PRIDE HOMESCHOOLING

Jl.Markisa Blok A no. 11 Cinere Depok (021)754-555-8

PRIDE HOMESCHOOLING

Dengan mencari dan Berspekulasi maka kita akan belajar dan mendapatkan hal-hal yang baru

PRIDE HOMESCHOOLING

Jadikan buku adalah sahabat karibmu karena ia akan membimbingmu kearah kebaikan.

PRIDE HOMESCHOOLING

Pengetahuan akan membawa kita kepada kesempatan untuk membuat perbedaan

PRIDE HOMESCHOOLING

Menuliskan impian dan cita2mu secara tertulis terbukti membantu kamu untuk bisa mewujudkannya. So write down your dreams. Now!!!.

contact

foxyform

Selasa, 26 Februari 2019

Jenis permainan yang cocok untuk anak autisme

Jenis Mainan untuk Mendorong Perkembangan Anak Dengan Autisme

                                   Hasil gambar untuk Jenis Mainan untuk Mendorong Perkembangan Anak Dengan Autisme


Pilihan permainan untuk anak autisme

Saat memilih mainan untuk anak autisme, sesuaikan dengan kemampuan perkembangan mereka daripada usianya. Misalnya, jika anak mengalami keterlambatan dalam berbicara atau keterampilan sosial lainnya, maka carilah mainan yang bisa mendorong perkembangan mereka dalam hal tersebut.
Hal ini dilakukan untuk mendorong anak bereksplorasi dan mengurangi risiko frustasi atau tantrum saat bermain. Pasalnya, anak-anak dengan gangguan spektrum autisme mengalami kesulitan dalam memusatkan perhatian, memahami konsep abstrak, dan belajar seperti anak-anak lainnya.
Berikut ini adalah beberapa pilihan permainan untuk anak autisme yang bisa Anda tawarkan pada si kecil.
  • Puzzle. Bermain puzzle merupakan cara mudah dan menyenangkan untuk melatih fungsi kognitif anak. Tidak hanya itu, permainan ini juga dapat membantu otak anak Anda untuk berpikir lebih keras dalam memecahkan suatu masalah dan tidak mudah menyerah.
  • Balok susun. Ini merupakan permainan dasar yang dikenal luas untuk merangsang pertumbuhan anak, terutama kreativitas, kemampuan berpikir secara runtut, serta keluwesan bersosialisasi.
  • Menggambar dan mewarnai. Kedua permainan ini merupakan cara ampuh untuk mengenalkan perbedaan warna pada anak serta melatih kemampuan motorik halusnya. Tidak hanya itu, lewat menggambar mereka pun bisa menuangkan beragam imajinasi, kreativitas, bahkan suanana hati mereka.
  • Kartu bergambar (flash card). Permainan ini memiliki manfaat untuk merangsang daya ingat anak untuk mengenal angka, huruf, hewan, bunga, bagian tubuh atau hal yang lainnya.
  • Lilin mainan/ plastisin. Permainan ini termasuk mainan edukasi yang membantu gerak motorik anak agar berkembang dengan baik serta merangsang daya imajinasi dan kreativitas anak. Pilihan warna yang beragam dan menarik hati membuat banyak anak-anak menyukai permainan ini.
  • Lego. Bermain lego akan mengajar anak untuk berkreasi untu membangun suatu bangunan dan bentuk. Tidak hanya itu, lego juga membantu melatih koordinasi antara mata dan tangan serta meningkatkan daya konsentrasi anak.
  • Boneka atau bantal yang lembut. Anak dengan autisme mungkin harus berjuang untuk menenangkan diri ketika merasa tidak nyaman. Karena itu, boneka empuk dengan bulu yang sangat lembut bisa menemani dan membantu mengendalikan emosi si kecil saat tantrum. Pasalnya, anak dengan autisme biasanya memiliki indra peraba yang sangat peka. Boneka atau bantal dengan bentuk yang menarik seperti dinosaurus, gajah, atau beruang juga bisa melatih anak untuk berimajinasi.

Yang harus diperhatikan sebelum membeli mainan anak

Saat ini banyak produsen mainan anak yang memasarkan barangnya dengan jargon mainan edukasi tinggi dan semacamnya. Sekilas, hal tersebut memang terdengar menjanjikan. Apalagi sebagai orangtua tentu inginnya memberikan hal yang terbaik untuk anak.
Namun, Anda harus waspada. Pasalnya, sebuah laporan tahun 2005 dari Kaiser Foundation menemukan bahwa banyak dari klaim prosedur mainan anak adalah kebohongan semata untuk meraih untung di pasar. Kebanyakan mainan yang ditawarkan justru menggunakan gadget dengan teknologi yang justru mematikan kreativitas anak.
Jadi, sebelum Anda membeli mainan untuk anak, Anda harus pastikan jika mainan tersebut adalah mainan yang memang direkomendasikan untuk anak autisme sehingga aman untuk dimainkan oleh mereka.

Sumber ref.: hellosehat.com

Kamis, 21 Februari 2019

Beragam manfaat jika mengajarkan anak memasak sejak dini

6 MANFAAT MENGAJARKAN ANAK MEMASAK SEJAK Dini

 Hasil gambar untuk 6 MANFAAT MENGAJARKAN ANAK MEMASAK SEJAK DINI


Saat ini, masih banyak orang tua yang tidak melibatkan anaknya dalam kegiatan dapur. Apalagi jika mereka masih berumur sekitar 3-6 tahun. Alasannya tidak jauh-jauh dari takut anak terluka terkena benda tajam, kulitnya rusak akibat cipratan minyak, atau malah menimbulkan trauma bagi si kecil.
Rini Hildayani, seorang psikolog anak, mengatakan bahwa kegiatan masak sangat bagus bagi perkembangan psikologis anak-anak. Namun, orang tua lebih senang mengajak anak ke mal ketimbang mempelajari sejumlah life skill di dapur. Padahal, ada 6 manfaat yang bis diperoleh dengan mengajarkan anak memasak sejak dini, di antaranya:

Mengajarkan Kemandirian

Belajar memasak merupakan bekal bagi anak ketika dewasa nantinya. Anak akan terbiasa untuk mengerjakan sesuatunya sendiri. Ketika merasa lapar, dia tidak harus selalu menunggu Anda memasak makanan. Anak dapat mengerjakan sendiri asalkan Anda menyiapkan bahan-bahan dan menu yang mudah diolah sebelumnya.
Ketika dia harus ke luar kota untuk menyelesaikan pendidikan, anak tidak akan canggung untuk tinggal sendiri. Sebab sedari kecil dia sudah terbiasa menyiapkan kebutuhannya seorang diri tanpa perlu bantuan orang lain. Anak pun memiliki pribadi yang kuat dan mampu bertahan hidup jauh dari orang tua.

Melatih Hidup Sehat

Mengajarkan anak memasak akan membuatnya bisa membedakan makanan yang sehat dan tidak. Diharapkan dalam kesehariannya kelak, mereka akan lebih memperhatikan pola menu yang ada di sekitar. Kebiasaan ini tidak bisa didapat secara mudah dan harus dikenalkan dan dilatih sejak dini.
Dengan terbiasa memasak dan mengolah apa yang ada di rumah, anak lebih menyukai masakan rumahan daripada jajan di luar. Hal ini tentunya bisa membuatnya terhindar dari perilaku boros dan membeli makanan yang belum tentu sehat.

Mempererat Hubungan

Di hari-hari biasa Anda mungkin sibuk bekerja dan jarang berbicara dengan anak. Nah, dengan membiasakan kegiatan memasak bersama di akhir pekan, Anda dapat mengisi ruang kosong tersebut. Komunikasi akan lebih terjalin dan kerja sama akan terbentuk secara natural. Anda dan anak-anak pun dapat sama-sama menikmati kegiatan dengan hati yang riang.
Melalui kegiatan ini, Anda bisa lebih membaca dan mengenali situasi hati anak. Misalnya, ketika dia sedang tidak mood, mintalah untuk mengerjakan hal-hal yang mudah seperti mencuci sayuran atau menyiapkan wadah-wadah. Sembari melakukan hal tersebut, biarkan dia menceritakan kegelisahannya. Secara tak langsung, Anda dan anak Anda membangun kepercayaan satu sama lain.

Melatih Emosi Anak

Tidak semua orang bisa memasak. Selain rentetan resep yang harus dihafal, juga ada berbagai macam bumbu yang harus bisa dibedakan, ditambah kesabaran menunggu masakan matang. Ini poin plus mengajarkan anak memasak. Jiwanya akan lebih sabar menanti sesuatu. Dia juga akan menikmati serta menghargai suatu proses tanpa bergantung kepada hal-hal instan.

Mengembangkan Sensitifitas Rasa

Minta anak mencicipi pertama hasil masakan yang sudah jadi. Biarkan dia berkomentar tentang hasilnya. Lama-kelamaan lidahnya akan peka terhadap rasa, bumbu, maupun bahan yang diolah. Dia juga bakal mampu membedakan aroma makanan yang sudah matang sama yang masih mentah. Efeknya, indra anak menjadi lebih tajam dan terasah dengan baik.

Belajar Teliti

Memotong wartel sama besar, bawang, mentimun atau sayuran lainnya akan menanamkan sifat teliti pada anak. Biarkan dia mencoba memotong walau dengan tempo pelan. Lihat dan perhatikan tingkahnya, ketelitian yang dilatihnya sendiri akan membuat anak terbiasa bersikap teliti dan rapi dalam mengerjakan sesuatu.
Jika anak terluka atau melakukan kesalahan, sebaiknya Anda tidak membentak atau memarahi. Sebaliknya, ajarkan hal tersebut sebagi pengalaman berharga dan kesalahan yang harus dihindari. Nantinya anak akan memiliki karakter kuat dan tidak takut untuk mencoba sesuatu yang baru.
Ternyata,banyak manfaat yang bisa diperoleh dari mengajarkan anak memasak. Yuk, agendakan kegiatan memasak bersama dengan anak-anak di akhir pekan ini.

Rabu, 20 Februari 2019

Bermacam manfaat egrang bambu (permainan tradisional) bagi anak

Manfaat luar biasa bermain Egrang bambu (Permainan Tradisional)

Lokasi : Halaman Pride Homeschooling
Egrang merupakan alat permainan yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Bentuknya berupa galah atau tongkat bambu berjumlah dua buah (sesuai dengan sepasang kaki yang kita miliki) dengan tinggi sekitar 2-3 meter. Terdapat pijakan kaki dari dua belah bambu atau kayu yang panjangnya kira-kira 20-30 cm yang dipasang sekitar 30 cm dari pangkal egrang.
Egrang bambu memang digunakan seseorang agar bisa berdiri dalam jarak tertentu dari permukaan tanah. Terdapat tali pengikat pula (bila hal ini akan lebih terasa nyaman) untuk diikatkan ke kaki, untuk tujuan berjalan selama naik di atas ketinggian normal.
W.J.S. Poerwadarminto dalam Baoesastra Jawa (1939: 113) menyebutkan bahwa permainan egrang muncul sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, tepatnya pada masa penjajahan Belanda. Ia menyebut kata egrang-egrangan yang diartikan sebagai dolanan dengan menggunakan egrang.
Manfaat Permainan Egrang
Di tengah fenomena anak yang banyak menghabiskan waktunya untuk bermain gadget dan video game yang membuat anak menjadi asosial dan kurang gerak fisik, permainan tradisional seperti egrang perlu kembali digalakkan.
Beberapa manfaat dari permainan egrang di antaranya:
  1. Mendekatkan anak dengan alam sekitar. Anak tidak lagi hanya sibuk dengan gadget dan videogame-nya.
  2. Melatih anak untuk berkomunikasi dan bersosialisasi dengan anak-anak lainnya. Apalagi bila egrang dilombakan secara berkelompok karena dibutuhkan kerja sama agar dapat kompak berjalan hingga mencapai garis finish. Mereka tidak bisa mendahului satu sama lain. Menunggu yang lain sementara tetap menyeimbangkan diri dalam menaiki egrang adalah hal yang tidak mudah.
  3. Permainan ini dapat melatih dan mengembangkan kemampuan otak kanan dan kiri anak. Bila otak kirinya terbiasa berpikir kalkulatif, maka otak kanannya dipaksa untuk sabar dan ulet dalam melatih keseimbangan dan juga melatih kesabaran untuk menjaga kekompakan dan sportivitas dalam perlombaan.
  4. Melatih konsentrasi anak karena perlu hati-hati dalam menapaki medan yang dijalani dengan egrang. Hal ini akan berpengaruh positif kepada konsentrasinya sewaktu belajar di kelas.
  5. Membuat anak lebih kreatif karena permainan ini menimbulkan efek keceriaan dan kebersamaan.
Demikian pengertian dan manfaat dari permainan egrang bambu.Semoga bisa menjadi alternatif permainan di halaman rumah dalam rangka mengurangi efek gadget yang sangat membius anak-anak.Selamat mencoba :)