PRIDE HOMESCHOOLING

Jl.Markisa Blok A no. 11 Cinere Depok (021)754-555-8

PRIDE HOMESCHOOLING

Dengan mencari dan Berspekulasi maka kita akan belajar dan mendapatkan hal-hal yang baru

PRIDE HOMESCHOOLING

Jadikan buku adalah sahabat karibmu karena ia akan membimbingmu kearah kebaikan.

PRIDE HOMESCHOOLING

Pengetahuan akan membawa kita kepada kesempatan untuk membuat perbedaan

PRIDE HOMESCHOOLING

Menuliskan impian dan cita2mu secara tertulis terbukti membantu kamu untuk bisa mewujudkannya. So write down your dreams. Now!!!.

contact

foxyform

Kamis, 07 Februari 2019

Tanda - tanda seseorang yang perfeksionis

5 Tanda orang yang perfeksionis

Hasil gambar untuk anak perfeksionis

Menjadi seorang perfeksionis tidak selalu buruk, namun Anda tetap harus menjalani hidup dengan seimbang. Karena bagaimana pun, tidak ada yang sempurna di dunia ini. Anda memang harus selalu berusaha untuk menjadi lebih baik dari waktu ke waktu, namun bukan berarti Anda harus menjadi begitu terobsesi untuk meraihnya. Nah, berikut adalah lima tanda bahwa Anda adalah seseorang yang perfeksionis, baik itu dalam pekerjaan,sekolah ataupun kehidupan sehari-hari, seperti dilansir Magforwomen.

1. Anda menganggap sebuah penilaian itu penting

Anda selalu meletakkan seratus persen konsentrasi pada pekerjaan, dan pada akhirnya Anda selalu menyalahkan diri sendiri karena hasil yang kurang maksimal. Anda juga selalu berpikir bahwa Anda bisa melakukannya lebih baik lagi. Sikap ini juga berlaku ketika Anda sedang menghakimi kualitas pekerjaan orang lain dan merasa itu tidak memuaskan bagi Anda. 

2. Sangat kompetitif

Anda selalu memiliki dorongan untuk mengungguli orang lain. Singkatnya, Anda selalu ingin keluar sebagai pemenang atau yang terbaik dalam segala hal. Sifat semacam ini memang manusiawi, namun seseorang tidak mungkin selalu menjadi yang terbaik dalam segala hal. Tetapi jika Anda tidak bisa menerima kenyataan itu, Anda pasti seorang perfeksionis sejati.

3. Terobsesi pada kesalahan dan kegagalan

Anda tidak pernah puas dengan pekerjaan yang Anda lakukan. Setelah menyelesaikan suatu pekerjaan, baik itu yang sederhana atau pun rumit, Anda tetap mengomel tentang kesalahan dan kegagalan yang Anda buat. Ini jelas bukan perilaku yang tidak sehat dan Anda pasti lah seorang perfeksionis karena Anda tidak bisa menerima kesalahan apa pun. 

4. Gigih 

Seorang perfeksionis sangat gigih dalam menyelesaikan pekerjaannya. Dia akan selalu fokus sampai akhir. Sampai dia berhasil meraih sesuatu yang diinginkannya. Ini adalah salah satu sikap terbaik yang dimiliki oleh seorang perfeksionis. Setelah berhasil menyelesaikan pekerjaannya, seorang perfeksionis akan berusaha untuk memeriksa pekerjaannya secara berulang-ulang, karena dia tidak ingin membuat kesalahan sama sekali.

5. Tidak pernah mau salah atau gagal

Membuat kesalahan itu manusiawi, namun seorang perfeksionis ingin segalanya terlihat sempurna. Bahkan, kesalahan kecil pun bisa membuat dia kehilangan kendali dan merasa frustrasi. Tak jarang, seorang perfeksionis mengalami perubahan suasana hati yang drastis karena terlalu mudah resah atas kegagalan yang dialaminya. Jika Anda adalah seseorang yang tidak suka gagal atau salah, Anda tentu termasuk perfeksionis. 

Rabu, 06 Februari 2019

TIPS MENANAMKAN KEBIASAAN MANDIRI PADA ANAK REMAJA

Inilah 5 cara membiasakan si remaja untuk mandiri


                            Gambar terkait
Punya anak yang sudah beranjak remaja tapi masih belum bisa bertanggung jawab sama dirinya sendiri. Duh pasti kawan sumber sebel dan kesel banget deh. Bangun tidur harus di teriakin dulu, mau makan mesti disiapin semua di depan matanya, belum kalau mencari barang gak pernah bisa nemuin barang miliknya sendiri. Ih, anak kayak gini gimana sih caranya supaya bisa jadi mandiri, malu kan sama temen lainnya.
Oke, jangan khawatir. Yuk simak Tips dari Sumber untuk menjadikan anak-anak kita pribadi yang mandiri dan bertanggungjawab :


1. Ajaklah bicara tentang kebebasan dan tanggung jawab
“ Dek, sekarang kan sudah besar. Buku-bukunya simpan di tempat yang kamu suka. Yang penting waktu kamu cari itu bisa ingat dan ketemu dimana,” Itulah cara pertama dalam membiasakan kemandirian anak. Yaitu dengan memberinya kebebasan yang bertanggung jawab. Jangan jadikan diri anda sendiri helikopter yang akan siap siaga membantunya saat anak berteriak minta tolong. Biarkan dirinya mulai merasa bisa melakukannya sendiri. Berikan tanggung jawab pada kehidupan anak anda, jangan jadikan anak manja dengan memberinya semua hal yang dia inginkan atas dalih kasih sayang.


2. Jangan terlalu banyak melarang
Anak gak boleh kesini, gak boleh beginu, atau keseringan mengatakan Jangan pada anak, adalah salah satu hal yang membuatnya bisa menjadi anak manja. Tentu saja, larangan ini itu kawan sumber membuat anak menjadi tidak pernah merasakan sensasi membuah keputusan sendiri. Ketika akan bahkan tidak mengambil keputusan sendiri, bagaimana ia akan bertanggung jawab atas apa yang telah diputuskannya. Berikan ia kepercayaan, dan biarkan ia memutuskan sesuatu sendiri. Dan jika ia gagal? Maka dari situlah ia akan belajar bagaimana cara bertanggung jawab dan kelak akan dengan pandai membuat keputusan yang lebih baik berdasarkan pengalaman kegagalannya tersebut
3. Ajarkan anak untuk terbuka
Inilah salah satu kuncinya : Keterbukaan. Biasakan anak untuk bicara apa yang ingin atau tidak ingin dilakukannya. Biasakan menerima kritik dari anak, ketika ada hal menyangkut cara mendidik dan cara memimpin keluarga yang tidak di sukai. Ketika anak memprotes kemarahan orang tua, dengarkan dan jawablah protesnya dengan diskusi. Orang tua bukan lah raja, dan tidak semua pemikiran orang tua merupakan kebenaran mutlak. Beri anak ruang untuk berani dan mandiri dari segi berfikir. Dari situlah, kemandiriannya akan terpupuk oleh keterbukaan.


4. Berikan contoh
Orang tua adalah Real Model yang paling up-to-date bagi anak. Maka cara terbaik mengajarkan kemandirian pada anak adalah dengan memberinya contoh. Ingin anak bisa bangun pagi sendiri dan disiplin, maka kawan sumber harus bisa bangun pagi dengan disiplin dahulu. Buatlah diri kawan sumber contoh yang tak terbantahkan. Jangan sampai ketika kita meminta anak untuk bisa mencuci piring bekas makannya sendiri, tapi ayahnya saja masih membiarkan ibu untuk mencucikan piringnya. Itu akan membuat anak bukan menjadi mandiri, namun justru sebaliknya. Anak akan memberontak dan justru bersikap arogan.


5. Membiasakan anak untuk berfikir positif.
Suruh anak bereskan mainannya sendiri, gantilah dengan kalimat Biarkan mereka membereskan mainannya sendiri. Jangan biasakan memerintah pada anak, tapi justru biasakan anak untuk memiliki inisiatif sendiri. Bagaimana caranya? Ajarkan anak untuk memahami mengenai tanggung jawab atas barang miliknya. Misalnya, “ Doni, boleh bermain tapi mama akan bangga kalau doni bisa membereskannya lagi. “ Beri anak kawan sumber sikap yang posistif untuk membentuk kepribadiannya yang mandiri.

Demikian langkah-langkah untuk menanamkan kebiasaan mandiri kepada anak kita yang sudah menginjak usia remaja.

Kamis, 31 Januari 2019

Bingung cara memahami karakter anak Introvet? Berikut solusinya

5 Cara menghadapi anak introvert

Gambar terkait

Setiap anak diciptakan berbeda dan mereka memiliki bakat masing-masing. Oleh karenanya, ketika Anda sebagai orang tua memiliki anak yang introvert, Anda tidak boleh memaksa mereka untuk berperilaku selayaknya anak ekstrovert karena itu akan membuat mereka tertekan. Berikut adalah cara tepat untuk menghadapi anak introvert.

1. Suka menyendiri
Bertemu atau bermain dengan orang lain bisa menjadi salah satu cara untuk menyegarkan pikiran. Namun, tidak demikian halnya dengan mereka yang introvert. Ketika mereka merasa stres atau sibuk, mereka akan membutuhkan waktu untuk sendirian. Anak introvert perlu waktu untuk memproses kegiatan, interaksi, percakapan, informasi, dan emosi mereka setiap hari.

Do: Menemaninya saat dia sedang membutuhkan waktu untuk sendirian. Anda bisa membiarkannya melakukan apapun, seperti menggambar, membaca atau segala hal yang disukainya, sementara Anda hanya duduk tenang disampingnya dan tak berusaha untuk mengangggunya.

Don't: Jangan tanyakan bagaimana perasaannya ketika anak menginginkan waktu untuk sendirian. Biarkan dia bermain atau menghabiskan waktunya sejenak, sebelum Anda akhirnya menanyakan tentang apa yang dilaluinya seharian di sekolah.

2. Anak introvert tidak suka berbasa-basi (terutama dengan orang asing)

Ini tidak berarti anak Anda adalah seorang pemalu. Artinya, anak hanya ingin membahas hal-hal penting, dan membangun hubungan dengan seseorang yang mereka kenal saja. Anak introvert perlu mengembangkan hubungan dengan seseorang sebelum mereka akhirnya mau berbicara dengan nyaman dengan orang tersebut. Namun, banyak orang menyalahartikan sikap introvert dengan pemalu.

Do: Jadilah jembatan antara teman anak Anda dan anak Anda. Itu akan membuat anak Anda merasa lebih nyaman sehingga mereka bisa membangun suatu hubungan dengan orang lain.

Don't: Jangan pernah mengatakan bahwa anak Anda adalah seorang pemalu di depan orang lain. Itu justru akan membuatnya merasa tersudutkan dan malah tidak mau bertemu dengan orang lain.

3. Anak introvert memproses perasaan mereka secara internal

Anda mungkin tidak menyadari apa yang sedang dirasakan oleh anak Anda karena dia tidak pernah menunjukkan emosinya. Sekadar pembanding, anak ekstrovert menunjukkan apa yang ada di pikirannya langsung lewat emosi dan kata-kata. Sebaliknya, anak introvert mengambil rangsangan dan mempertahankan itu, lalu memrosesnya untuk sementara waktu untuk memutuskan apa yang mereka pikirkan dan bagaimana menanggapinya.

Do: Pahami bahwa perasaan anak introvert mungkin tidaklah jelas. Untuk membantunya, Anda bisa membangun suatu komunikasi dengan memberikan anak tugas untuk melatih ekspresinya seperti melalui jurnal harian, kegiatan seni, atau memberinya banyak waktu untuk bebas bermain dengan mainan dan karakter.

Don't: Jangan berpikir bahwa anak introvert yang cenderung tanpa emosi atau jarang menunjukkan emosi itu berarti selalu baik-baik saja. Mereka juga memiliki perasaan hanya saja mereka memiliki cara sendiri untuk memroses perasaan mereka.

4. Anak introvert lebih memilih bermain secara berpasangan ketimbang bermain berkelompok
Mereka akan lebih senang bermain berpasangan dengan satu orang ketimbang harus bermain dengan banyak orang. Hal ini wajar karena anak introvert membutuhkan waktu untuk sendiri dan tidak suka keramaian.

Do: Bantu anak untuk mengenal salah seorang teman yang baik dan cocok untuknya. Dengan demikian, dia tidak akan menutup diri dan mau terbuka pada orang lain.

Don't: Jangan ajak mereka ke tempat yang sangat ramai atau mengenalkan mereka dengan banyak orang. Semakin banyak orang yang mereka temui, semakin sulit bagi mereka untuk memroses interaksi dan menikmati waktu dengan semua orang.

5. Anak introvert menikmati kegiatan yang memungkinkan pikiran mereka mengembara kemana saja
Sebagian besar anak introvert menyukai kegiatan seperti membaca, menulis, membuat sketsa, lompat tali, roller skating, memancing, melukis, bersepeda, berkebun, berenang, hiking, ayunan, memanjat pohon, dll. Itu membuat pikiran mereka lebih bebas.

Do: Mendukung dan mendorong minat alami dari anak Anda.

Don't: Jangan memaksa anak untuk berpartisipasi dalam kegiatan kelompok untuk tujuan sosial atau keterampilan kerja  sama dalam tim.

Lima cara ini cukup efektif untuk bisa memahami dan mengenal anak introvert. Ingat, tidak ada yang salah dengan anak introvert, hanya kita sebagai orang tua harus lebih memahami apa dan bagaimana anak berinteraksi satu sama lain.