PRIDE HOMESCHOOLING

Jl.Markisa Blok A no. 11 Cinere Depok (021)754-555-8

PRIDE HOMESCHOOLING

Dengan mencari dan Berspekulasi maka kita akan belajar dan mendapatkan hal-hal yang baru

PRIDE HOMESCHOOLING

Jadikan buku adalah sahabat karibmu karena ia akan membimbingmu kearah kebaikan.

PRIDE HOMESCHOOLING

Pengetahuan akan membawa kita kepada kesempatan untuk membuat perbedaan

PRIDE HOMESCHOOLING

Menuliskan impian dan cita2mu secara tertulis terbukti membantu kamu untuk bisa mewujudkannya. So write down your dreams. Now!!!.

contact

foxyform

Selasa, 05 September 2017

Cegah Predator “Online” Anak

Upaya Mencegah Predator “Online” Anak

Kemudahan anak mengakses internet seperti menjadi peluang bagi pelaku kejahatan untuk mengincar korban. Kontrol keluarga, terutama orangtua, berperan penting dalam melindungi anak dari kejahatan siber. Simak cara untuk mengontrol aktivitas internet anak Anda tanpa membatasi dirinya:

  • Luangkan waktu dengan anak saat belajar komputer dan internet
  • Berikan pemahaman mengenai manfaat dan bahaya internet
  • Ingatkan anak tentang konsep “orang asing”
  • Kenalkan etiket bergaul dengan teman “online”
  • Hindari anak mengakses internet di kamar pribadi
  • Kenalkan aktivitas kreatif lainnya dengan internet
  • Gunakan software filter aktivitas internet

Lakukan cara tersebut secara rutin & efesien agar mencegah anak kita terpengaruh oleh penyakit social media yang dapat merusak pola pikir mereka. Disini kami bisa membantu memantau anak anda dan memberikan kualitas pendidikan yang baik & aman,bergabunglah segera di PRIDE HOMESCHOOLING.kunjungi: www.pridehomeschooling.com 

Tips Mendidik Anak Agar Tidak Manja, Keras Kepala dan Dapat Mandiri

Mendidik Anak Agar Tidak Manja, Keras Kepala dan Dapat Mandiri



Dalam kehidupan berkeluarga, setiap orang tua tentu mengharapkan anak-anaknya dapat tumbuh menjadi anak-anak yang baik, dapat dibanggakan dan mempunyai karakter atau sifat-sifat yang positif dalam segala hal.

Berikut adalah tips bagaimana mendidik anak dengan baik agar tidak manja, keras kepala dan dapat menjadi mandiri:


  • 1. Jangan menuruti semua keinginan anak

  • Tindakan tersebut hanya akan membuat anak Anda menjadi anak yang manja dan selalu mengandalkan orang lain. Jika sejak kecil anak sudah dimanjakan dengan mengikuti semua keinginannya, dampak ke depannya anak akan menjadi anak yang tidak mandiri dan malas. 
  • Biasakanlah anak Anda untuk berusaha mengerjakan tugas mereka sendiri agar mereka dapat belajar bertanggung jawab untuk diri mereka sendiri.
  • 2. Jangan terlalu banyak melarang

  • Larangan hanya membuat rasa penasaran bagi anak untuk melakukannya dan dapat menjadikan anak berbohong kepada orang tuanya. 
  • Komunikasi dua arah adalah solusi terbaik untuk mengingatkan anak alih-alih melarang anak melakukan hal-hal yang ingin mereka lakukan. Beri tahu mereka tentang risiko yang mungkin terjadi dan mintalah anak Anda untuk berhati-hati.
  • 3. Ajar anak untuk tidak berbohong

  • Jangan sekali-kali memberikan contoh pada anak Anda untuk berbohong. Ajar mereka untuk selalu terbuka tentang keadaannya dalam segala hal, baik itu menyangkut perasaannya, atau kendala-kendala yang dihadapinya. 
  • Jangan membiasakan anak Anda tertutup tentang perasaan mereka terhadap Anda. Dengan cara ini, Anda sudah mendidik anak Anda untuk bertindak jujur dalam kehidupannya.

Sumber Referensi: https://keluarga.com

Tips Mengatasi Anak Malas Sekolah

 Ketika Anak Malas Sekolah dan Solusinya

  • Lingkungan Tak Menyenangkan
Bisa jadi lingkungan tempatnya belajar tak menyenangkan buat anak. Contohnya saat di sekolah ia sering dijahili atau diejek oleh temannya, bahkan dimintai uang, sehingga anak jadi takut. Hal ini yang paling sering terjadi. “Bila ini menimpa anak, orangtua harus segera melapor dengan pihak sekolah agar segera diatasi.” Selain itu orangtua harus memberikan bimbingan agar anak tumbuh kepercayaan dirinya dan tidak trauma.
Caranya? Menumbuhkan rasa percaya diri anak kembali. Katakan bahwa ia patut mensyukuri apa yang dimilikinya sekarang. Tidak perlu minder. Cobalah tumbuhkan rasa percaya diri padanya dengan menunjukkan kelebihan-kelebihan yang ia miliki. 
  • Terlalu Banyak Les
Terlalu banyak les tambahan untuk mendongkrak nilai atau membuat anak pintar akan tetapi juga bisa membuat anak malas atau bosan ke sekolah. 
Jika pelajaran tambahan dibutuhkan, bimbinglah anak belajar di rumah dalam suasana yang tenang. Bila anak menampakkan tanda-tanda jenuh, istirahatkan sejenak. Dengan demikian ia merasa tidak terbebani. “Yang terpenting, saat mengajarinya jangan pernah mengucapkan kata-kata yang memberi label buruk pada anak, seperti: Bodoh, gitu saja tidak bisa! Pemberian label ini akan berdampak tidak baik untuk perkembangan mentalnya.”
  • Jarak Sekolah Jauh
Jarak sekolah yang terlampau jauhpun bisa membuat anak emoh sekolah. Kebanyakan orangtua kurang memperhitungkan jarak rumah dengan sekolah. Banyak dari mereka yang memasukan anaknya ke sekolah dengan alasan, sekolah favorit, dan bagus. Sehingga jarak tempuh lupa diperhatikan. Bayangkan saja mereka harus bangun lebih pagi untuk bisa sampai di sekolah tanpa terlambat.
Lantas sejauh mana jarak ideal antara rumah dan sekolah? “Jangan lebih dari 15-30 menit perjalanan dengan menggunakan kendaraan,”. Lebih dari itu, anak hanya akan merasa lelah. 
  • Kurang Perhatian
Saking sibuknya, ayah dan ibu sering menyerahkan segala urusan sekolah pada pengasuh ataupun guru. Bahkan tak jarang karena sibuk orangtua tak sempat menghadiri acara yang harusnya dihadiri orangtua. Akibatnya anak sering mendapat teguran dari guru dan ejekan dari teman-temannya yang seolah-olah menghakiminya. Ini bisa membuatnya malu pada teman-tamannya, dan akhirnya malas untuk berangkat sekolah.

Untuk mengatasi rasa bosan ke sekolah, orangtua harus bisa memberi perhatian, bimbingan belajar pada anak, sehingga ia merasa diperhatikan. Jadi anak merasa sekolah bukan beban, dan mereka kan berangkat ke sekolah dengan hati riang.Silahkan kunjungi site kami di: www.pridehomeschooling.com untuk menemukan sarana pendidikan yang berkualitas dan nyaman buat belajar sibuah hati.