PRIDE HOMESCHOOLING

Jl.Markisa Blok A no. 11 Cinere Depok (021)754-555-8

PRIDE HOMESCHOOLING

Dengan mencari dan Berspekulasi maka kita akan belajar dan mendapatkan hal-hal yang baru

PRIDE HOMESCHOOLING

Jadikan buku adalah sahabat karibmu karena ia akan membimbingmu kearah kebaikan.

PRIDE HOMESCHOOLING

Pengetahuan akan membawa kita kepada kesempatan untuk membuat perbedaan

PRIDE HOMESCHOOLING

Menuliskan impian dan cita2mu secara tertulis terbukti membantu kamu untuk bisa mewujudkannya. So write down your dreams. Now!!!.

contact

foxyform

Kamis, 14 Februari 2019

Apa itu gaya Belajar Visual? Berikut ulasannya

Gaya belajar visual dan ciri-ciri gaya belajar visual 

                        Hasil gambar untuk Gaya belajar visual dan ciri-ciri gaya belajar visual

Gaya belajar visual (visual learners) menitikberatkan pada ketajaman penglihatan. Artinya, bukti-bukti konkret harus diperlihatkan terlebih dahulu agar mereka paham. Gaya belajar seperti ini mengandalkan penglihatan atau melihat dulu buktinya untuk kemudian bisa mempercayainya. Ada beberapa karakteristik yang khas bagai orang-orang yang menyukai gaya belajar visual ini. Pertama adalah kebutuhan melihat sesuatu (informasi/pelajaran) secara visual untuk mengetahuinya atau memahaminya, kedua memiliki kepekaan yang kuat terhadap warna, ketiga memiliki pemahaman yang cukup terhadap masalah artistik, keempat memiliki kesulitandalam berdialog secara langsung, kelima terlalu reaktif terhadap suara, keenam sulit mengikuti anjuran secara lisan, ketujuh seringkali salah menginterpretasikan kata atau ucapan.
Ciri-ciri gaya belajar visual yaitu :
  1. Cenderung melihat sikap, gerakan, dan bibir guru yang sedang mengajar
  2. Bukan pendengar yang baik saat berkomunikasi
  3. Saat mendapat petunjuk untuk melakukan sesuatu, biasanya akan melihat teman-teman lainnya baru kemudian dia sendiri yang bertindak
  4. Tak suka bicara didepan kelompok dan tak suka pula mendengarkan orang lain. Terlihat pasif dalam kegiatan diskusi.
  5. Kurang mampu mengingat informasi yang diberikan secara lisan
  6. Lebih suka peragaan daripada penjelasan lisan
  7. Dapat duduk tenang ditengah situasi yang rebut dan ramai tanpa terganggu
Ciri-ciri Anak Visual:
Ketika belajar, anak dengan gaya belajar visual memiliki beberapa kebiasaan, di antaranya adalah membaca informasi dengan sangat cepat, serta membutuhkan suasana yang tenang ketika belajar.
Menurut Shannon Hutton, dalam artikelnya yang berjudul ‘Helping Visual Learners Succeed’, seperti ditulis Senin (7/3/2011) anak visual umumnya selalu memusatkan fokusnya pada guru yang mengajar dengan duduk di barisan paling depan di kelasnya, serta mengamati pengajaran dari guru dengan seksama.
Anak tipe ini akan sangat mudah memahami informasi ketika diajarkan dengan menggunakan peta, gambar, skema, tabel atau bahkan siklus. Anak dengan gaya belajar visual cenderung rapi dan terorganisasi, serta teliti dalam menangkap informasi secara mendetail.
Berbeda dengan anak auditori yang lebih senang mendengar daripada mencatat, anak visual hampir selalu membuat catatan dari apa yang dipelajarinya, atau apa yang ingin diingat olehnya.
Biasanya ketika guru mencatat di papan tulis, ia pun menyalin catatan tersebut dengan rapi di bukunya. Bahkan, terkadang ia dapat meminta gurunya untuk menggambar hal-hal yang dapat memudahkannya dalam memahami topik pelajaran. Ketika diberikan tampilan video, ia akan sangat cermat mengamati informasi yang terkandung di dalamnya.
Menurut R. Philip, penulis buku ‘Engaging the Tween and Teen’s Brain’, anak-anak dengan gaya belajar visual kurang menyukai diskusi kelompok di kelas, namun mereka membuat berbagai gambar visual dalam merespons topik-topik yang dibahas dalam diskusi.
Selain itu, menurut Haggart, penulis buku berjudul ‘Discipline and Learning Styles: An educator’s Guide’, anak dengan gaya belajar visual lebih memilih mempelajari sesuatu dengan melihat demonstrasi atau peragaan dari suatu informasi.
Karena itu, observasi, analisa dan me-review pelajaran merupakan cara favoritnya untuk belajar. Anak tipe ini terkadang membuat sebuah coret-coretan ketika mendengarkan atau dijelaskan mengenai suatu informasi. Suka highlight tulisan menggunakan spidol, membuat bagan, dan menggambar seringkali menjadi pilihan aktivitas mereka ketika belajar.

Rabu, 13 Februari 2019

Alasan Wajib Menjauhkan Anak dari Asap Rokok

Jauhkan asap rokok dari anak anda sekarang juga

                       Hasil gambar untuk Alasan Wajib Menjauhkan Anak dari Asap Rokok
Rokok memiliki efektivitas yang sangat tinggi dalam menyebarkan bahan kimia beracun. Jika diisap di dalam rumah, maka seluruh rumah Anda akan penuh dengan zat beracun, seperti nikotin, karbon monoksida, dan zat pemicu kanker (karsinogen).
Parahnya, semua zat tersebut tidak hanya ada di lokasi Anda merokok. Seluruh ruangan di dalam rumah, termasuk kamar anak dan bayi, berisiko tercemar oleh berbagai zat yang berbahaya bagi tubuh. Selain jangkauan yang luas dan penyebarannya yang cepat, asap rokok juga dapat bertahan di udara dalam waktu yang lama. asap rokok bisa bertahan di udara hingga 2 - 3 jam, bahkan saat ventilasi rumah atau jendela terbuka.
Lalu bagaimana cara terbaik agar buah hati kita terhindar dari asap rokok? Jangan pernah biarkan ada perokok di rumah, bahkan di luar ruangan sekalipun. Karena di mana pun Anda merokok, asapnya berisiko menjangkau anak-anak dan bayi.
Asap rokok juga bisa mengendap di lantai dan benda-benda yang ada di sekitar tempat Anda merokok. Hal ini tentu membahayakan buah hati kita, mengingat mereka sering bermain di lantai dan menyentuh benda-benda di sekitarnya.
Racun yang berasal dari asap rokok juga dapat menempel di badan, baju, rambut, dan tangan Anda. Agar aman, jangan pernah langsung bersentuhan dengan anak-anak atau bayi Anda setelah merokok. Sebaiknya cuci tangan dan muka, serta ganti pakaian dulu, agar anak-anak aman dari racun rokok.
Alasan Hal Ini Harus Dilakukan
Sebegitu berbahayakah paparan asap rokok bagi anak-anak dan bayi Anda? Patut diketahui bahwa kondisi tubuh bayi dan anak-anak masih mengalami tumbuh kembang. Jangan heran jika bayi rentan mengidap gangguan pernapasan. Asma, radang paru-paru, bronkitis, pneumonia, dan penurunan fungsi paru-paru adalah beberapa gangguan yang bisa dialami buah hati Anda, jika terpapar oleh asap rokok dalam jangka panjang.
Selain itu, bayi dan anak yang sering terpapar asap rokok juga rentan terkena radang sinus dan infeksi telinga. Jika hal ini dibiarkan, bukan tidak mungkin mereka akan terkena komplikasi yang bisa berujung kepada hilangnya kemampuan pendengaran.
Bayi yang memiliki ibu perokok berisiko lebih tinggi mengalami kematian mendadak. Selain itu, anak-anak atau bayi yang terpapar asap rokok juga memiliki risiko terkena meningitis lebih tinggi. Batuk dan pilek juga akan lebih mudah menyerang anak-anak dan bayi yang terpapar asap rokok. 
Melihat banyaknya dampak buruk yang dapat terjadi pada kesehatan anak dan bayi, maka penting untuk menjaga kebersihan lingkungan agar bebas asap rokok, baik di dalam maupun di luar rumah.
Sebagian orang merasa mendapatkan kesenangan dari merokok, tapi jangan biarkan kesenangan tersebut justru membahayakan keluarga tercinta di rumah yang terpapar asap rokok. Jika Si Kecil menunjukkan gejala akibat sering terpapar asap rokok, seperti sesak nafas, kulit dan bibir tampak kebiruan, lemas, demam, serta berat badannya tidak bertambah, segeralah bawa Si Kecil untuk berkonsultasi ke dokter untuk mendapat pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Sumber ref : Alodokter.com

Selasa, 12 Februari 2019

BELAJAR PRAKARYA SEJAK DINI DI SEKOLAH

BELAJAR PRAKARYA SEJAK DINI DENGAN MEMANFAATKAN BARANG BEKAS PAKAI

Prakarya adalah usaha mengembangkan pengetahuan dan melatih keterampilan percakapan hidup berbasis seni dan teknologi berbasis ekonomis.
Prakarya berasal dari kata pra dan karya. Pra artinya sebelum /belum dan karya artinya produk atau hasil kerja. Berarti prakarya adalah hasil karya yang belum jadi. Dengan kata lain prakarya merupakan proof of concept atau sebuah prototipe.
Prakarya masih berupa uji coba untuk suatu inovasi yang belum memiliki nilai jual. Untuk selanjutnya seiring dengan berjalannya waktu, prakarya ini terus disempurnakan agar bernilai jual.
Nah, apa manfaat pelajaran prakarya bagi siswa? Manfaatnya adalah melatih siswa untuk kreatif mencipta dan menghasilkan sesuatu dari barang bekas atau benda yang mudah didapat di sekelilingnya yang selama ini belum pernah dimanfaatkan oleh siapapun dan untuk apapun.
Manfaat lain dapat menumbuhkan keterampilan peserta didik dalam berwirausaha. Karena pada akhirnya yang diharapkan dari prakarya ini adalah, peserta didik dapat menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomis serta dapat mengembangkan usahanya setelah tamat sekolah. Bahkan mampu menciptakan lapangan kerja yang baru. Sehingga beban pemerintah dalam mengatasi pengangguran dapat teratasi.