya fakta tersebut, sudah semakin jelas kan kalau penggunaan sosial media dan internet adalah hal yang sangat kompleks dalam kehidupan? Khusus kamu yang ingin segera move on dan mengurangi kebiasaan bermain gadget, kamu harap simak ini.

1. Perbanyak Kegiatan Outdoor

Hasil gambar untuk 1. Perbanyak Kegiatan Outdoor

Istilah anak yang suka bermain gadget sudah pasti secara tidak langsung anak tersebut adalah tipe anak rumahan, dimana anak tersebut jarang berinteraksi dengan lingkungan sosial dan teman teman di luar sana. Kalau kita terlalu sering di rumah dan menghabiskan sebagian besar waktu hanya bermain di rumah, kemungkinan besar hanya ada 2 kegiatan yang kita lakukan, yang pertama adalah belajar dan yang kedua adalah bermain gadget dan komputer, ataupun menonton TV. Nah, seandainya kita lebih memperbanyak porsi bermain di luar atau bersama teman teman, tentu ini akan membuat kita menjadi lupa terhadap kebiasaan bermain gadget. Khusus anak laki laki, sangat bagus apabila mencoba untuk suka olahraga, seperti bermain sepakbola, basket, dan olahraga lain yang tentu dapat membuat kita bisa dengan cepat melupakan kebiasaan bermain gadget tadi. Tapi perlu diingat, jangan terlalu over juga dalam bermain di luar rumah. Waktu bermain di luar dan berada di rumah bersama keluarga, ataupun mengerjakan tugas sekolah atau kuliah ahrus diseimbangkan.

2. Bulatkan Tekad Untuk Mengurangi Kecanduan Gadget

Hal yang paling dasar sebelum memulai segala sesuatu adalah niat. Seberapa besar niat kita untuk berhenti atau setidaknya mengurangi kebiasaan bermain gadget, kalau tekad kita betul betul sudah bulat maka tentu ini akan menjadi lebih mudah dalam usaha mengurangi kebiasaan bermain dengan smartphone. Semakin besar niat kita, semua godaan yang mengarah agar kita bermain gadget tentu dapat kita hindari

3. Alihkan ke Kegiatan Lain Saat Ingin main Gadget

Maksudnya, pasti selalu ada saat dimana kita ingin sekali main game di gadget atau menggunakan gadget? Nah, saat itu juga usahakan kamu sudah punya alternatif kegiatan lain. Contohnya saja kegiatan membantu orang tua ataupun kegiatan yang sifatnya tidak mengarah ke gadget. Tips sederhana yang bisa kamu lakukan adalah saat kamu sudah tidak tahan lagi ingin main gadget, cobalah untuk menonton TV dan secepat mungkin tidak memikirkan gadget dan yang lebh bagus lagi yaitu mencoba bermain di luar rumah dan jangan bawa gadget-mu.

4. Atur Jarak Kamu dengan Si Gadget

Untuk menghindari interaksi, tentu jarak sudah pasti berpengaruh.Akan lebih baik jika kamu mencoba untuk tidak membawa gadget setiap kamu bepergian, misalnya saja kamu yang saat ini ke sekolah sudah membawa gadget, kumpul bersama teman bawa gadget, dan sampai sampai menonton TV pun gadget-mu ada di saku. Hal ini tentu tidak akan bisa dihindari dan kamu pun tidak akan bisa menghilangkan dan mengurangi kecanduan gadget tersebut. Langkah yang dapat kamu coba antara lain benar benar tidak bersentuhan dengan gadget. Cobalah untuk mengistirahatkan gadget dan taruh di tempat yang agak sulit di jangkau, misal saja di laci atau di tempat yang lain yang sekiranya kamu jarang berinteraksi dengan tempat itu
Oh ya, pengguna gadget dan sosial media sudah banyak banget sampai sampai aplikasi emulator android terbaik ringan pun bermunculan, belum tahu apa itu emulator? Silakan search di google.

5. Buat Schedule Pasti Mengenai Kapan Menggunakan Gadget

Bagi kamu yang benar benar tidak mungkin bisa menghilangkan kebiasaan gadget, maka langkah yang paling tepat adalah dengan mengurangi kebiasaan tersebut. Solusi yang tepat adalah membuat jadwal kapan kamu memegang gadget, belajar, dan bermain di luar rumah alias beraktivitas tanpa gadget. Dengan membuat jadwal, kalian pasti akan lebih mudah dalam mengatur dan me-manage pikiran agar tidak teralih ke gadget, Kita tahu bahwa informasi tak luput dengan yang namanya smartphone, terutama informasi di sosial media. Tentu hal ini juga penting untuk kehidupan kita, bukan? Nah, aturlah hal-hal yang berkaitan tersebut menjadi sebuah jadwal, misalnya saja waktu main gadget adalah jam 4 sore sampai jam 6 sore dan seterusnya. Dengan membuat jadwal, tentu kamu akan lebih teratur dan lebih ter-manage mengenai waktu yang kamu gunakan setiap harinya. Kalau kamu tidak membuat jadwal, pasti ada ada saja godaan dan hal hal yang membuat kita terpaksa ingin memainkan gadget secara terus menerus.

Selasa, 11 September 2018

Mendisiplinkan Diri Sejak Dini

5 Cara meningkatkan sikap kedisiplinan Diri



Bagi Anda yang ingin meningkatkan produktivitas, lebih yakin untuk mengambil kesempatan dan menata hidup agar lebih efektif, belum terlambat untuk membangun mental disiplin Anda. Berikut cara untuk meningkatkan kedisiplinan kita.


1.Pemahaman Diri 
Saat kita memutuskan sesuatu, berkomitmen untuk hal tersebut maka terlepas dari bagaimana dan apa yang Anda rasakan saat itu. Sifat utama dari disiplin adalah pemahaman terhadap diri sendiri, secara mendalam Anda perlu untuk memutuskan apa perilaku yang mencerminkan tujuan dan nilai-nilai Anda.Tuliskanlah tujuan-tujuan, mimpi dan ambisi  Anda, buatlah misi pribadi Anda menjadi lebih nyata dengan menuliskannya dengan begitu Anda akan lebih memahami tujuan utama Anda untuk menjalankan setiap aktivitas dengan lebih bermakna disertai dengan kedisiplinan.


2.Penuh Kesadaran.
Kedisiplinan sangat tergantung dengan tingkat kesadaran seseorang terhadap apa yang ia lakukan dan apa yang seharusnya tidak ia lakukan. Jika Anda tidak menyadari bahwa Anda belum disiplin, bagaimana Anda tahu bahwa Anda harus berubah. Saat Anda mengetahui kapan Anda harus melakukan suatu perkerjaan dengan kedisiplinan, maka Anda sudah mendapatkan kesadaran diri terhadap disiplin.Untuk mengembangkan kedisiplinan kita membutuhkan waktu dan kuncinya adalah Anda harus memiliki kesadaran diri bahwa Anda kurang disiplin dan harus meningkatkan kedisiplinan Anda, ini akan memberikan kesempatan kepada Anda untuk membuat keputusan yang lebih sejalan dengan tujuan Anda.

3.Berkomitmen Untuk Disiplin.
Menulis tujuan Anda tidaklah cukup, buatlah komitmen secara personal dalam diri Anda. Saat Anda memutuskan untuk bagun lebih awal pada pukul 5 pagi, maka saat alarm berbunyi, Anda benar-benar bangun karena memang telah menetapkan komitmen personal dalam diri yang kuat atas kegiatan tersebut.Buatlah keputusan untuk melanjutkan kegiatan Anda dengan penuh komitmen, dengan kesungguhan hati Anda akan mampu menjadikan kegiatan disiplin yang Anda bangun menjadi sebuah kebiasaan baru yang positif untuk produktivitas Anda.

4.Berani.
Kedisiplinan biasanya menjadi lemah karena berbagai godaan yang datang baik dari dalam maupun dari luar diri kita, menjadi tantangan tersendiri saat kita dihadapkan oleh suasana hati, selera dan keinginan yang tidak mendukung untuk menjalani kegiatan kita secara disiplin.Selalu berani dalam menghadapi masalah yang menurut Anda cukup sulit untuk dikerjakan, dengan begitu Anda akan lebih siap menghadapi setiap tantangan dan menjadikan Anda pribadi yang tangguh karena rasa percaya diri Anda akan tumbuh dengan lebih alami. Dengan percaya diri yang baik kedisiplinan dan antusiasme akan datang secara alami.

5.Berkomunikasi dengan diri sendiri.
Saat kita dihadapkan oleh keputusan sulit atau masalah yang menuntut pengendalian yang baik, tidak ada salahnya Anda berdiskusi dengan diri Anda dengan memotivasi diri sendiri untuk dapat bertahan ditengah masalah yang ada, atau lebih yakin dengan keputusan yang akan diambil.Begitupula saat Anda merasa kedisiplinan Anda menurun karena satu dan berbagai hal, katakanlah pada diri Anda untuk selalu mengingat komitmen yang telah Anda sepakati. Selalu ingat bahwa “Harga kedisiplinan saat ini tidak lebih buruk dari penyesalan di masa depan”. Latihlah diri Anda untuk terus konsisten meningkatkan kualitas diri Anda.