PRIDE HOMESCHOOLING

Jl.Markisa Blok A no. 11 Cinere Depok (021)754-555-8

PRIDE HOMESCHOOLING

Dengan mencari dan Berspekulasi maka kita akan belajar dan mendapatkan hal-hal yang baru

PRIDE HOMESCHOOLING

Jadikan buku adalah sahabat karibmu karena ia akan membimbingmu kearah kebaikan.

PRIDE HOMESCHOOLING

Pengetahuan akan membawa kita kepada kesempatan untuk membuat perbedaan

PRIDE HOMESCHOOLING

Menuliskan impian dan cita2mu secara tertulis terbukti membantu kamu untuk bisa mewujudkannya. So write down your dreams. Now!!!.

contact

foxyform

Kamis, 27 Juni 2019

Sikap orangtua yang sangat berpengaruh terhadap Anak

5 Sikap orangtua yang sangat berpengaruh terhadap Anak 

 Hasil gambar untuk Sikap orangtua yang sangat berpengaruh terhadap Anak
orang tua merupakan contoh utama sebagai bahan referansi mereka dalam berperilaku ditengah keluarga maupun ditengah masyarakat.  Berikut ini, lima hal pokok yang layak diperhatikan dan dilakoni oleh orang tua, agar kelak menghadirkan contoh yang baik bagi anak-anak.

1. Aktifitas Spiritual.
Aktifitas spiritual orang tua akan menjadi panutan anak, anak laki-laki biasanya akan melihat kebiasaan orang tua laki-laki sementara anak perempuan akan manut pada sang ibu.  Ada baiknya membiasakan sholat bersama dirumah bagi yang muslim atau beribadah ke rumah ibadah secara bersama-sama bagi yang non muslim.  Kesempatan tersebut sekaligus digunakan untuk mengajak anak-anak secara bersama-sama.  Dibulan puasa seperti saat ini merupakan salah satu kesempatan terbaik untuk memberikan contoh kepada mereka, setidaknya bagi keluarga yang hidup bersama bisa sahur, sholat subuh, buka puasa, sholat mahgrib, sholat isya dan tarawih bersama.

2. Aktifitas Sosial.
Anak akan melihat aktifitas sosial yang dilakukan oleh orang tua.  Cara orang tua memperlakukan pihak lain, entah itu dari golongan mampu maupun dari golongan sederhana akan membekas dihati mereka.  Berlaku baik kepada pihak lain bukan berarti harus mengalah secara mutlak.  Orang tua wajib menunjukan, jika benar harus berani menunjukan bahwa kita dalam posisi benar walaupun yang dihadapi orang yang terpandang, tetapi jika salah kita harus berani mengakui kesalahan walaupun dengan orang yang dalam kehidupan sehari-harinya jauh dari kata mapan seperti kita.

3. Pemberian Hukuman.
Memberikan hukuman kepada anak karena salah adalah sebuah keharusan, jangan sampai sianak sudah berbuat salah tapi masih mendapatkan pembelaan.  Contoh, jangan pernah membela anak ketika si anak sedang ditegur atau dinasehati oleh istri, sekalipun kita tahu bahwa sebenarnya si anak tidak salah.  Jika hal ini kita lakukan, sianak akan menjadi besar kepala sementara disisi lain kita akan melahirkan perseteruan dengan istri, demikian juga sebaliknya.  Berilah hukuman yang wajar, sesuai dengan tingkat kesalahannya dan kita sudah memastikan bahwa si anak benar-benar salah.

4. Pengendalian Emosi.
Ada kalanya kita ribut dengan keluarga atau malah bersengketa dengan pihak lain, cara kita menghadapi permasalahan tersebut juga harus diperhatikan.  Pertengkaran kecil dengan istri/suami  biasanya akan menyulut emosi dan kadang ada kecenderungan kita berlaku emosional.  Sebaiknya jangan pernah menunjukan sikap emosional dihadapan anak, misalnya dengan ucapan-ucapan yang kasar dan nyaring.  Persoalan tersebut sebenarnya akan sangat mudah diselesaikan dengan saling terbuka dan bicara dengan lembah lembut.  Mengalah atau diam sejenak sampai salah satu pihak reda emosinya adalah sikap yang paling baik dan kemudian hari anak akan mencontoh hal yang sama.

5. Tingkah Laku Kasar.
Jangan pernah berperilaku kasar dihadapan anak.  Kekerasan bersifat verbal dan non-verbal sangat mudah dicontoh oleh anak-anak.  Alangkah bijaknya, walaupun anda orang yang berpembawaan kasar sebaiknya menahan diri semaksimal mungkin agar jangan sampai terlihat oleh mereka.  Jika sudah tidak tahan dengan situasi, sebaiknya anda berjalan keluar (ke teras rumah atau ke halaman) sejenak.  Dengan melihat pemandangan yang menyejukkan mata, bisa sedikit menurunkan kadar amarah.

Kesemuanya itu tentu saja tidak baku dan mutlak, harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Namun kita harus selalu ingat bahwa dalam rumah ada manusia-manusia kecil yang selalu dan selalu mencontoh perilaku kita sebagai orang tua.  Jika mereka sudah terlanjur mencontoh yang buruh, akan sangat sulit bagi kita untuk memperbaikinya. Maaf, tulisan ini bukan untuk menggurui tapi hanya sebagai bahan pengingat kita sebagai orang tua.

Sumber Ref.: kompasiana.com

Jumat, 21 Juni 2019

Setiap Anak pada Dasarnya Cerdas

Setiap Anak pada Dasarnya CerdasHasil gambar untuk Setiap Anak pada Dasarnya Cerdas

Business Unit Head Nutrition for Kids Kalbe Nutritionals, Helly Oktaviana, mengatakan, anak ibaratnya jari-jari tangan. Kita manusia sepuluh jari tangan, tapi setiap jari punya karakternya masing-masing. Sama halnya dengan anak, jika disandingkan dengan teman-teman sebayanya, setiap anak berbeda walaupun berada dalam tahap usia yang sama.

Karena itu, pemilihan stimulasi atau pun kegiatan tambahan di luar sekolah untuk setiap anak tidak bisa disamakan. Mengetahui dan memahami potensi si kecil juga merupakan langkah awal dalam membesarkan dan membantunya berkembang sesuai dengan kepribadian/kecerdasan uniknya.
“Karena, mengenali potensi si kecil sejak dini membantu pengembangan karakter dan rasa percaya dirinya dalam menghadapi tantangan global nantinya,” jelas dia.

Berangkat dari pemahaman tersebut, pihaknya menghadirkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai konsep kecerdasan majemuk (multiple intelligence). Hal itu tertuang dalam Modul Multiple Intelligence PlayPlan, atau MI PlayPlan yang merupakan persembahan Morinaga.
Menurut dia, kecerdasan majemuk telah menjadi pengetahuan umum bagi para orang tua sekarang.

Setiap anak pun menyimpan kecerdasannya masing-masing. Awalnya, kecerdasan hanya dikonotasikan dengan nilai kecerdasan otak (intelligence quotient/IQ).
Namun, Dr Howard Gardner, pakar psikologi dari Harvard, memperkenalkan teori kecerdasan baru, yaitu multiple intelligence. Dia percaya adanya berbagai kecerdasan lain yang dimiliki oleh si kecil, sehingga setiap anak dipastikan cerdas dan unik.

Sumber: Investor Daily

Kamis, 23 Mei 2019

Tips Mendidik Anak Remaja yang Beranjak Dewasa






Mendidik anak remaja yang beranjak dewasa memang tidak mudah, tetapi bukan mustahil. Dengan cara yang tepat, anak akan menjadi pribadi yang hebat di masa mendatang. Namun, untuk menaklukkan anak remaja tidaklah mudah.

Mengingat masa remaja adalah masa peralihan. Di mana sebagian besar anak akan melakukan pemberontakan dan kenakalan remaja.
Berikut kami bagikan sejumlah tips mudah mendidik anak remaja di bawah ini.

Bebaskan Anak untuk Bersosialisasi dengan Lingkungan

Ketika anak sudah memasuki usia remaja, anak akan senang mengeksplorasi lingkungan sekitarnya. Mereka lebih asyik dengan teman-teman sekolah atau bermain di luar rumah ketimbang menghabiskan waktu bersama Anda.

Dengan bersosialisasi anak akan belajar hal baru, melatih sikap kepemimpinan, dan cara mengambil keputusan yang tepat ketika mereka terkena masalah. Anak pun akan lebih mandiri.

Jadikan diri Anda sebagai Teman

Mulailah masuki dunia anak remaja, pahami apa yang sedang menjadi tren dan pelajari mengenai psikologis mereka. Hal ini akan memudahkan Anda untuk mendidik anak remaja. Nah, agar Anda tidak berjarak dengan anak, cara terbaik adalah menjadikan diri Anda sebagai teman, bukan sebagai orang tua. Teman adalah sosok yang akan dicari oleh anak untuk sekadar berkeluh kesah.

Dengan menjadi teman bagi buah hati, Anda dapat melakukan pemantauan, memberikan masukan tanpa terkesan menggurui, dan mengontrol tumbuh kembangnya.  Manfaat lainnya, Anda dan anak akan menjadi lebih dekat karena sering menghabiskan waktu bersama.

Berikan Kepercayaan dan Tanggung Jawab

Peran orang tua memang penting, tetapi jangan selalu mengarahkan anak untuk mengikutinya kemauan Anda. Biarkan anak untuk mencoba sesuatu atau memutuskan sesuatu untuk dirinya sendiri. Beri mereka kepercayaan dan tanggung jawab agar mereka bisa lebih mandiri dan tidak selalu bergantung pada Anda.

Hal ini sangat bermanfaat bagi anak ketika sudah dewasa. Selain memberikan kepercayaan dan tanggung jawab ini, beri juga rambu-rambu yang tidak boleh dilewati si anak. Misalnya mereka boleh pergi bersama teman untuk bermain sampai malam, tapi Anda juga harus memberikan tanggung jawab pada anak untuk pulang tepat waktu. Ini merupakan salah satu cara mendidik anak remaja yang efektif.

Hargai Minat dan Pemikiran Anak

Pemaksaan terhadap anak hanya akan membuat ia merasa tertekan dan bahkan melakukan hal buruk, seperti kenakalan remaja.Dalam kondisi seperti ini, sebaiknya biarkan anak untuk berani mengemukakan pendapat mereka. Hargai pemikiran dan pendapatnya.

Dengan cara ini, anak lebih mengerti dan menghormati Anda. Hubungan Anda dan anak pun semakin harmonis. Jangan menentukan masa depannya, tapi arahkan mereka dengan menghargai setiap minat dan bakat si anak.

Ajarkan Pendidikan Agama

Agama menjadi hal penting bagi keluarga. Terapkan pendidikan agama sedini mungkin agar anak tidak terjerumus pada pergaulan yang salah. Bagaimanapun pendidikan agama adalah fondasi yang kuat bagi karakter seseorang.

Dengan mengikuti sejumlah tips mendidik anak remaja di atas, Anda tidak akan kesulitan dalam mendidik anak remaja. Selamat mencoba...

Sumber Ref.: educenter.id