PRIDE HOMESCHOOLING

Jl.Markisa Blok A no. 11 Cinere Depok (021)754-555-8

PRIDE HOMESCHOOLING

Dengan mencari dan Berspekulasi maka kita akan belajar dan mendapatkan hal-hal yang baru

PRIDE HOMESCHOOLING

Jadikan buku adalah sahabat karibmu karena ia akan membimbingmu kearah kebaikan.

PRIDE HOMESCHOOLING

Pengetahuan akan membawa kita kepada kesempatan untuk membuat perbedaan

PRIDE HOMESCHOOLING

Menuliskan impian dan cita2mu secara tertulis terbukti membantu kamu untuk bisa mewujudkannya. So write down your dreams. Now!!!.

contact

foxyform

Kamis, 13 September 2018

Tips mengurangi kecanduan Gadget

Ikuti 5 tips berikut untuk mengurangi kecanduan gadget berlebihan

Hasil gambar untuk Bagi kamu yang benar benar tidak mungkin bisa menghilangkan kebiasaan gadget, maka langkah yang paling tepat adalah dengan mengurangi kebiasaan tersebut. Solusi yang tepat adalah membuat jadwal kapan kamu memegang gadget, belajar, dan bermain di luar rumah alias beraktivitas tanpa gadget. Dengan membuat jadwal, kalian pasti akan lebih mudah dalam mengatur dan me-manage pikiran agar tidak teralih ke gadget, Kita tahu bahwa informasi tak luput dengan yang namanya smartphone, terutama informasi di sosial media. Tentu hal ini juga penting untuk kehidupan kita, bukan? Nah, aturlah hal-hal yang berkaitan tersebut menjadi sebuah jadwal, misalnya saja waktu main gadget adalah jam 4 sore sampai jam 6 sore dan seterusnya. Dengan membuat jadwal, tentu kamu akan lebih teratur dan lebih ter-manage mengenai waktu yang kamu gunakan setiap harinya. Kalau kamu tidak membuat jadwal, pasti ada ada saja godaan dan hal hal yang membuat kita terpaksa ingin memainkan gadget secara terus menerus.

Khusus untuk orang tua, mengawasi anak dalam menggunakan smartphone adalah hal wajib, tapi perlu diingat bahwa seketat apapun pengawasan orang tua kalau yang namanya barang canggih pasti penggunanya akan ketularan canggih juga, misal saja situs-situs terlarang yang sudah di antisipasi pemerintah dengan blokir masal, bahkan sekarang ini ada kampanye anti berita hoax di internet
Oleh karena itu, dengan adanya fakta tersebut, sudah semakin jelas kan kalau penggunaan sosial media dan internet adalah hal yang sangat kompleks dalam kehidupan? Khusus kamu yang ingin segera move on dan mengurangi kebiasaan bermain gadget, kamu harap simak ini.

1. Perbanyak Kegiatan Outdoor

Hasil gambar untuk 1. Perbanyak Kegiatan Outdoor

Istilah anak yang suka bermain gadget sudah pasti secara tidak langsung anak tersebut adalah tipe anak rumahan, dimana anak tersebut jarang berinteraksi dengan lingkungan sosial dan teman teman di luar sana. Kalau kita terlalu sering di rumah dan menghabiskan sebagian besar waktu hanya bermain di rumah, kemungkinan besar hanya ada 2 kegiatan yang kita lakukan, yang pertama adalah belajar dan yang kedua adalah bermain gadget dan komputer, ataupun menonton TV. Nah, seandainya kita lebih memperbanyak porsi bermain di luar atau bersama teman teman, tentu ini akan membuat kita menjadi lupa terhadap kebiasaan bermain gadget. Khusus anak laki laki, sangat bagus apabila mencoba untuk suka olahraga, seperti bermain sepakbola, basket, dan olahraga lain yang tentu dapat membuat kita bisa dengan cepat melupakan kebiasaan bermain gadget tadi. Tapi perlu diingat, jangan terlalu over juga dalam bermain di luar rumah. Waktu bermain di luar dan berada di rumah bersama keluarga, ataupun mengerjakan tugas sekolah atau kuliah ahrus diseimbangkan.

2. Bulatkan Tekad Untuk Mengurangi Kecanduan Gadget

Hal yang paling dasar sebelum memulai segala sesuatu adalah niat. Seberapa besar niat kita untuk berhenti atau setidaknya mengurangi kebiasaan bermain gadget, kalau tekad kita betul betul sudah bulat maka tentu ini akan menjadi lebih mudah dalam usaha mengurangi kebiasaan bermain dengan smartphone. Semakin besar niat kita, semua godaan yang mengarah agar kita bermain gadget tentu dapat kita hindari

3. Alihkan ke Kegiatan Lain Saat Ingin main Gadget

Maksudnya, pasti selalu ada saat dimana kita ingin sekali main game di gadget atau menggunakan gadget? Nah, saat itu juga usahakan kamu sudah punya alternatif kegiatan lain. Contohnya saja kegiatan membantu orang tua ataupun kegiatan yang sifatnya tidak mengarah ke gadget. Tips sederhana yang bisa kamu lakukan adalah saat kamu sudah tidak tahan lagi ingin main gadget, cobalah untuk menonton TV dan secepat mungkin tidak memikirkan gadget dan yang lebh bagus lagi yaitu mencoba bermain di luar rumah dan jangan bawa gadget-mu.

4. Atur Jarak Kamu dengan Si Gadget

Untuk menghindari interaksi, tentu jarak sudah pasti berpengaruh.Akan lebih baik jika kamu mencoba untuk tidak membawa gadget setiap kamu bepergian, misalnya saja kamu yang saat ini ke sekolah sudah membawa gadget, kumpul bersama teman bawa gadget, dan sampai sampai menonton TV pun gadget-mu ada di saku. Hal ini tentu tidak akan bisa dihindari dan kamu pun tidak akan bisa menghilangkan dan mengurangi kecanduan gadget tersebut. Langkah yang dapat kamu coba antara lain benar benar tidak bersentuhan dengan gadget. Cobalah untuk mengistirahatkan gadget dan taruh di tempat yang agak sulit di jangkau, misal saja di laci atau di tempat yang lain yang sekiranya kamu jarang berinteraksi dengan tempat itu
Oh ya, pengguna gadget dan sosial media sudah banyak banget sampai sampai aplikasi emulator android terbaik ringan pun bermunculan, belum tahu apa itu emulator? Silakan search di google.

5. Buat Schedule Pasti Mengenai Kapan Menggunakan Gadget

Bagi kamu yang benar benar tidak mungkin bisa menghilangkan kebiasaan gadget, maka langkah yang paling tepat adalah dengan mengurangi kebiasaan tersebut. Solusi yang tepat adalah membuat jadwal kapan kamu memegang gadget, belajar, dan bermain di luar rumah alias beraktivitas tanpa gadget. Dengan membuat jadwal, kalian pasti akan lebih mudah dalam mengatur dan me-manage pikiran agar tidak teralih ke gadget, Kita tahu bahwa informasi tak luput dengan yang namanya smartphone, terutama informasi di sosial media. Tentu hal ini juga penting untuk kehidupan kita, bukan? Nah, aturlah hal-hal yang berkaitan tersebut menjadi sebuah jadwal, misalnya saja waktu main gadget adalah jam 4 sore sampai jam 6 sore dan seterusnya. Dengan membuat jadwal, tentu kamu akan lebih teratur dan lebih ter-manage mengenai waktu yang kamu gunakan setiap harinya. Kalau kamu tidak membuat jadwal, pasti ada ada saja godaan dan hal hal yang membuat kita terpaksa ingin memainkan gadget secara terus menerus.

Selasa, 11 September 2018

Mendisiplinkan Diri Sejak Dini

5 Cara meningkatkan sikap kedisiplinan Diri



Bagi Anda yang ingin meningkatkan produktivitas, lebih yakin untuk mengambil kesempatan dan menata hidup agar lebih efektif, belum terlambat untuk membangun mental disiplin Anda. Berikut cara untuk meningkatkan kedisiplinan kita.


1.Pemahaman Diri 
Saat kita memutuskan sesuatu, berkomitmen untuk hal tersebut maka terlepas dari bagaimana dan apa yang Anda rasakan saat itu. Sifat utama dari disiplin adalah pemahaman terhadap diri sendiri, secara mendalam Anda perlu untuk memutuskan apa perilaku yang mencerminkan tujuan dan nilai-nilai Anda.Tuliskanlah tujuan-tujuan, mimpi dan ambisi  Anda, buatlah misi pribadi Anda menjadi lebih nyata dengan menuliskannya dengan begitu Anda akan lebih memahami tujuan utama Anda untuk menjalankan setiap aktivitas dengan lebih bermakna disertai dengan kedisiplinan.


2.Penuh Kesadaran.
Kedisiplinan sangat tergantung dengan tingkat kesadaran seseorang terhadap apa yang ia lakukan dan apa yang seharusnya tidak ia lakukan. Jika Anda tidak menyadari bahwa Anda belum disiplin, bagaimana Anda tahu bahwa Anda harus berubah. Saat Anda mengetahui kapan Anda harus melakukan suatu perkerjaan dengan kedisiplinan, maka Anda sudah mendapatkan kesadaran diri terhadap disiplin.Untuk mengembangkan kedisiplinan kita membutuhkan waktu dan kuncinya adalah Anda harus memiliki kesadaran diri bahwa Anda kurang disiplin dan harus meningkatkan kedisiplinan Anda, ini akan memberikan kesempatan kepada Anda untuk membuat keputusan yang lebih sejalan dengan tujuan Anda.

3.Berkomitmen Untuk Disiplin.
Menulis tujuan Anda tidaklah cukup, buatlah komitmen secara personal dalam diri Anda. Saat Anda memutuskan untuk bagun lebih awal pada pukul 5 pagi, maka saat alarm berbunyi, Anda benar-benar bangun karena memang telah menetapkan komitmen personal dalam diri yang kuat atas kegiatan tersebut.Buatlah keputusan untuk melanjutkan kegiatan Anda dengan penuh komitmen, dengan kesungguhan hati Anda akan mampu menjadikan kegiatan disiplin yang Anda bangun menjadi sebuah kebiasaan baru yang positif untuk produktivitas Anda.

4.Berani.
Kedisiplinan biasanya menjadi lemah karena berbagai godaan yang datang baik dari dalam maupun dari luar diri kita, menjadi tantangan tersendiri saat kita dihadapkan oleh suasana hati, selera dan keinginan yang tidak mendukung untuk menjalani kegiatan kita secara disiplin.Selalu berani dalam menghadapi masalah yang menurut Anda cukup sulit untuk dikerjakan, dengan begitu Anda akan lebih siap menghadapi setiap tantangan dan menjadikan Anda pribadi yang tangguh karena rasa percaya diri Anda akan tumbuh dengan lebih alami. Dengan percaya diri yang baik kedisiplinan dan antusiasme akan datang secara alami.

5.Berkomunikasi dengan diri sendiri.
Saat kita dihadapkan oleh keputusan sulit atau masalah yang menuntut pengendalian yang baik, tidak ada salahnya Anda berdiskusi dengan diri Anda dengan memotivasi diri sendiri untuk dapat bertahan ditengah masalah yang ada, atau lebih yakin dengan keputusan yang akan diambil.Begitupula saat Anda merasa kedisiplinan Anda menurun karena satu dan berbagai hal, katakanlah pada diri Anda untuk selalu mengingat komitmen yang telah Anda sepakati. Selalu ingat bahwa “Harga kedisiplinan saat ini tidak lebih buruk dari penyesalan di masa depan”. Latihlah diri Anda untuk terus konsisten meningkatkan kualitas diri Anda.


Minggu, 09 September 2018

Cara Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis

3 cara mengembangkan kemampuan berfikir kritis

Hasil gambar untuk berpikir kritis

Berpikir kritis adalah seni menganalisis gagasan berdasarkan penalaran logis. Berpikir kritis bukanlah berpikir lebih keras, melainkan berpikir lebih baik. Seseorang yang mengasah kemampuan berpikir kritisnya biasanya memiliki tingkat keingintahuan intelektual (intellectual curiosity) yang tinggi. Dengan kata lain, mereka rela menginvestasikan waktu dan tenaganya untuk mempelajari segala fenomena yang ada di sekitarnya. Orang-orang semacam ini kerap dianggap skeptis, namun sebenarnya luar biasa cerdas. Tertarik mengasah kemampuan berpikir kritis Anda? Berikut kami sampaikan perjalanan yang harus Anda tempuh tidak sesederhana itu. Dibutuhkan ketekunan, kedisiplinan, motivasi, serta kemauan untuk menganalisis kelebihan dan kekurangan Anda; dan tidak semua orang bisa melakukannya.

1.Mengasah Kemampuan Bertanya





a.Pertanyakan segala asumsi Anda. 

Disadari atau tidak, manusia kerap membuat asumsi terhadap hampir semua hal yang ditangkap panca indranya. Asumsi terbentuk setelah otak manusia memproses kepingan-kepingan informasi tertentu dan mendasari proses interaksi manusia dengan lingkungan sekitarnya. Bisa dikatakan, asumsi adalah fondasi kerangka berpikir kritis seseorang. Namun bagaimana jika asumsi tersebut salah atau tidak sepenuhnya benar? Jika itu terjadi, tentunya fondasi tersebut harus dibongkar dan dibangun ulang.
  • Apa yang dimaksud dengan mempertanyakan asumsi? Einstein mempertanyakan asumsi mengenai hukum gerak Newton yang dianggap bisa menjelaskan dunia ini secara akurat. Ia lantas merombak asumsi ini dan mengembangkan kerangka berpikir yang benar-benar baru melalui teori relativitasnya.
  • Anda juga bisa mempertanyakan asumsi dengan cara serupa. Mengapa Anda merasa perlu sarapan meski tidak lapar? Mengapa Anda berasumsi akan gagal meski belum mencoba?
  • Adakah asumsi-asumsi lain yang selama ini Anda telan mentah-mentah namun bisa saja runtuh jika dianalisis lebih jauh?
2.Jangan menelan informasi mentah-mentah jika Anda tidak tahu kebenarannya. 


Sama halnya dengan asumsi, manusia cenderung menilai kebenaran informasi berdasarkan sumbernya. Informasi dari sumber yang terpercaya (figur otoritas) akan langsung dianggap sebagai kebenaran, begitu pula sebaliknya. Meski lebih menghemat waktu dan tenaga, kebiasaan ini akan melemahkan kemampuan analisis Anda. Ingat, tidak semua informasi yang Anda terima dari figur otoritas (pemerintah, media massa, bahkan orang tua) benar adanya.
  • Gunakan insting Anda untuk menganalisis kepingan-kepingan informasi yang patut dipertanyakan. Jika Anda merasa penjelasan yang diberikan kurang memuaskan, mintalah pihak terkait memberikan penjelasan yang lebih detail. Jika Anda enggan atau tidak bisa menanyakannya langsung, bacalah berbagai sumber data yang relevan dan analisis sendiri kebenarannya. Jika ini terus-menerus dilakukan, dengan sendirinya Anda akan mampu memilah informasi mana yang perlu dan tidak perlu diteliti lebih jauh. Anda juga akan mampu menentukan kebenaran informasi berdasarkan penilaian yang Anda lakukan.
3.Pertanyakan hal-hal yang ada di sekitar Anda. 

Sebelumnya, Anda sudah belajar mempertanyakan asumsi dan informasi yang disampaikan oleh figur otoritas. Sekarang, Anda akan belajar untuk mempertanyakan... segalanya? Bertanya mungkin adalah tindakan paling esensial dalam proses berpikir kritis. Jika Anda tidak tahu harus menanyakan apa atau tidak menanyakannya meskipun ingin, sampai kapan pun Anda tidak akan mendapatkan jawabannya. Berpikir kritis adalah perihal mencari jawaban dengan cara yang elegan dan cerdas.
  • Bagaimana proses terjadinya ball lightning (fenomena bola bercahaya di langit)?
  • Bagaimana bisa ikan-ikan berjatuhan dari langit Australia?
  • Langkah apa yang harus dilakukan untuk mengatasi kemiskinan global?
  • Bagaimana caranya menghentikan produksi senjata nuklir di berbagai belahan dunia?