PRIDE HOMESCHOOLING

Jl.Markisa Blok A no. 11 Cinere Depok (021)754-555-8

PRIDE HOMESCHOOLING

Dengan mencari dan Berspekulasi maka kita akan belajar dan mendapatkan hal-hal yang baru

PRIDE HOMESCHOOLING

Jadikan buku adalah sahabat karibmu karena ia akan membimbingmu kearah kebaikan.

PRIDE HOMESCHOOLING

Pengetahuan akan membawa kita kepada kesempatan untuk membuat perbedaan

PRIDE HOMESCHOOLING

Menuliskan impian dan cita2mu secara tertulis terbukti membantu kamu untuk bisa mewujudkannya. So write down your dreams. Now!!!.

contact

foxyform

Selasa, 13 Maret 2018

Tanamkan Rasa Sopan Santun pada Anak Sejak Dini

Sikap sopan anak merupakan cerminan dari orang tuanya.


Mengajarkan sopan santun adalah hal yang harus ditanamkan sejak kecil. Dengan tahu cara menjaga perilaku dan sikap, orang-orang di sekitar anak Anda akan melihatnya sebagai pribadi yang baik pada masa kecil dan dewasa nantinya. Dengan memiliki rasa sopan santun, anak akan merasa lebih percaya diri saat harus bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya.
Sikap sopan anak merupakan cerminan dari orang tuanya. Setiap orangtua ingin melihat anak-anaknya bersopan santun. Namun, sopan santun terkadang susah diajarkan pada anak. Oleh karena itu, penting mengajarkan anak-anak agar mengerti pentingnya sopan santun ketika orangtua mengajarkan sopan santun itu sendiri. Dimana sopan santun adalah sebuah kepentingan bersama yang patut dijaga agar setiap orang dapat hidup berdampingan di dunia dan sopan santun juga merefleksikan kepribadian yang penuh cinta dan tenggang rasa.
Memang terkadang dalam mengajarkan sikap sopan santun, kita sebagai orang tua terkadang cepat naik darah jika anak melakukan sikap yang tidak sopan dan ingin mengajarkannya dalam proses yang cepat. Padahal untuk mengajarkan sikap sopan santun membutuhkan waktu yang agak lama agar anak dapat mencerna mengapa ia melakukan sikap sopan santun.
Tips berikut mungkin bisa menjadi solusi bagi anda untuk mengajarkan sopan santun pada anak seperti berikut ini:
1. Mulailah Sejak Keci
2. Ajarkan Sikap Menghormati
3. Teladan Sopan Santun
4. Ajarkan Memanggil Nama
5. Selalu Perhatikan Anak
6. Hindari Paksaan saat Mengajari Sopan Santun
7. Koreksi Secara Sopan
8. Berikan Contoh pada Anak 
9. Jangan Biarkan Ketika Anak Tidak Berbuat Sopan
Untuk itu sebelum mengajarkan sopan santun, kita terlebih dahulu harus memiliki sifat sopan pada diri sendiri karena anak secara tidak langsung akan mencontohkan apa yang dilihat.

Senin, 05 Maret 2018

Mari pantau sejak dini pergaulan sang anak

Bahaya Pergaulan Bebas Mengakibatkan Sejumlah Gangguan Kesehatan

Sebagian besar pelaku pergaulan bebas adalah remaja. Hal ini utamanya dikarenakan oleh minimnya edukasi mengenai hubungan seksual dan ketidaktahuan akan bahaya di baliknya. Tidak heran, begitu banyak kawula muda yang terjerumus ke jurang pergaulan bebas.Lalu bagaimana cara kita sebagai orangtua menyalurkan pemahaman mengenai hal tersebut kepada anak? berikut ulasannya :
  • Mulai topik pembicaraan mengenai seks
Dalam satu waktu, ada kalanya Anda dan Sang Buah Hati memiliki waktu senggang di rumah. Pada waktu inilah, orang tua bisa membuka pembicaraan mengenai hubungan seks. Bersikaplah secara terbuka saat mendengar dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari anak-anak. Apabila ada kendala dalam menjawab rasa ingin tahu mereka, orang tua bisa mencari informasi yang relevan dan memulai kembali di kesempatan berikutnya.
  • Berikan pemahaman mengenai bahaya yang bisa terjadi
Diskusikan hal ini dengan bijak dan jauh dari kesan menakut-nakuti. Berikan pemahaman kepadanya mengenai bahaya pergaulan bebas yang dapat mengakibatkan kehamilan yang tidak diinginkan dan risiko infeksi PMS.
  • Dukung anak-anak Anda dalam kegiatan positifnya
Mendukung anak dalam kegiatan yang disenanginya akan meningkatkan harga diri dan percaya diri si anak sehingga dengan sendirinya si anak tidak beralih ke pergaulan bebas untuk menarik perhatian.
  • Aturan yang mencegah kesempatan terjadinya aktivitas seksual
Mulailah terapkan larangan pulang hingga larut malam. Lalu, memberi batas ruang interaksi ketika teman-temannya yang berlawanan jenis berkunjung ke rumah. Pantau terus aktivitasnya tanpa harus menginterupsi kegiatan yang mereka lakukan.
Waspadai pula pengaruh televisi, musik, film, atau jenis-jenis hiburan lain yang memikat anak. Anda bisa memberi mereka jadwal mengakses hiburan setelah waktu belajar dengan seimbang. Hal penting lainnya, berikan dorongan motivasi dan kesadaran kepada anak tentang pentingnya upaya menghargai diri sendiri. Alihkan perhatiannya dari bahaya pergaulan bebas melalui segudang aktivitas positif dan hobi yang bisa Anda dan Sang Buah hati lakukan bersama-sama.

Minggu, 25 Februari 2018

Ciri - ciri anak cerdas istimewa

Berikut 13 ciri-ciri anak cerdas istimewa :

  1. Mengumpulkan Informasi dengan Detail dan jelas
  1. Rasa Ketertarikan yang Luas dan Dalam Pada Banyak Bidang
  1. Kemampuan Mendengarkan Orang Lain
  1. Berbakat di Bidang Seni
  1. Memperlihatkan Konsentrasi yang Sungguh-sungguh
  1. Senang Menjadi Pemimpin
  1. Punya Kosakata yang Maju
  1. Perhatian Terhadap Detil
  1. Egois, sering nangis, memaksakan kehendak dan lainnya mungkin efek dari orang tua yang salah mendidik. Namun bisa jadi itu juga tanda bahwa anak anda tergolong bukan anak cerdas. Namun, tidak dengan anak-anak berbakat, mereka peduli dan berbelas kasihan dengan orang lain dan juga sangat tidak egois.Sangat Peduli Orang Lain dan Lingkungannya
  1. Memahami Sesuatu yang Kompleks
  1. Membaca Lebih Awal
  1. Mampu mendisipinkan diri dan hanya sedikit membutuhkan kontrol dari luar
  1. Sangat menyukai hal-hal yang terstruktur, urut dan konsisten
  1. Mudah berpikir kreatif dan sering membuat ide 
  1. Stabil secara emosi (mampu mengendalikan diri)
Demikian penjelasan tentang beberapa ciri-ciri anak cerdas istimewa yang mudah dikenali sejak usia dini bagi para orangtua. Informasi ini diharapkan mampu memberikan wawasan bagi para orang tua agar lebih cepat tanggap mengenali karakteristik dari bakat yang dimiliki oleh buah hati tercinta.