PRIDE HOMESCHOOLING

Jl.Markisa Blok A no. 11 Cinere Depok (021)754-555-8

PRIDE HOMESCHOOLING

Dengan mencari dan Berspekulasi maka kita akan belajar dan mendapatkan hal-hal yang baru

PRIDE HOMESCHOOLING

Jadikan buku adalah sahabat karibmu karena ia akan membimbingmu kearah kebaikan.

PRIDE HOMESCHOOLING

Pengetahuan akan membawa kita kepada kesempatan untuk membuat perbedaan

PRIDE HOMESCHOOLING

Menuliskan impian dan cita2mu secara tertulis terbukti membantu kamu untuk bisa mewujudkannya. So write down your dreams. Now!!!.

contact

foxyform

Minggu, 09 September 2018

Cara Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis

3 cara mengembangkan kemampuan berfikir kritis

Hasil gambar untuk berpikir kritis

Berpikir kritis adalah seni menganalisis gagasan berdasarkan penalaran logis. Berpikir kritis bukanlah berpikir lebih keras, melainkan berpikir lebih baik. Seseorang yang mengasah kemampuan berpikir kritisnya biasanya memiliki tingkat keingintahuan intelektual (intellectual curiosity) yang tinggi. Dengan kata lain, mereka rela menginvestasikan waktu dan tenaganya untuk mempelajari segala fenomena yang ada di sekitarnya. Orang-orang semacam ini kerap dianggap skeptis, namun sebenarnya luar biasa cerdas. Tertarik mengasah kemampuan berpikir kritis Anda? Berikut kami sampaikan perjalanan yang harus Anda tempuh tidak sesederhana itu. Dibutuhkan ketekunan, kedisiplinan, motivasi, serta kemauan untuk menganalisis kelebihan dan kekurangan Anda; dan tidak semua orang bisa melakukannya.

1.Mengasah Kemampuan Bertanya





a.Pertanyakan segala asumsi Anda. 

Disadari atau tidak, manusia kerap membuat asumsi terhadap hampir semua hal yang ditangkap panca indranya. Asumsi terbentuk setelah otak manusia memproses kepingan-kepingan informasi tertentu dan mendasari proses interaksi manusia dengan lingkungan sekitarnya. Bisa dikatakan, asumsi adalah fondasi kerangka berpikir kritis seseorang. Namun bagaimana jika asumsi tersebut salah atau tidak sepenuhnya benar? Jika itu terjadi, tentunya fondasi tersebut harus dibongkar dan dibangun ulang.
  • Apa yang dimaksud dengan mempertanyakan asumsi? Einstein mempertanyakan asumsi mengenai hukum gerak Newton yang dianggap bisa menjelaskan dunia ini secara akurat. Ia lantas merombak asumsi ini dan mengembangkan kerangka berpikir yang benar-benar baru melalui teori relativitasnya.
  • Anda juga bisa mempertanyakan asumsi dengan cara serupa. Mengapa Anda merasa perlu sarapan meski tidak lapar? Mengapa Anda berasumsi akan gagal meski belum mencoba?
  • Adakah asumsi-asumsi lain yang selama ini Anda telan mentah-mentah namun bisa saja runtuh jika dianalisis lebih jauh?
2.Jangan menelan informasi mentah-mentah jika Anda tidak tahu kebenarannya. 


Sama halnya dengan asumsi, manusia cenderung menilai kebenaran informasi berdasarkan sumbernya. Informasi dari sumber yang terpercaya (figur otoritas) akan langsung dianggap sebagai kebenaran, begitu pula sebaliknya. Meski lebih menghemat waktu dan tenaga, kebiasaan ini akan melemahkan kemampuan analisis Anda. Ingat, tidak semua informasi yang Anda terima dari figur otoritas (pemerintah, media massa, bahkan orang tua) benar adanya.
  • Gunakan insting Anda untuk menganalisis kepingan-kepingan informasi yang patut dipertanyakan. Jika Anda merasa penjelasan yang diberikan kurang memuaskan, mintalah pihak terkait memberikan penjelasan yang lebih detail. Jika Anda enggan atau tidak bisa menanyakannya langsung, bacalah berbagai sumber data yang relevan dan analisis sendiri kebenarannya. Jika ini terus-menerus dilakukan, dengan sendirinya Anda akan mampu memilah informasi mana yang perlu dan tidak perlu diteliti lebih jauh. Anda juga akan mampu menentukan kebenaran informasi berdasarkan penilaian yang Anda lakukan.
3.Pertanyakan hal-hal yang ada di sekitar Anda. 

Sebelumnya, Anda sudah belajar mempertanyakan asumsi dan informasi yang disampaikan oleh figur otoritas. Sekarang, Anda akan belajar untuk mempertanyakan... segalanya? Bertanya mungkin adalah tindakan paling esensial dalam proses berpikir kritis. Jika Anda tidak tahu harus menanyakan apa atau tidak menanyakannya meskipun ingin, sampai kapan pun Anda tidak akan mendapatkan jawabannya. Berpikir kritis adalah perihal mencari jawaban dengan cara yang elegan dan cerdas.
  • Bagaimana proses terjadinya ball lightning (fenomena bola bercahaya di langit)?
  • Bagaimana bisa ikan-ikan berjatuhan dari langit Australia?
  • Langkah apa yang harus dilakukan untuk mengatasi kemiskinan global?
  • Bagaimana caranya menghentikan produksi senjata nuklir di berbagai belahan dunia?

Kamis, 06 September 2018

BEBASKAN IMAJINASIMU DAN KETAHUILAH BEBERAPA MANFAATNYA

BEBASKAN IMAJINASIMU 



Saat masih anak-anak, kita kerap berganti peran meniru hal baru yang kita temui. Ibarat kanvas putih yang kosong, semakin banyak hal baru yang kita ketahui, semakin penuh kanvas terisi. Masa anak-anak adalah masa di mana imajinasi tak berbatas. Kini, kala dewasa, kebiasaan berimajinasi kerap disamakan dengan melamun atau mengkhayal yang dianggap tak baik. Padahal, kita masih membutuhkan imajinasi tanpa batas itu karena ternyata ada banyak manfaatnya, berikut lima di antaranya: 


1. Mengasah otak Selama berimajinasi sel otak kita lebih terhubung. Demikian hasil studi pada 2012. Kita bisa mengasah otak sambil berimajinasi. Psikolog, Scott Barry Kaufman, mengatakan kita pasti punya tujuan dan impian dalam hidup. Untuk mencapai tujuan ini, kata Kaufman, imajinasi atau berkhayal punya kontribusi. Dengan membayangkan sesuatu yang ada kaitannya dengan upaya mencapai tujuan atau impian, maka kita sedang mengasah otak sekaligus menggambar kesuksesan di kepala. Perlahan tujuan atau impian itu pun bisa terwujud. 

2. Penting untuk perkembangan anak Biarkan anak-anak balita bermain peran. Mereka sedang mengembangkan imajinasinya. Jangan rusak momen ini karena penting dampaknya untuk perkembangan anak. Penelitian menunjukkan, imajinasi pada anak-anak tidak hanya penting dalam pengembangan kemampuan kognitif, tetapi juga membantu anak memahami realitas di masa mendatang. Selain anak-anak juga bisa memahami sesuatu dari perspektif orang lain, lewat berimajinasi. 

3. Menajamkan memori Berimajinasi juga bisa menjadi salah satu cara mempertajam memori. Penelitian membuktikan membayangkan sesuatu dengan perspektif pribadi merupakan cara efektif untuk memanggil atau memerintahkan otak mengingat sebuah informasi. Bahkan, untuk orang yang mengalami cedera otak, berimajinasi membantu proses rehabilitasinya. 

4. Meningkatkan empati Penelitian menunjukkan ada kaitan antara memori, imajinasi, dan empati. Masuk akal, karena ketika kita bisa membayangkan sesuatu yang belum pernah kita alami, kita akan lebih mampu memahami seseorang atau sesuatu atau lebih berempati terhadap orang lain. Penulis buku Harry Potter, JK Rowling, juga mengatakan bahwa imajinasi tak hanya penting untuk meningkatkan kreativitas tapi juga empati. 

5. Eksplorasi diri Kunci berimajinasi adalah ide. Ketika Anda memikirkan sebuah ide maka Anda akan mulai membayangkan sesuatu. Saat proses imajinasi ini berlangsung, sebenarnya Anda tengah mengeksplorasi diri. Para psikolog mengatakan bahwa individu yang berhasil menunjukkan potensinya biasanya memiliki kemampuan membayangkan bahwa ia mampu melakukan sesuatu. Asisten profesor di Harvard Medical School, Dr Srini Pillay, MD, menulis dalam blognya, "Berimajinasi mengaktifkan bagian dari otak yang tanpa disadari memetakan jalan Anda menuju kesuksesan."

Kamis, 30 Agustus 2018

Bermain adalah Dunia anak, berikut manfaat yang didapatkan anak

Tak hanya dunianya, berikut manfaat dari bermain bagi sang anak

Di jaman sekarang ini, dimana kemajuan dan persaingan juga mengalami perkembangan pesat, anak umur 1,5 tahun pun sudah mulai masuk pra TK atau Kelompok Bermain. Kemudian masuk TK, dimana sekarang bukan tempat untuk bermain lagi melainkan sudah mulai menjadi tempat mengajar anak membaca, menulis dan berhitung. Orang tua semakin ambisius untuk mewujudkan keinginannya menjadikan anak semakin pintar dan terampil. Hal tersebut memang tidak salah, tetapi jangan abaikan kebutuhan anak yaitu bermain. Karena bermain adalah hal yang penting untuk perkembangan fisik dan mental anak.
                                         
Apa manfaat bermain bagi anak – anak ?
1. Aspek fisik
Tubuh anak menjadi lebih sehat, karena banyak kegiatan – kegiatan fisik yang dilakukan pada saat bermain.
2. Aspek perkembangan motor kasar dan halus
Hal ini berhubungan dengan keterampilan anak.
3. Aspek sosial
Anak belajar untuk berinteraksi dengan orang lain, menjalin hubungan dengan teman sebaya, belajar berbagi, mempertahankan hubungan, pemecahan masalah bahkan juga belajar berpisah dari ibu atau pengasuhnya.
4. Aspek bahasa
Anak akan semakin terlatih untuk berkomunikasi dan memperluas pergaulannya.
5. Aspek emosi dan kepribadian
Melalui bermain, anak memiliki rasa percaya diri dan harga diri. Dia akan berusaha melepaskan ketegangan yang dialaminya melalui permainan yang dilakukannya.
Dalam memilih alat bermain, sebaiknya carilah bahan – bahan yang tidak berbahaya, hindari alat permainan yang bersudut runcing, mengandung warna dan rasa yang beracun, sambungan kurang kuat, mudah rusak, dll.
Selalu usahakan memberikan waktu untuk bermain bagi anak, karena bagaimanapun anak – anak kita juga memiliki kebutuhan untuk memberi rasa nyaman pada dirinya sendiri.