PRIDE HOMESCHOOLING

Jl.Markisa Blok A no. 11 Cinere Depok (021)754-555-8

PRIDE HOMESCHOOLING

Dengan mencari dan Berspekulasi maka kita akan belajar dan mendapatkan hal-hal yang baru

PRIDE HOMESCHOOLING

Jadikan buku adalah sahabat karibmu karena ia akan membimbingmu kearah kebaikan.

PRIDE HOMESCHOOLING

Pengetahuan akan membawa kita kepada kesempatan untuk membuat perbedaan

PRIDE HOMESCHOOLING

Menuliskan impian dan cita2mu secara tertulis terbukti membantu kamu untuk bisa mewujudkannya. So write down your dreams. Now!!!.

contact

foxyform

Rabu, 03 Oktober 2018

5 Trik Menenangkan Anak Hiperaktif Agar Lebih Fokus

                                       
Hiperaktif merupakan salah satu perilaku yang mungkin dimiliki anak dengan gangguan Attention Deficit and Hiperactivity Disorder (ADHD). ADHD adalah gangguan perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik anak yang menyebabkan aktivitas anak-anak menjadi berlebihan dan lebih agresif. Kondisi ini ditandai dengan perasaan yang mudah gelisah, emosi meletup-letup, tidak bisa duduk dengan tenang, cenderung banyak berbicara, dan sulit untuk fokus.

Itu sebabnya, jika Anda memiliki anak yang kelewat hiperaktif – sampai Anda kewalahan, ada baiknya Anda melakukan konsultasi ke dokter. Hal ini dilakukan untuk memastikan kalau hiperaktif yang dialami si kecil bukan indikasi ADHD.
Apabila anak Anda terdiagnosis ADHD, dokter umumnya akan memberikan resep obat-obatan dan terapi perilaku untuk membantu mengontrol kondisi si kecil. Sementara itu, jika anak Anda tidak memiliki ADHD, namun hanya memiliki kepribadian yang lebih aktif  dari anak lainnya, ada banyak cara sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mengontrol perilakunya.

Beragam cara menenangkan anak hiperaktif

Anda sudah bingung menghadapi si kecil yang aktif ke sana ke mari? Berikut ini ada beberapa hal yang bisa membantu Anda menghadapi anak hiperaktif agar lebih tenang dan fokus.

1. Jauhkan dari gangguan

Hal-hal kecil yang mungkin tidak Anda sadari dapat mengalihkan perhatian dan mengganggu konsentrasi anak hiperaktif. Itu sebabnya, penting bagi Anda untuk mengatur suasana nyaman di sekitarnya, terutama saat anak Anda sedang mengerjakan PR atau bahkan belajar untuk persiapan ujian.
Jangan memaksanya untuk duduk tenang, karena hal ini justru akan membuat ia semakin gelisah. Tapi, mengurangi gangguan di sekitarnya akan membantunya lebih fokus. Misalnya, dengan menempatkan si kecil jauh dari area pintu, jendela, dan segala hal yang jadi sumber kebisingan.

2. Atur pola hidup yang terstruktur

Anak hiperaktif membutuhkan perintah yang jelas dan sebuah pola terstruktur untuk diikuti. Pasalnya, anak hiperaktif cenderung lebih cepat cemas saat mereka tidak tahu apa yang harus melakukan selanjutnya.
Oleh karena itu, buatlah rutinitas yang sederhana dan terjadwal di lingkungan rumah Anda. Misalnya menentukan kapan waktunya untuk makan, sikat gigi,belajar, bermain, dan bahkan tidur. Dengan rutinitas yang terencana, otak si kecil akan belajar menerima sesuatu yang lebih terstruktur. Sehingga diharapkan ini akan membuatnya lebih tenang dan fokus untuk melakukan sesuatu.

3. Membuat peraturan yang jelas dan konsisten

Beberapa orang tua memang memiliki caranya sendiri untuk mendidik anak. Ada yang mungkin menetapkan banyak peraturan, ada pula yang lebih santai. Namun sayangnya, anak hiperaktif tidak bisa dididik dengan cara yang santai. Mereka umumnya membutuhkan peraturan yang jelas dan konsisten. Itu sebabnya, penting untuk menerapkan disipilin positif dan sederhana di rumah.
Jangan lupa berlakukan sistem hukuman dan hadiah. Berikan pujian ketika si kecil memahami dan menuruti peraturan serta perintah yang Anda berikan. Tunjukanlah bagaimana perilaku baiknya tersebut mengarah pada hasil yang positif. Namun, ketika anak melanggar aturan tersebut, jangan lupa berikan konsekuensi dengan alasan yang jelas.

4. Sabar

Anak hiperaktif memang sering kali membuat Anda kesal. Ia bisa menunjukkan perasaan dengan sangat jelas dan gamblang, entah itu kegembiraan atau ledakan kemarahan secara tiba-tiba saat suasana hatinya memburuk.
Meski begitu, Anda disarankan untuk tetap tenang dan sabar. Hindari membentak dan memberikan hukumsn fidik pada anak. Ingat, Anda ingin mengajarkan mereka untuk lebih tenang dan tidak agresif, kedua hal tersebut justru akan membuat kemaraan sikecil semakin tidak terkendali.
Anda dapat mendinginkan kepalanya dengan mengajarkan teknik pernapasan sederhana: mengambil napas dalam-dalam lalu menghembuskan secara perlahan selama beberapa kali sampai ia merasa tenang.

5. Memperhatikan makanan yang dikonsumsi

Beberapa orang beranggapan jika konsumsi gula berlebih akan menyebabkan anak menjadi hiperaktif. Padahal, tidak demikian. Pasalnya, sampai saat ini belum ada penelitian yang terbukti secara ilmiah bahwa gula bisa menyebabkan seseorang jadi hiperaktif. Meski begitu, konsumsi gula memang sedikit banyak bisa mempengaruhi perilaku seseorang.

Gula merupakan karbohidrat sederhana yang mudah diserap oleh tubuh namun bisa membuat peningkatan dan penurunan kadar darah dalam tubuh dengan cepat. Pada anak, penurunan kadar gula darah yang tiba-tiba ini dapat mengakibatkan ia menjadi rewel karena tubuh seolah-olah kekurangan energi dan sel-sel tubuh kelaparan. Hal inilah yang justru membuat perilaku dan suasana hati si kecil menjadi tidak stabil.

Itu sebabnya, penting bagi Anda untuk memperhatikan makanan yang dikonsumsinya sehari-sehari. Penuhi asupan nutrisinya dengan gizi yang seimbang dari buah dan sayuran. Selain itu, hindari pula makanan olahan pada anak.

Selasa, 02 Oktober 2018

Mencerdaskan anak sejak dini

Cara mendidik anak agar cerdas berprestasi

                                        

Keberhasilan anak dalam mencapai prestasi tidak terlepas dari peran orang tua. Kualitas pengasuhan dan pola didikan yang diberikan kepada anak sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan pertumbuhan anak. Oleh karena itu minimalkan dan tekan sekecil mungkin kesalahan-kesalahan dalam mendidik anak agar anak bisa berprestasi baik itu di sekolahnya ataupun di lingkungan dimana ia tinggal.

Ada beberapa tips dan cara yang bisa kita lakukan agar prestasi anak bisa meningkat terutama prestasi anak di sekolah. Berikut pola pendidikan yang bisa kita terapkan di rumah dan sangat mudah untuk dipraktekkan

1. Jangan bebani anak dengan menghapal
Hal yang penting adalah berikan pemahaman anak akan soal yang dihadapinya. Berilah cara-cara kreatif dan solutif untuk menyelesaikan pekerjaan rumahnya. Misalnya adalah dengan bertanya di internet, teman ataupun buku. Tujuannya adalah agar anak bisa kreatif dalam menemukan jawaban sehingga akan bisa bermanfaat ketika anak dewasa. Hindari anak untuk sering menghapal jawaban tanpa mengetahui proses pengerjaannya.

2. Belajar dari kesalahan
Berilah pengertian dan penjelasan yang baik jika anak melakukan kesalahan. Berilah semangat anak dan terus dorong agar anak bisa belajar dari kesalahan yang telah ia lakukan. Tidak boleh menghardik dan membentak anak jika anak melakukan kesalahan.

3. Menemani anak menyelesaikan pekerjaan rumah (PR)
Luangkan waktu untuk menemani anak menyelesaikan PR dan bangunlah komunikasi secara baik kepada anak. Hal yang terpenting adalah memperhatikan bagaimana anak melakukan penyelesaian soal yang telah ia kerjakan. Bangun interaksi dengan anak baik itu tentang pelajaran yang sedang dipelajari anak dan bagaimana anak bisa menyelesaikan persoalan yang sedang dikerjakannya.

4. Jalan-jalan ke tempat baru
Selain sabagai sarana sosialisasi dan eksplorasi anak, dengan mengunjungi tempat yang baru akan menambah pengalaman dan pengetahuan anak. Dengan melihat tempat yang baru maka anak akan belajar tentang lingkungan dan budaya yang ada. Sehingga anak akan belajar bagaimana menempatkan diri yang baik ketika berada di tempat baru. Tempat yang tak boleh ditinggalkan untuk dikunjungi yaitu perpustakaan.

5. Memperhatikan anak lebih dekat lagi
Ketika anak sedang bermain maka perhatikan dengan seksama ekspresi yang terpancar dari wajah anak. Perhatikan apakah anak bermain secara lepas atau adakah tekanan dan anak merasa tidak nyaman? Hal yang mesti ada adalah anak harus bisa menjadi dirinya sendiri dan anak bermain dengan riang gembira dan bersemangat.

Ayo bangkit dari trauma Bullying

Perkuat diri pada hal positif untuk hempaskan trauma bullying
                                
Kami jelaskan bahwa saat masih kanak-kanak dan mengalami bullying biasanya meninggalkan trauma pada anak-anak. Trauma itu berupa rasa takut yang mendalam. Namun setiap orang biasanya memiliki efek yang berbeda terhadap dampak bullying.
Ada yang mampu mengatasinya dengan baik namun ada juga yang menyimpannya sehingga berlanjut sampai dewasa, bahkan terkadang dendam dan melakukan bullying kepada orang lain.

Hal-hal yang bisa anda lakukan adalah:
1. Jangan memposisikan bahwa diri anda layak untuk dibully,

2. Biasanya orang yang suka membully adalah orang-orang yang bermasalah sehingga yang bersangkutan merasa hebat dan kuat dengan cara menekan dan mengejek orang lain bahkan terkadang berbuat kekerasan, namun kita perlu memaafkannya karena itu akan menyembuhkan luka anda,

3. Perkuat diri anda dengan hal-hal yang positif dan jangan terpengaruh dengan hinaannya karena orang yang suka membully biasanya memiliki mental yang tidak sehat,

4. Jangan melakukan bully kepada orang lain karena anda tidak akan lepas dari trauma bahkan anda akan ditertawakan dan dilecehkan orang lain,

5. Bertemanlah dengan orang yang memiliki pikiran positif dan sikap yang baik karena masukan positip akan membuat anda memiliki mental yang baik, 6. Mintalah teman dan keluarga anda mendukung supaya anda mampu mengatasi hal buruk ini.