PRIDE HOMESCHOOLING

Jl.Markisa Blok A no. 11 Cinere Depok (021)754-555-8

PRIDE HOMESCHOOLING

Dengan mencari dan Berspekulasi maka kita akan belajar dan mendapatkan hal-hal yang baru

PRIDE HOMESCHOOLING

Jadikan buku adalah sahabat karibmu karena ia akan membimbingmu kearah kebaikan.

PRIDE HOMESCHOOLING

Pengetahuan akan membawa kita kepada kesempatan untuk membuat perbedaan

PRIDE HOMESCHOOLING

Menuliskan impian dan cita2mu secara tertulis terbukti membantu kamu untuk bisa mewujudkannya. So write down your dreams. Now!!!.

contact

foxyform

Selasa, 19 Februari 2019

Cara Membuat Anak Gemar Belajar


Percayalah, 5 Cara Ini Akan Membuat Anak Suka Belajar

Hasil gambar untuk 5 Cara Ini Akan Membuat Anak Suka Belajar

Masa emas perkembangan otak manusia adalah saat usia anak-anak. Itulah mengapa anak-anak lebih cepat menyerap informasi atau pengetahuan baru. Karenanya, ini menjadi keuntungan tersendiri dalam proses dan cara belajar anak. Namun, seringkali yang terjadi justru kebalikannya. Alih-alih senang belajar, banyak anak justru menolak keras saat disuruh belajar di rumah. Kamu mengalaminya juga? Nah, 5 cara ini akan membuat anak suka belajar di rumah.

1. Bangun Komunikasi Positif dengan Anak

Membangun kebiasaan baik dan membuat anak terbiasa melakukannya memang bukan hal yang mudah. Kita orangtua, membutuhkan usaha sedikit keras agar anak mau kooperatif. Membuat anak disiplin belajar di rumah adalah salah satunya.
Mulailah dengan membangun komunikasi yang positif dengan anak. Tidak hanya tentang belajar, tapi tentang apapun. Jadilah sahabat untuk mereka. Menjadi pendengar yang baik untuk setiap cerita mereka. Bangun suasana yang nyaman saat ngobrol dengan mereka. Dan, jangan jadi orangtua diktator yang hanya bisa marah dan memerintah.
Dengan membangun pondasi komunikasi yang positif ini, maka kamu akan lebih mudah mengarahkannya untuk belajar di rumah. Tentunya juga dengan menggunakan bahasa-bahasa positif yang mudah diterima oleh anak.

2. Sepakati Bersama Waktu Belajar Anak

Kita, orang dewasa, pasti senang jika pendapat kita didengar dan dihargai. Begitu juga dengan anak-anak. Karenanya, ajak mereka diskusi, kira-kira kapan waktu yang mereka sukai untuk belajar di rumah.
Menyepakati waktu belajar bersama anak juga akan membuat mereka merasa lebih ‘memiliki’ waktu tersebut. Dengan demikian, mereka akan lebih menyadari kewajiban belajarnya pada waktu yang telah disepakati. Pada akhirnya, dengan sukarela mereka akan melaksanakan kegiatan belajar di rumah pada waktu tersebut, tanpa terpaksa.

3. Buat Suasana Belajar yang Menyenangkan

Bayangkan jika kamu diajar oleh guru killer di sekolah dulu. Jangankan tertawa, berbisik saja dilarang. Pasti tidak nyaman kan, suasana belajar yang seperti itu?! Karenanya, jangan praktikkan hal tersebut pada anak-anak. Mereka juga pasti tidak akan menyukainya.
Agar proses belajar anak berjalan efektif, buatlah suasana yang menyenangkan saat belajar. Jika mereka senang belajar sambil mendengarkan musik, putarlah lagu-lagu kesukaan mereka. Sediakan minuman dan cemilan kesukaan mereka pula.
Bebaskan mereka belajar dengan banyak posisi, tidak harus duduk tegang di meja belajar. Tak masalah jika mereka ingin belajar di ruang keluarga sambil selonjoran. Untuk itu sediakan alas dan bantal juga meja rendah yang nyaman.
Belajar sambil bermain juga dapat dilakukan. Ini bisa diterapkan untuk anak di semua level pendidikan. Sesuaikan permainan dengan usia mereka. Untuk anak PAUD, belajar mengenali huruf sambil bermain plastisin, misalnya. Anak yang lebih besar, bisa main kuis bersama seperti yang acara di televisi.

4. Berikan Reward Jika Anak Kooperatif

Anak akan senang sekali mendapat hadiah. Dengan cara itu pula kita memberikan apresiasi pada mereka. Karenanya, tak ada salahnya juga jika kamu memberikan mereka hadiah atas kerjasama mereka mau disiplin belajar di rumah.
Reward atau hadiah tidak harus berupa sesuatu yang mahal dan sulit didapat. Sebuah pelukan hangat dan toss juga bisa menjadi hadiah.
Dapat juga dengan memberikan mereka kesempatan untuk melakukan sesuatu yang mereka sukai. Misal, jika mereka kooperatif dengan waktu belajarnya selama sepekan, waktu bermain mereka diperpanjang di akhir pekan.
Jangan lupa, ucapkan terimakasih pada anak atas usaha mereka untuk kooperatif. Mungkin sepele, tapi ucapan terimakasih adalah tanda bahwa usaha mereka dihargai. Dengan begitu, mereka akan bersemangat untuk melakukan kebiasaan baik yang lain.

5. Dampingi dengan Intens Saat Anak Belajar

Ini yang seringkali dilupakan orangtua. Banyak orangtua menonton televisi saat anak belajar, atau sibuk sendiri dengan gawainya. Padahal, pendampingan dari orangtua akan membuat anak merasa nyaman dan mendapatkan dukungan saat mereka belajar.
Mendampingi anak belajar juga tak melulu harus duduk disampingnya menyimak apa yang sedang ia kerjakan. Ikut duduk di satu ruangan dengan mereka sambil membaca buku, dapat menjadi satu bentuk pendampingan.
Intinya adalah, mendampingi anak belajar berarti kita mengkondisikan diri dan situasi yang mendukung anak untuk konsentrasi dalam belajar. Dan, kita siap membantu jika mereka menemukan kesulitan dalam soalan yang sedang mereka pelajari.
Itulah 5 cara yang dapat kamu lakukan untuk membuat anak suka belajar di rumah. Ingatlah, setiap anak memiliki cara belajar masing-masing. Karenanya, kita sebagai orangtua juga harus dapat memahami hal tersebut. Menerapkan kebiasaan baik pada anak memang bukan hal instan dan mudah, tapi tidak mustahil untuk dilakukan. Nah, segera dicoba ya!

Kamis, 14 Februari 2019

Apa itu gaya Belajar Visual? Berikut ulasannya

Gaya belajar visual dan ciri-ciri gaya belajar visual 

                        Hasil gambar untuk Gaya belajar visual dan ciri-ciri gaya belajar visual

Gaya belajar visual (visual learners) menitikberatkan pada ketajaman penglihatan. Artinya, bukti-bukti konkret harus diperlihatkan terlebih dahulu agar mereka paham. Gaya belajar seperti ini mengandalkan penglihatan atau melihat dulu buktinya untuk kemudian bisa mempercayainya. Ada beberapa karakteristik yang khas bagai orang-orang yang menyukai gaya belajar visual ini. Pertama adalah kebutuhan melihat sesuatu (informasi/pelajaran) secara visual untuk mengetahuinya atau memahaminya, kedua memiliki kepekaan yang kuat terhadap warna, ketiga memiliki pemahaman yang cukup terhadap masalah artistik, keempat memiliki kesulitandalam berdialog secara langsung, kelima terlalu reaktif terhadap suara, keenam sulit mengikuti anjuran secara lisan, ketujuh seringkali salah menginterpretasikan kata atau ucapan.
Ciri-ciri gaya belajar visual yaitu :
  1. Cenderung melihat sikap, gerakan, dan bibir guru yang sedang mengajar
  2. Bukan pendengar yang baik saat berkomunikasi
  3. Saat mendapat petunjuk untuk melakukan sesuatu, biasanya akan melihat teman-teman lainnya baru kemudian dia sendiri yang bertindak
  4. Tak suka bicara didepan kelompok dan tak suka pula mendengarkan orang lain. Terlihat pasif dalam kegiatan diskusi.
  5. Kurang mampu mengingat informasi yang diberikan secara lisan
  6. Lebih suka peragaan daripada penjelasan lisan
  7. Dapat duduk tenang ditengah situasi yang rebut dan ramai tanpa terganggu
Ciri-ciri Anak Visual:
Ketika belajar, anak dengan gaya belajar visual memiliki beberapa kebiasaan, di antaranya adalah membaca informasi dengan sangat cepat, serta membutuhkan suasana yang tenang ketika belajar.
Menurut Shannon Hutton, dalam artikelnya yang berjudul ‘Helping Visual Learners Succeed’, seperti ditulis Senin (7/3/2011) anak visual umumnya selalu memusatkan fokusnya pada guru yang mengajar dengan duduk di barisan paling depan di kelasnya, serta mengamati pengajaran dari guru dengan seksama.
Anak tipe ini akan sangat mudah memahami informasi ketika diajarkan dengan menggunakan peta, gambar, skema, tabel atau bahkan siklus. Anak dengan gaya belajar visual cenderung rapi dan terorganisasi, serta teliti dalam menangkap informasi secara mendetail.
Berbeda dengan anak auditori yang lebih senang mendengar daripada mencatat, anak visual hampir selalu membuat catatan dari apa yang dipelajarinya, atau apa yang ingin diingat olehnya.
Biasanya ketika guru mencatat di papan tulis, ia pun menyalin catatan tersebut dengan rapi di bukunya. Bahkan, terkadang ia dapat meminta gurunya untuk menggambar hal-hal yang dapat memudahkannya dalam memahami topik pelajaran. Ketika diberikan tampilan video, ia akan sangat cermat mengamati informasi yang terkandung di dalamnya.
Menurut R. Philip, penulis buku ‘Engaging the Tween and Teen’s Brain’, anak-anak dengan gaya belajar visual kurang menyukai diskusi kelompok di kelas, namun mereka membuat berbagai gambar visual dalam merespons topik-topik yang dibahas dalam diskusi.
Selain itu, menurut Haggart, penulis buku berjudul ‘Discipline and Learning Styles: An educator’s Guide’, anak dengan gaya belajar visual lebih memilih mempelajari sesuatu dengan melihat demonstrasi atau peragaan dari suatu informasi.
Karena itu, observasi, analisa dan me-review pelajaran merupakan cara favoritnya untuk belajar. Anak tipe ini terkadang membuat sebuah coret-coretan ketika mendengarkan atau dijelaskan mengenai suatu informasi. Suka highlight tulisan menggunakan spidol, membuat bagan, dan menggambar seringkali menjadi pilihan aktivitas mereka ketika belajar.

Rabu, 13 Februari 2019

Alasan Wajib Menjauhkan Anak dari Asap Rokok

Jauhkan asap rokok dari anak anda sekarang juga

                       Hasil gambar untuk Alasan Wajib Menjauhkan Anak dari Asap Rokok
Rokok memiliki efektivitas yang sangat tinggi dalam menyebarkan bahan kimia beracun. Jika diisap di dalam rumah, maka seluruh rumah Anda akan penuh dengan zat beracun, seperti nikotin, karbon monoksida, dan zat pemicu kanker (karsinogen).
Parahnya, semua zat tersebut tidak hanya ada di lokasi Anda merokok. Seluruh ruangan di dalam rumah, termasuk kamar anak dan bayi, berisiko tercemar oleh berbagai zat yang berbahaya bagi tubuh. Selain jangkauan yang luas dan penyebarannya yang cepat, asap rokok juga dapat bertahan di udara dalam waktu yang lama. asap rokok bisa bertahan di udara hingga 2 - 3 jam, bahkan saat ventilasi rumah atau jendela terbuka.
Lalu bagaimana cara terbaik agar buah hati kita terhindar dari asap rokok? Jangan pernah biarkan ada perokok di rumah, bahkan di luar ruangan sekalipun. Karena di mana pun Anda merokok, asapnya berisiko menjangkau anak-anak dan bayi.
Asap rokok juga bisa mengendap di lantai dan benda-benda yang ada di sekitar tempat Anda merokok. Hal ini tentu membahayakan buah hati kita, mengingat mereka sering bermain di lantai dan menyentuh benda-benda di sekitarnya.
Racun yang berasal dari asap rokok juga dapat menempel di badan, baju, rambut, dan tangan Anda. Agar aman, jangan pernah langsung bersentuhan dengan anak-anak atau bayi Anda setelah merokok. Sebaiknya cuci tangan dan muka, serta ganti pakaian dulu, agar anak-anak aman dari racun rokok.
Alasan Hal Ini Harus Dilakukan
Sebegitu berbahayakah paparan asap rokok bagi anak-anak dan bayi Anda? Patut diketahui bahwa kondisi tubuh bayi dan anak-anak masih mengalami tumbuh kembang. Jangan heran jika bayi rentan mengidap gangguan pernapasan. Asma, radang paru-paru, bronkitis, pneumonia, dan penurunan fungsi paru-paru adalah beberapa gangguan yang bisa dialami buah hati Anda, jika terpapar oleh asap rokok dalam jangka panjang.
Selain itu, bayi dan anak yang sering terpapar asap rokok juga rentan terkena radang sinus dan infeksi telinga. Jika hal ini dibiarkan, bukan tidak mungkin mereka akan terkena komplikasi yang bisa berujung kepada hilangnya kemampuan pendengaran.
Bayi yang memiliki ibu perokok berisiko lebih tinggi mengalami kematian mendadak. Selain itu, anak-anak atau bayi yang terpapar asap rokok juga memiliki risiko terkena meningitis lebih tinggi. Batuk dan pilek juga akan lebih mudah menyerang anak-anak dan bayi yang terpapar asap rokok. 
Melihat banyaknya dampak buruk yang dapat terjadi pada kesehatan anak dan bayi, maka penting untuk menjaga kebersihan lingkungan agar bebas asap rokok, baik di dalam maupun di luar rumah.
Sebagian orang merasa mendapatkan kesenangan dari merokok, tapi jangan biarkan kesenangan tersebut justru membahayakan keluarga tercinta di rumah yang terpapar asap rokok. Jika Si Kecil menunjukkan gejala akibat sering terpapar asap rokok, seperti sesak nafas, kulit dan bibir tampak kebiruan, lemas, demam, serta berat badannya tidak bertambah, segeralah bawa Si Kecil untuk berkonsultasi ke dokter untuk mendapat pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Sumber ref : Alodokter.com