PRIDE HOMESCHOOLING

Jl.Markisa Blok A no. 11 Cinere Depok (021)754-555-8

PRIDE HOMESCHOOLING

Dengan mencari dan Berspekulasi maka kita akan belajar dan mendapatkan hal-hal yang baru

PRIDE HOMESCHOOLING

Jadikan buku adalah sahabat karibmu karena ia akan membimbingmu kearah kebaikan.

PRIDE HOMESCHOOLING

Pengetahuan akan membawa kita kepada kesempatan untuk membuat perbedaan

PRIDE HOMESCHOOLING

Menuliskan impian dan cita2mu secara tertulis terbukti membantu kamu untuk bisa mewujudkannya. So write down your dreams. Now!!!.

contact

foxyform

Kamis, 31 Januari 2019

Bingung cara memahami karakter anak Introvet? Berikut solusinya

5 Cara menghadapi anak introvert

Gambar terkait

Setiap anak diciptakan berbeda dan mereka memiliki bakat masing-masing. Oleh karenanya, ketika Anda sebagai orang tua memiliki anak yang introvert, Anda tidak boleh memaksa mereka untuk berperilaku selayaknya anak ekstrovert karena itu akan membuat mereka tertekan. Berikut adalah cara tepat untuk menghadapi anak introvert.

1. Suka menyendiri
Bertemu atau bermain dengan orang lain bisa menjadi salah satu cara untuk menyegarkan pikiran. Namun, tidak demikian halnya dengan mereka yang introvert. Ketika mereka merasa stres atau sibuk, mereka akan membutuhkan waktu untuk sendirian. Anak introvert perlu waktu untuk memproses kegiatan, interaksi, percakapan, informasi, dan emosi mereka setiap hari.

Do: Menemaninya saat dia sedang membutuhkan waktu untuk sendirian. Anda bisa membiarkannya melakukan apapun, seperti menggambar, membaca atau segala hal yang disukainya, sementara Anda hanya duduk tenang disampingnya dan tak berusaha untuk mengangggunya.

Don't: Jangan tanyakan bagaimana perasaannya ketika anak menginginkan waktu untuk sendirian. Biarkan dia bermain atau menghabiskan waktunya sejenak, sebelum Anda akhirnya menanyakan tentang apa yang dilaluinya seharian di sekolah.

2. Anak introvert tidak suka berbasa-basi (terutama dengan orang asing)

Ini tidak berarti anak Anda adalah seorang pemalu. Artinya, anak hanya ingin membahas hal-hal penting, dan membangun hubungan dengan seseorang yang mereka kenal saja. Anak introvert perlu mengembangkan hubungan dengan seseorang sebelum mereka akhirnya mau berbicara dengan nyaman dengan orang tersebut. Namun, banyak orang menyalahartikan sikap introvert dengan pemalu.

Do: Jadilah jembatan antara teman anak Anda dan anak Anda. Itu akan membuat anak Anda merasa lebih nyaman sehingga mereka bisa membangun suatu hubungan dengan orang lain.

Don't: Jangan pernah mengatakan bahwa anak Anda adalah seorang pemalu di depan orang lain. Itu justru akan membuatnya merasa tersudutkan dan malah tidak mau bertemu dengan orang lain.

3. Anak introvert memproses perasaan mereka secara internal

Anda mungkin tidak menyadari apa yang sedang dirasakan oleh anak Anda karena dia tidak pernah menunjukkan emosinya. Sekadar pembanding, anak ekstrovert menunjukkan apa yang ada di pikirannya langsung lewat emosi dan kata-kata. Sebaliknya, anak introvert mengambil rangsangan dan mempertahankan itu, lalu memrosesnya untuk sementara waktu untuk memutuskan apa yang mereka pikirkan dan bagaimana menanggapinya.

Do: Pahami bahwa perasaan anak introvert mungkin tidaklah jelas. Untuk membantunya, Anda bisa membangun suatu komunikasi dengan memberikan anak tugas untuk melatih ekspresinya seperti melalui jurnal harian, kegiatan seni, atau memberinya banyak waktu untuk bebas bermain dengan mainan dan karakter.

Don't: Jangan berpikir bahwa anak introvert yang cenderung tanpa emosi atau jarang menunjukkan emosi itu berarti selalu baik-baik saja. Mereka juga memiliki perasaan hanya saja mereka memiliki cara sendiri untuk memroses perasaan mereka.

4. Anak introvert lebih memilih bermain secara berpasangan ketimbang bermain berkelompok
Mereka akan lebih senang bermain berpasangan dengan satu orang ketimbang harus bermain dengan banyak orang. Hal ini wajar karena anak introvert membutuhkan waktu untuk sendiri dan tidak suka keramaian.

Do: Bantu anak untuk mengenal salah seorang teman yang baik dan cocok untuknya. Dengan demikian, dia tidak akan menutup diri dan mau terbuka pada orang lain.

Don't: Jangan ajak mereka ke tempat yang sangat ramai atau mengenalkan mereka dengan banyak orang. Semakin banyak orang yang mereka temui, semakin sulit bagi mereka untuk memroses interaksi dan menikmati waktu dengan semua orang.

5. Anak introvert menikmati kegiatan yang memungkinkan pikiran mereka mengembara kemana saja
Sebagian besar anak introvert menyukai kegiatan seperti membaca, menulis, membuat sketsa, lompat tali, roller skating, memancing, melukis, bersepeda, berkebun, berenang, hiking, ayunan, memanjat pohon, dll. Itu membuat pikiran mereka lebih bebas.

Do: Mendukung dan mendorong minat alami dari anak Anda.

Don't: Jangan memaksa anak untuk berpartisipasi dalam kegiatan kelompok untuk tujuan sosial atau keterampilan kerja  sama dalam tim.

Lima cara ini cukup efektif untuk bisa memahami dan mengenal anak introvert. Ingat, tidak ada yang salah dengan anak introvert, hanya kita sebagai orang tua harus lebih memahami apa dan bagaimana anak berinteraksi satu sama lain.

Senin, 28 Januari 2019

Rasa tanggung jawab penting ditanamkan sejak dini pada sibuah hati

Ajarkan rasa tanggung jawab pada anak sejak dini

              Hasil gambar untuk Ajarkan rasa tanggung jawab pada anak sejak dini

Mengajarkan rasa tanggung jawab pada si kecil bisa dilakukan sejak usia dini. Anak juga akan tumbuh menjadi apa yang Moms ajarkan pada anak. Oleh sebab itu cara Moms merawat dan mengajari mereka sangat berperan penting. Mengajari nilai tanggung jawab adalah hal yang penting untuk bekal saat ia dewasa nanti. Namu hal ini kadang cukup sulit untuk diajarkan dan kadang Moms perlu kesabaran untuk menghadapi sikap si kecil. Untuk mengenalkan rasa tanggung jawab, Moms dapat memberi tugas pada si kecil seperti beberapa tips berikut ini!

1.Memberikan Tugas yang Melatih Tanggung Jawab
Tanamkan kebiasaan untuk berbagi pekerjaan dengan anak sambil mengajari anak tentang rasa tanggung jawab. Bila Moms sedang merencanakan wisata keluarga, Moms dapat memberi tugas si kecil misalnya dengan memberi tugas anak untuk membawa sendiri botol minumnya. Melakukan tugas lain seperti menghias kue juga dapat diberikan pada si kecil supaya ia bisa belajar bertanggung jawab atas tugas yang Moms berikan

2.Mengajak Anak Melakukan Tugas Rumah Tangga
Mengajak anak untuk melakukan tugas – tugas rumah seperti merapikan tempat tidur sendiri setelah bangun tidur di pagi hari atau mencuci piring merupakan cara yang efektif untuk mengajarkan si kecil tentang rasa tanggung jawab sekaligus mengajarkan anak tentang betapa pentingnya pekerjaan rumah tangga. Kegiatan ini bisa dimulai sejak usia dini. Dalam memberikan tugas, pastikan disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak. Awalnya mereka mungkin perlu diingatkan. Namun ketika anak sudah mulai menyelesaikan tugas sendiri, biarkan anak tahu bahwa Moms bangga dengan perbuatan mereka

3.Melatih Kemandirian Anak
Jangan biarkan si kecil tergantung sepenuhnya pada Moms. Jadi jangan biarkan anak mengganggap Moms akan selalu menjadi dewa penyelamat. Jika anak melakukan sesuatu yang salah, beri penjelasan bahwa ia sendiri yang harus bertanggung jawab, bukan Moms yang menanggungnya.

4.Memelihara Hewan Peliharaan
Untuk anak balita, Moms dapat melatih rasa tanggung jawabnya dengan mengajak anak memelihara ikan. Beri tugas kepada anak untuk memberi makan ikan tersebut setiap hari. Selain melatih tanggung jawab, ini juga akan membuat anak menyayangi makhluk hidup lain.

Demikian beberapa langkah menanamkan rasa tanggung jawab kepada sibuah hati sejak dini,agar kelak dewasa akan terbiasa.Selamat mencoba moms :)

Sumber referensi : Merries.co.id

Menumbuhkan sikap peduli terhadap sesama pada anak anda

Cara maeningkatkan kepedulian sosial sejak dini

Hasil gambar untuk Cara Meningkatkan Kepedulian Sosial
Sikap kurang peduli ada berbagai macam terkait objek yang diacuhkannya. Kurang peduli terhadap sosial, lingkungan, bahkan kurang peduli dengan dirinya sendiri. Jika dibiarkan bisa jadi sikap kepedulian generasi mendatang akan lebih buruk. Setiap anak akan acuh terhadap keadaan di sekitarnya.
Dalam  mengatasi permasalahan ini ada beberapa cara yang dapat dilakukan orang tua:
Pertama, anak yang kurang peduli terhadap masalah sosial. Terlebih dahulu kita biasakan anak untuk sesering mungkin berinteraksi khususnya dengan orang-orang yang mempunyai status ekonomi di bawah standar. 
Ajari anak untuk selalu membantu jika melihat orang lain sedang kesusahan. Misalnya mengajak anak secara rutin dalam acara bakti sosial, membantu korban bencana ataupun ke panti asuhan. Kenalkan kepada anak bagaimana kondisi objek tersebut. Sehingga anak akan tergugah hatinya untuk berbagi.
Ajari anak memberikan bantuan kepada objek secara langsung. Misalnya membagikan sembako ataupun bentuk bantuan lainnya menggunakan kedua tangan anak sendiri.
Kedua, sikap anak yang kurang peduli terhadap lingkungan. Orang tua mempunyai peran penting untuk menumbuhkan sikap kepedulian anak terhadap lingkungan. Karena dalam hal ini perlu adanya arahan orang tua kepada anak.
Orang tua dapat mencontohkan berbagai cara untuk menjaga lingkungan. Misalnya pada hari libur mengajak anak untuk kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar rumah, membuang sampah pada tempatnya ataupun menanam tanaman di halaman rumah.
Tidak hanya di sekitar rumah, akan tetapi lingkungan di manapun anak berada. Di sekolah ajarkan anak untuk selalu mengerjakan piket kelas. Saat berada di jalan, apabila anak melihat sampah yang terbuang sembarangan, ajari anak untuk mengambil dan membuang kembali ke tempat sampah. Selalu ajari, contohkan dan perintahkan agar anak terbisa dan peduli terhadap lingkungan.
Ketiga, sikap anak yang kurang peduli terhadap dirinya sendiri. Sikap tidak peduli terhadap diri sendiri contohnya seperti tidak memperdulikan pakaian yang dikenakannya apakah bersih atau kotor, mogok makan hingga sakit, bermain hujan-hujanan. Kita dapat memfasilitasi anak akan hal ini. Seperti menyediakan seragam sekolah lebih dari satu dan menyimpannya di almari. Sehingga anak dengan sendirinya dapat memilih baju yang dipakai apabila baju yang sebelumnya sudah kotor.
Kita dapat  mengajak anak untuk mengikuti permainan outbond yang membuat bajunya kotor. Apabila anak menyadari bahwa bajunya kotor setelah bermain dan dia segera membersihkan tubuhnya dan mengganti pakain yang kotor, hal ini dapat menjadi ukuran bahwa dia sudah memiliki kepedulian terhadap diri sendiri.
Demikian beberapa cara agar kepedulian tumbuh di dalam diri anak sejak dini. Sebagai orang tua, kita harus mendorong pembentukan sikap peduli pada anak. Sehingga generasi mendatang akan menjadi generasi yang sadar dan peduli dengan apa yang terjadi di negara kita ini. Selamat mencoba dear parents ;)