PRIDE HOMESCHOOLING

Jl.Markisa Blok A no. 11 Cinere Depok (021)754-555-8

PRIDE HOMESCHOOLING

Dengan mencari dan Berspekulasi maka kita akan belajar dan mendapatkan hal-hal yang baru

PRIDE HOMESCHOOLING

Jadikan buku adalah sahabat karibmu karena ia akan membimbingmu kearah kebaikan.

PRIDE HOMESCHOOLING

Pengetahuan akan membawa kita kepada kesempatan untuk membuat perbedaan

PRIDE HOMESCHOOLING

Menuliskan impian dan cita2mu secara tertulis terbukti membantu kamu untuk bisa mewujudkannya. So write down your dreams. Now!!!.

contact

foxyform

Minggu, 07 Oktober 2018

Ketahuilah manfaat sentuhan seorang ibu terhadap sibuah hatinya

Keajaiban sentuhan seorang ibu bagi sang anak

                                    

berikut ini beragam manfaat sentuhan seorang ibu untuk sang anak:

• Menghentikan tangisan bayi
Kita perlu mencari tahu kenapa bayi menangis. Mungkin digigit serangga, gerah, lapar, haus, bosan, dan lainnya. Jika kita tahu penyebabnya, misal, akibat digigit serangga, maka sentuh saja area gigitan tersebut dengan lembut. Kemudian, sentuh hatinya dengan hati kita lewat kata-kata menenangkan, tatapan, pelukan, belaian ke sekujur tubuhnya. Sentuhan yang dilakukan tulus dan penuh kasih sayang akan membuat anak cepat menghentikan tangisnya.

• Menenangkan bayi kolik
Kolik sangat tidak nyaman, bayi merasakan sakit di perutnya hingga dapat membuatnya menangis sangat keras. Mama bisa menyentuh bagian perutnya, mengusap, memijitnya dengan lembut. Sentuhan ini akan mengalirkan kehangatan (energi) Mama ke tubuh bayi sehingga bayi akan merasa lebih tenang. Belaian di bagian belakang tubuhnya pun perlu dilakukan untuk mengalirkan energi ke lebih banyak area tubuhnya.

• Membantu menurunkan panas/demam pada anak
Ketika ingin merasakan demam, biasanya kita menyentuhkan tangan kita ke dahi anak. Sebab biasanya demam sering terindikasi dari kepala meski pengukuran idealnya harus dilakukan lewat termometer di ketiak, mulut, telinga, atau lubang dubur. Sentuhkan tangan Mama ke kening anak, alirkan energi Mama ke tubuh anak lewat sentuhan. Lama sentuhan dilakukan sesuai kebutuhan, bisa 5—10 menit atau lebih. Ketika menyentuh anak, ucapkan kata-kata positif, semisal, “Tenang ya, Nak, kamu akan sembuh!”
Tak hanya di kening, sentuhan bisa ke sekeliling kepala, badan, atau bagian tubuh lainnya. Tentu, sentuhan sifatnya hanya membantu menurunkan demam. Kita tetap perlu berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui penyebab dan pengobatan yang harus dilakukan.

• Membantu meringankan batuk pilek anak
Area yang biasanya sakit akibat batuk dan pilek adalah hidung, leher bagian depan, dada, dan kepala (pusing). Nah, sentuhlah area-area tersebut untuk mengalirkan energi Mama ke tubuh si kecil. Rasa hangat dari tangan Mama akan membuat anak merasa lebih nyaman. Ketika ia nyaman, maka hormon endorfin akan mengalir lebih banyak yang akan mempercepat pengembalian kebugaran tubuh anak. Semakin bugar anak, tubuhnya akan lebih fit sehingga penyakit bisa lebih cepat sembuh. Tentu, berkonsultasi ke
dokter tetap diperlukan.

• Mengatasi tantrum/amukan anak
Anak yang tantrum biasanya merasakan kondisi emosi yang tidak stabil. Bisa karena kecewa, marah, takut, atau sedih. Sentuhan kasih sayang bisa menstabilkan emosi anak yang sedang tantrum. Peluklah anak, bisa dari depan atau belakang sesuai situasi dan kondisi. Belai tubuh anak dari kepala hingga kaki atau di tempat yang dibutuhkan, lalu tenangkan anak dengan kata-kata positif. Biasanya anak akan lebih cepat tenang karena pelukan dan sentuhan Mama membuat dirinya merasa lebih nyaman.

• Meringankan sakit gigi
Ketika anak sakit gigi, sentuhlah pipi dan gigi anak dengan lembut. Alirkan energi Mama ke tubuhnya untuk meredakan rasa sakitnya.
Pelukan dan belaian pun dibutuhkan ke sekujur tubuh anak untuk lebih menenangkannya. Tentu, konsultasi ke dokter gigi perlu dilakukan untuk memastikan penyebab sakit gigi tersebut, mungkin anak sedang tumbuh gigi atau karies.

• Mengatasi ketakutan anak
Banyak hal yang dapat membuat anak takut. Ia bisa takut terhadap orang asing, patung, binatang, benda-benda menyeramkan, dan
lainnya. Rasa takut sangat wajar, setiap orang memiliki rasa takut. Yang tidak wajar adalah ketika rasa takut muncul secara berlebihan. Misalnya, anak menjerit-jerit ketika melihat kecoak di lantai rumah. Di saat inilah kita perlu menenangkannya dengan memberikan sentuhan kasih sayang. Peluk anak, belai bagian tubuh belakangnya, kepalanya, wajahnya, sembil tenangkan ia dengan kalimat-kalimat positif, “Kecoaknya tidak berbahaya kok, Dek, kamu pasti berani!”

Kamis, 04 Oktober 2018

Manfaat bangun pagi bagi kesehatan

16 manfaat bangun dipagi hari untuk kesehatan tubuh

                                      
Bangun pagi sebaiknya dimulai dari sebelum matahari terbit atau pukul 05.00. Tidak ada salahnya bila Anda mulai mencoba bangun di pagi hari. Simak 20 manfaat bangun di pagi hari berikut ini.

1. Tubuh Segar
Saat mulai mencoba bangun di pagi hari maka tubuh akan terasa lebih segar. Ini dikarenakan tubuh menghirup udara segar yaitu oksigen yang belum tercampur polusi udara, seperti asap dari kendaraan atau limbah pabrik. Apalagi bila ditambah dengan berolah raga di pagi hari, tubuh akan menjadi segar dan bugar.
2. Mendapatkan Udara Segar
Udara di pagi hari jelas berbeda dengan udara di siang atau malam hari. Udara segar di pagi hari sangat baik untuk pernapasan dan kesehatan tubuh yang sangat berpengaaruh terhadap aktivitas Anda sehari-hari.

3. Melancarkan Peredaran Darah
Udara segar yang masih kaya oksigen di pagi hari sangatlah penting bagi peredaran darah dalam tubuh. Dengan menghirup udara segar maka akan menambah kadar oksigen dalam darah yang juga membuat aliran darah lancar.
4. Otak Berfungsi Maksimal
Aliran peredaran darah yang maksimal dan kandungan oksigen yang baik dalam darah akan mengalir ke otak. Proses ini akan membantu meningkatkan dan memaksimalkan fungsi otak.

5. Meningkatkan Daya Ingat
Jika otak berfungsi secara maksimal maka memori otak akan meningkat juga. Maka dari itu orang yang sering bangun pagi dan menghirup udara segar akan lebih kecil kemungkinan terkena gejala pikun dibandingkan dengan orang yang bangun siang hari.

6. Menyehatkan Paru-Paru
Bila Anda menghirup udara segar di pagi hari yang bersih dan belum terkena polusi tentu sangat baik bagi organ tubuh terlebih lagi paru-paru.

7. Menyehatkan Jantung
Jika peredaran darah menjadi lancar dan tingkat oksigen dalam darah baik maka organ lainnya juga ikut menjadi sehat, seperti jantung. Banyak gangguan pada jantung dikarenkan aliran darah dan oksigen yang sedikit dan terhambat. Dengan bangun di pagi hari dan menghirup udara segar maka jantung akan bekerja secara maksimal.
8. Sistem Imun Meningkat
Sistem imun atau kekebalan tubuh akan semakin meningkat bila Anda rutin bangun pagi. Ini dikarenakan udara pagi sangat bagus untuk pembentukan antibodi yang maksimal sehingga pembentukan sistem imun meningkat.

9. Terhindar dari Penyakit Kuning
Sinar matahari di pagi hari sangat bermanfaat bagi pembentukan vitamin D. Pukul 5.30 hingga 9.00 pagi adalah jam yang baik dengan kualitas sinar matahari yang baik. Lewat dari jam 9 pagi maka sinar matahari sangat berbahaya bagi kesehatan permukaan kulit.

Dengan menghirup udara segar dan membiarkan kulit terpapar sinar matahari pagi bisa membuat Anda terhindar dari penyakit kuning dan tulang. Itulah mengapa setiap anak bayi perlu dijemur di bawah sinar matahari pagi karena penyakit kuning sangat rentan menyerang bayi. Penyakit kuning bisa disebabkan oleh kurangnya vitamin D di dalam tubuh.

10. Menjaga Kesehatan Tulang
Sinar matahari bukan hanya membantu pembentukan vitamin D namun juga mengandung kalium yang baik untuk kesehatan tulang. Kandungan kalium sangat penting karena dapat menghindarkan Anda dari kerapuhan dan pengeroposan tulang. Maka berjemur pada pagi hari akan menghindari Anda dari osteoporosis.

11. Kulit Awet Muda
Sinar matahari pagi yang membantu pembentukan vitamin D dalam tubuh dapat memaksimalkan peremajaan kulit. Kandungan vitamin D2 dan D3 juga bisa mencegah gangguan pada kulit.

12. Meningkatkan Metabolisme Tubuh
Vitamin D mengandung kalium dan kalsitriol. Kandungan kalsitriol sangat bermanfaat dalam metabolisme tubuh dan memaksimalkan proses penyerapan kalsium pada tulang.
13. Menyembukan Penyakit Osteomalacia
Sinar matahari pagi bisa mengobati penyakit osetomalacia. Penyakit ini sama dengan osteoporosis. Osteomalacia adalah proses pembentukan lapisan mineral yang ada di dalam tulang. Perbedaannya dengan penyakit osteoporosis adalah jika osteoporosis biasanya menyerang orang yang sudah lanjut usia, osteomalacia banyak terjadi pada orang dewasa dengan usia 20 tahun ke atas.

14. Membangkitkan Semangat
Secara psikologi, energi positif dalam tubuh dapat diciptakan dengan bagun pagi dan menghirup udara pagi hari. Semangat bangun di pagi hari jauh berbeda dengan orang yang bangun pada siang hari. Orang yang bangun pada pagi hari memiliki mimik yang berseri-seri karena bersemangat sedangkan orang yang bangun di siang hari cenderung berwajah lesu dan kurang bersemangat.

15. Produktivitas Meningkat
Produktivitas seseorang juga dipengaruhi oleh pola tidur. Bila tidur dengan cukup maka kemungkinan memiliki tingkat produktivitas yag maksimal. Maka dari itu tidur yang cukup dan bangun pagi adalah kunci utama.

16. Memiliki Mood yang Bagus
Manfaat dari bangun pagi adalah membentuk mood yang bagus. Ini disebabkan bangun pagi membantu dalam pembentukan hormon serotonin yang bisa menciptakan suasana hati dan juga keseimbangan mental di dalam tubuh. Cobalah untuk bangun pagi dan tebarkan tersenyum Anda. Selain meningkatkan mood, Anda memberikan pengaruh positif pada sekeliling Anda.

Terkadang bangun pagi sangat sulit dilakukan bila Anda tidak tidur teratur dan sering begadang. Tapi bila Anda tidur tepat waktu, bangun pagi akan menjadi kebiasaan sehat yang bisa Anda ajarkan ke anak-anak.

Rabu, 03 Oktober 2018

5 Trik Menenangkan Anak Hiperaktif Agar Lebih Fokus

                                       
Hiperaktif merupakan salah satu perilaku yang mungkin dimiliki anak dengan gangguan Attention Deficit and Hiperactivity Disorder (ADHD). ADHD adalah gangguan perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik anak yang menyebabkan aktivitas anak-anak menjadi berlebihan dan lebih agresif. Kondisi ini ditandai dengan perasaan yang mudah gelisah, emosi meletup-letup, tidak bisa duduk dengan tenang, cenderung banyak berbicara, dan sulit untuk fokus.

Itu sebabnya, jika Anda memiliki anak yang kelewat hiperaktif – sampai Anda kewalahan, ada baiknya Anda melakukan konsultasi ke dokter. Hal ini dilakukan untuk memastikan kalau hiperaktif yang dialami si kecil bukan indikasi ADHD.
Apabila anak Anda terdiagnosis ADHD, dokter umumnya akan memberikan resep obat-obatan dan terapi perilaku untuk membantu mengontrol kondisi si kecil. Sementara itu, jika anak Anda tidak memiliki ADHD, namun hanya memiliki kepribadian yang lebih aktif  dari anak lainnya, ada banyak cara sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mengontrol perilakunya.

Beragam cara menenangkan anak hiperaktif

Anda sudah bingung menghadapi si kecil yang aktif ke sana ke mari? Berikut ini ada beberapa hal yang bisa membantu Anda menghadapi anak hiperaktif agar lebih tenang dan fokus.

1. Jauhkan dari gangguan

Hal-hal kecil yang mungkin tidak Anda sadari dapat mengalihkan perhatian dan mengganggu konsentrasi anak hiperaktif. Itu sebabnya, penting bagi Anda untuk mengatur suasana nyaman di sekitarnya, terutama saat anak Anda sedang mengerjakan PR atau bahkan belajar untuk persiapan ujian.
Jangan memaksanya untuk duduk tenang, karena hal ini justru akan membuat ia semakin gelisah. Tapi, mengurangi gangguan di sekitarnya akan membantunya lebih fokus. Misalnya, dengan menempatkan si kecil jauh dari area pintu, jendela, dan segala hal yang jadi sumber kebisingan.

2. Atur pola hidup yang terstruktur

Anak hiperaktif membutuhkan perintah yang jelas dan sebuah pola terstruktur untuk diikuti. Pasalnya, anak hiperaktif cenderung lebih cepat cemas saat mereka tidak tahu apa yang harus melakukan selanjutnya.
Oleh karena itu, buatlah rutinitas yang sederhana dan terjadwal di lingkungan rumah Anda. Misalnya menentukan kapan waktunya untuk makan, sikat gigi,belajar, bermain, dan bahkan tidur. Dengan rutinitas yang terencana, otak si kecil akan belajar menerima sesuatu yang lebih terstruktur. Sehingga diharapkan ini akan membuatnya lebih tenang dan fokus untuk melakukan sesuatu.

3. Membuat peraturan yang jelas dan konsisten

Beberapa orang tua memang memiliki caranya sendiri untuk mendidik anak. Ada yang mungkin menetapkan banyak peraturan, ada pula yang lebih santai. Namun sayangnya, anak hiperaktif tidak bisa dididik dengan cara yang santai. Mereka umumnya membutuhkan peraturan yang jelas dan konsisten. Itu sebabnya, penting untuk menerapkan disipilin positif dan sederhana di rumah.
Jangan lupa berlakukan sistem hukuman dan hadiah. Berikan pujian ketika si kecil memahami dan menuruti peraturan serta perintah yang Anda berikan. Tunjukanlah bagaimana perilaku baiknya tersebut mengarah pada hasil yang positif. Namun, ketika anak melanggar aturan tersebut, jangan lupa berikan konsekuensi dengan alasan yang jelas.

4. Sabar

Anak hiperaktif memang sering kali membuat Anda kesal. Ia bisa menunjukkan perasaan dengan sangat jelas dan gamblang, entah itu kegembiraan atau ledakan kemarahan secara tiba-tiba saat suasana hatinya memburuk.
Meski begitu, Anda disarankan untuk tetap tenang dan sabar. Hindari membentak dan memberikan hukumsn fidik pada anak. Ingat, Anda ingin mengajarkan mereka untuk lebih tenang dan tidak agresif, kedua hal tersebut justru akan membuat kemaraan sikecil semakin tidak terkendali.
Anda dapat mendinginkan kepalanya dengan mengajarkan teknik pernapasan sederhana: mengambil napas dalam-dalam lalu menghembuskan secara perlahan selama beberapa kali sampai ia merasa tenang.

5. Memperhatikan makanan yang dikonsumsi

Beberapa orang beranggapan jika konsumsi gula berlebih akan menyebabkan anak menjadi hiperaktif. Padahal, tidak demikian. Pasalnya, sampai saat ini belum ada penelitian yang terbukti secara ilmiah bahwa gula bisa menyebabkan seseorang jadi hiperaktif. Meski begitu, konsumsi gula memang sedikit banyak bisa mempengaruhi perilaku seseorang.

Gula merupakan karbohidrat sederhana yang mudah diserap oleh tubuh namun bisa membuat peningkatan dan penurunan kadar darah dalam tubuh dengan cepat. Pada anak, penurunan kadar gula darah yang tiba-tiba ini dapat mengakibatkan ia menjadi rewel karena tubuh seolah-olah kekurangan energi dan sel-sel tubuh kelaparan. Hal inilah yang justru membuat perilaku dan suasana hati si kecil menjadi tidak stabil.

Itu sebabnya, penting bagi Anda untuk memperhatikan makanan yang dikonsumsinya sehari-sehari. Penuhi asupan nutrisinya dengan gizi yang seimbang dari buah dan sayuran. Selain itu, hindari pula makanan olahan pada anak.