PRIDE HOMESCHOOLING

Jl.Markisa Blok A no. 11 Cinere Depok (021)754-555-8

PRIDE HOMESCHOOLING

Dengan mencari dan Berspekulasi maka kita akan belajar dan mendapatkan hal-hal yang baru

PRIDE HOMESCHOOLING

Jadikan buku adalah sahabat karibmu karena ia akan membimbingmu kearah kebaikan.

PRIDE HOMESCHOOLING

Pengetahuan akan membawa kita kepada kesempatan untuk membuat perbedaan

PRIDE HOMESCHOOLING

Menuliskan impian dan cita2mu secara tertulis terbukti membantu kamu untuk bisa mewujudkannya. So write down your dreams. Now!!!.

contact

foxyform

Senin, 06 Mei 2019

Menumbuhkan cita-cita anak sejak dini

Langkah yang bisa kita berikan untuk memupuk cita-cita anak sejak dini

Gambar terkait


Sebagai orangtua kita pasti berharap agar cita-cita anak bisa diraih setinggi mungkin. Ada yang memiliki cita-cita anak menjadi dokter, pilot, pramugari, tentara, guru dan masih banyak lainnya. Tentunya butuh dukungan dan usaha dari kita sebagai modal mereka untuk meraih cita-cita anak kelak di kemudian hari.

Berikut ini beberapa langkah yang bisa kita berikan untuk memupuk cita-cita anak sejak dini yang mungkin masih belum mereka bayangkan saat ini. Sehingga sebagai orangtua kita juga perlu menggali potensi yang terpendam dalam diri anak-anak kita untuk mendapatkan porsi dan takaran yang tepat mengenai gambaran cita-cita anak apa yang kelak diinginkan oleh mereka.
1.Beri dukungan
Ada cita-cita anak yang bermimpi menjadi presiden, walaupun kita menganggapnya terlalu mustahil, tetapi Anda tidak boleh mengabaikannya. Berikan dukungan kepada mereka agar tumbuh rasa percaya diri sehingga mereka akan berjuang untuk mewujudkannya
2.Beri Tantangan
Berikan tantangan kepada anak-anak agar mereka bisa berpikir lebih luas dan berusaha untuk mencari jalan keluar dalam memecahkan masalah yang kita sodorkan, sehingga mereka akan terbiasa untuk berpikir lebih rasional.
3.Mengenalkan Dunia
Kenalkan dunia baru kepada anak-anak dengan mengajaknya menemukan berbagai hal baru, berkunjung ke tempat-tempat baru, dan mengajak mereka bertemu dengan orang-orang baru. Tidak ada orang yang bisa mengubah dunia ini dengan hanya mengurung diri di rumah. Bawa mereka keluar untuk memperluas dan memperdalam pengetahuan mereka sejauh yang bisa mereka cerna.
4.Budaya Membaca
Budayakan membaca karena membaca adalah jendela dunia. Semakin banyak pengetahuan yang terserap oleh anak-anak, mereka akan semakin berkembang lebih luas daya pikir dan kreatifitas mereka. Membaca bisa melalui buku maupun mengikuti perkembangan jaman dengan adanya internet.
5.Mengenalkan Tokoh Terkenal
Tidak ada salahnya bila anak-anak mengagumi tokoh atau pahlawan tertentu. Kenyataannya, itu bisa menjadi cara brilian agar mereka lebih terfokus pada cita-cita anak atau ambisi tertentu. Dorong anak-anak belajar bagaimana tokoh atau pahlawan favorit mereka mengukir prestasi mereka serta bagaimana para tokoh tersebut merintis karir mereka.
6.Bermain Peran
Permainan peran bisa mengasah kreatifitas anak. Biasanya anak-anak melakukan permainan peran ini secara naluriah. Namun, lebih baik lagi bila kita mendorong dan membuat skenario tertentu untuk mereka mainkan dengan sekelompok kecil teman-temannya.
7.Bermain Bersama
Anak-anak akan tumbuh semakin percaya diri dengan bersosialisasi dalam lingkungan bermainnya. Di sana, mereka juga belajar bagaimana cara mempengaruhi dan berinteraksi dengan sekitarnya.
 
8.Anak-anak masih suka berubah
Bila tiba-tiba cita-cita anak berubah, jangan mengoloknya. Justru ini adalah perkembangan pemikiran mereka setelah mencerna dan mengamati serta mencari tahu lebih dalam tentang cita-cita anak yang lama dan cita-cita barunya.
9.Bukan Materi
Mungkin cita-cita anak tidak setinggi harapan orangtua yang kadang berpikir tentang materi. Misal mengharapkan anak menjadi seorang direktur utama di sebuah perusahaan sedangkan sang anak bercita-cita anak menjadi seniman. Jangan remehkan cita-cita anak karena apapun karir mereka, kebahagiaan adalah kekayaan yang nilainya melebihi materi.
10.Semua Bisa Terjadi
Apapun cita-cita anak, jangan pernah menganggapnya tidak mungkin. Segalanya bisa saja terjadi. Jika ada kemauan pasti ada jalan. Selalu berikan dukungan positif terhadap anak-anak agar mereka bisa maju dan merasa mendapatkan dukungan. Itu adalah kekuatan mereka.

Kamis, 25 April 2019

Manfaat mengenalkan anak pada Alam

Mengajak anak untuk mengenal alam 

Mengenalkan anak pada alam perlu dilakukan sejak dini. Meski tak dipungkiri, tak semua anak 'beruntung' lahir dan tumbuh di lingkungan yang dekat dengan alam. Namun tetap saja, alam tak bisa dipisahkan dari kehidupan.

Child Mind pada Why Kids Need to Spend Time in Nature juga menyebutkan beberapa manfaat perlunya anak mengenal alam sebagai berikut ini:

Membangun Rasa Percaya Diri
Bermain di alam memberikan anak kesempatan untuk menjadi apa yang ia mau. Ia juga bebas berinteraksi dengan lingkungan yang memacunya untuk bisa mengendalikan tindakannya sendiri. Itulah modal penting agar anak bisa bertahan di kehidupan. Tak ayal, ia tumbuh sebagai sosok yang percaya diri.

Mengembangkan Kreativitas dan Imajinasi




Alam menyediakan beragam bentuk eksplorasi yang tak terbatas. Ada air, tanah, dan tumbuhan yang bisa dijadikan kreasi bagi anak. Membuat kuda-kudaan dari batang pisang contohnya.
Mengenal alam juga mengajarkan anak banyak pengetahuan dan pengalaman baru secara langsung. Entah itu tentang tumbuhan, hewan, atau lainnya yang berguna bagi kehidupan. 

Mengajarkan Tanggung Jawab
Meski bebas, anak juga harus diajarkan menjaga keseimbangan ekosistem alam. Si kecil harus mengerti bahwa alam tetap harus dijaga dan dirawat.
Anak belajar untuk menjadi bebas di alam, namun tak lupa tetap bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan pada alam. Maka dari itu, orang tua perlu membimbing anak.

Aktif Bergerak
Tak seperti bermain video game di rumah, anak akan lebih aktif bergerak saat bermain di alam. Ia tak lagi terpaku dan berdiam diri pada satu objek. Namun, bisa bergerak bebas dengan leluasa.
Selain melatih motorik kasar dan halusnya, aktif bergerak juga bisa menurunkan potensi obesitas, Moms.

Menghindarkan Stres 


Sebuah teori tentang pemulihan perhatian menyebut, lingkungan perkotaan menuntut suatu kondisi yang disebut perhatian terarah yang menguras perhatian dan otak. Sebaliknya, alam bisa menimbulkan perasaan senang dan mengurangi kelelahan.

Maka, tak ada salahnya Anda menjadikan kunjungan ke alam bersama anak sebagai agenda liburan menyenangkan penghilang stres.

Minggu, 21 April 2019

Menerapkan Pendekatan Saintifik Dalam Proses Belajar Anak

Penerapan Pendekatan Saintifik

Hasil gambar untuk Penerapan Pendekatan Saintifik

Penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran melibatkan keterampilan proses seperti mengamati, mengklasifikasi, mengukur, meramalkan, menjelaskan, dan menyimpulkan (M. Lazim, 2013:2). 
Hal tersebut sejalan dengan pemikiran Kemendikbud melalui Materi Diklat Guru Implementasi Kurikulum 2013 (2013: 2-5, diunduh dari www.puskurbuk.net) sebagai berikut.
Pendekatan ilmiah (scientific appoach) dalam pembelajaran sebagaimana dimaksud meliputi mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan membentuk jejaring (5M). Pendekatan ini merujuk kepada teknik-teknik investigasi atas suatu fenomena, cara memperoleh pengetahuan baru, atau mengoreksi dan memadukan dengan pengetahuan sebelumnya.

1) Mengamati
Metode mengamati mengutamakan kebermaknaan proses pembelajaran. Keunggulan metode mengamati adalah peserta didik senang dan tertantang dan mudah pelaksanaannya.

2) Menanya
Menanya menurut Kemendikbud mempunyai fungsi sebagai berikut:
(a) Membangkitkan rasa ingin tahu, minat, dan perhatian  peserta didik. 
(b) Mendorong dan menginspirasi peserta didik untuk aktif belajar, serta mengembangkan pertanyaan dari dan untuk dirinya sendiri. 
(c) Mendiagnosis kesulitan belajar peserta didik sekaligus menyampaikan ancangan untuk mencari solusinya. 
(d) Menstrukturkan tugas-tugas dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menunjukkan sikap, keterampilan, dan pemahamannya atas substansi pembelajaran yang diberikan. (e) Membangkitkan keterampilan peserta didik dalam berbicara, mengajukan pertanyaan, dan memberi jawaban secara logis, sistematis, dan menggunakan bahasa yang baik dan benar. 
(f) Mendorong partisipasi peserta didik dalam berdiskusi, berargumen, mengembangkan kemampuan berpikir,  dan menarik  simpulan. 
(g) Membangun sikap keterbukaan untuk saling memberi dan menerima pendapat atau gagasan, memperkaya kosa kata, serta mengembangkan toleransi sosial dalam hidup berkelompok. 
(h) Membiasakan peserta didik berpikir spontan dan cepat, serta sigap dalam merespon persoalan yang tiba-tiba muncul. 
(i) Melatih kesantunan dalam berbicara dan membangkitkan kemampuan berempati satu sama lain.


3) Mengumpulkan data/ Mengekplorasi
Mengumpulkan data artinya siswa diajak untuk mengumpulkan pengetahuan sebanyak dari berbagai sumber pengetahuan

4) Menalar
Penalaran adalah proses berfikir yang logis dan sistematis atas fakta empiris yang dapat diobservasi untuk memperoleh simpulan berupa pengetahuan. 
Aplikasi metode eksperimen atau mencoba dimaksudkan untuk mengembangkan berbagai ranah tujuan belajar, yaitu sikap, keterampilan, dan pengetahuan. 

5) Mengkomunikasikan
Situasi kolaboratif peserta didik akan dilatih berinteraksi dengan empati, saling menghormati, dan menerima kekurangan atau kelebihan masing-masing.

Sekian pembahasan mengenai pendekatan saintifik, semoga bermanfaat dan menambah wawasan bagi kalian.


Sumber referensi : http://metodepembelajaran10.blogspot.com