PRIDE HOMESCHOOLING

Jl.Markisa Blok A no. 11 Cinere Depok (021)754-555-8

PRIDE HOMESCHOOLING

Dengan mencari dan Berspekulasi maka kita akan belajar dan mendapatkan hal-hal yang baru

PRIDE HOMESCHOOLING

Jadikan buku adalah sahabat karibmu karena ia akan membimbingmu kearah kebaikan.

PRIDE HOMESCHOOLING

Pengetahuan akan membawa kita kepada kesempatan untuk membuat perbedaan

PRIDE HOMESCHOOLING

Menuliskan impian dan cita2mu secara tertulis terbukti membantu kamu untuk bisa mewujudkannya. So write down your dreams. Now!!!.

contact

foxyform

Minggu, 03 Desember 2017

KENALI CIRI-CIRI ANAK HIPERAKTIF

13 CIRI ANAK HIPERAKTIF
Anak hiperaktif adalah anak yang mengalami gangguan perilaku yang penyebabnya berasal dari perkembangan otak yang tidak normal. Juga dikenal dengan sebutan ‘Attention Deficit Hyperactivity Disorder’ atau ADHD. Jika pada anak aktif biasa perilakunya seperti telah dibahas di atas, sedangkan pada anak hiperaktif, ciri-ciri yang biasa tampak pada perilakunya sehari-hari yaitu:

  1. Sulit untuk fokus atau memusatkan pikiran selama lebih dari lima menit, mudah sekali bosan sehingga anak jarang menyelesaikan pekerjaannya. Cepat sekali berganti atau beralih dari satu kegiatan ke kegiatan lainnya.
  2. Sulit untuk dikendalikan dan selalu melawan atau berontak ketika disuruh untuk bersikap sedikit tenang. Ia lebih suka beraktivitas sesuka hatinya saja.
  3. Ketika bermain, anak hiperaktif cenderung akan merusak mainannya sendiri.
  4. Anak tidak mudah lelah dan semua aktivitasnya tampak tidak memiliki tujuan, sulit tidur dan jarang mengantuk.
  5. Sikapnya cenderung agresif, baik kepada teman seusianya maupun ketika sedang bermain sendiri. Contohnya, ia bisa tiba-tiba memukul temannya tanpa sebab, dan beberapa serangan fisik lainnya.
  6. Anak hiperaktif juga tidak sabaran, suasana hatinya labil dan sulit mengontrol diri, misalnya suka merebut mainan anak lain.
  7. Terkadang perkembangan bahasa dan motoriknya juga terlambat. Hal ini disebabkan karena pada umumnya anak hiperaktif memiliki intelegensi yang rendah, walaupun tidak semua anak hiperaktif demikian.
  8. Tidak bisa mengontrol gerakannya. Contoh, jika duduk ia tidak bisa tenang, selalu bergerak dan bergoyang-goyang, selalu melompat pada waktu yang tidak tepat, memanjat atau berguling bukan di tempatnya.
  9. Beberapa anak ada yang banyak bicara dan sulit diam, bersuara keras setiap bicara, selalu menyerobot pembicaraan orang dan tidak bisa menunggu orang lain selesai bicara.
  10. Kurang kreatif karena sulit fokus.
  11. Impulsif, yaitu tidak pernah berpikir panjang ketika melakukan sesuatu, sulit menahan dorongan hatinya untuk langsung bertindak jika memiliki suatu ide, dan tidak mengenal konsep bahaya.
  12. Tidak suka berteman, tidak suka bermain atau lebih cenderung bermain sendiri.
  13. Lebih mudah frustasi. Karena kurang kreativitas dan tidak sabar, jika tidak bisa atau belum selesai mengerjakan sesuatu, anak hiperaktif mudah kesal dan marah.

Rabu, 29 November 2017

Anak Berkebutuhan Khusus

Belajar berkomunikasi dengan Anak Berkebutuhan Khusus 


Bagi orang awam, berinteraksi dengan anak berkebutuhan khusus (ABK) terkadang agak sulit. Bagi yang belum terbiasa, proses komunikasi dengan mereka akan terasa janggal.
Masyarakat umum pun disarankan untuk mengenali cara-cara berkomunikasi dengan ABK. Meskipun membutuhkan perlakuan khusus, ABK tetap harus terus diajak untuk bersosialisasi untuk melatih psikologis dan psikomotoriknya.

Untuk itu, psikolog dari organisasi kesehatan Tiga Generasi, Saskhya Aulia Prima, memberikan kiat-kiat berinteraksi dengan ABK. Saskhya sendiri merupakan psikolog yang juga terapis anak-anak berkebutuhan khusus.

Berikut adalah cara-cara berinteraksi dengan anak berkebutuhan khusus autis.

Menyebut nama mereka ketika ingin berkomunikasi
Jangan kaget ketika seorang anak berkebutuhan khusus memanggil nama kamu secara lengkap. Mereka memang membutuhkan sesuatu yang lengkap, begitu pun dengan nama.
Agar komunikasi dengan mereka berjalan lancar, coba panggil nama mereka saat ingin mulai berkomunikasi. Jangan hanya dengan memanggil “Hey, kamu” atau panggilan lain yang tidak pasti kepada siapa kamu memanggil. Hal tersebut mempermudah mereka untuk menangkap panggilan yang kamu tunjukkan.

Membahas topik spesifik dan jelas
Jika kamu sering membahas banyak hal dengan teman-teman tanpa arus yang jelas, maka hal tersebut sebaiknya jangan dilakukan dengan anak berkebutuhan khusus.
ABK membutuhkan segala sesuatu yang spesifik dan jelas. Coba untuk membahas topik yang spesifik dengan mereka. Misalnya, jika kamu ingin berbincang mengenai musik, fokuslah pada genre musiknya atau mengenai alat musiknya. Jangan menyatukan kedua hal tersebut.

Kontak mata secukupnya
Kontak mata merupakan suatu kewajiban saat berkomunikasi. Tetapi, jangan samakan pelakuan tersebut kepada ABK.
Jangan memberikan kontak mata yang terlalu sering kepada mereka. Hal tersebut bisa membuat mereka tidak nyaman dan terintimidasi. Jika sudah begitu, mereka akan sering menunduk dan tidak ingin berbicara.

Hindari terlalu banyak memberi kebisingan dan sentuhan
Sama dengan kontak mata, mereka juga sensitif dengan kebisingan, sentuhan, dan juga bau. Tidak seperti kebanyakan anak lain yang lebih menikmati suasana luar yang ramai, ABK merupakan anak yang lebih suka suasana tenang.
Coba juga untuk menahan sentuhan kepada mereka. Seperti menyentuh bahu dan tangan ketika berkomunikasi. Mereka akan merasa ketakutan ketika banyak disentuh.

Ajak bersosialisasi
Meskipun mereka dirasa berbeda, tetapi jangan juga menjauhkan mereka dari lingkungan kamu. Mereka perlu banyak sosialisasi untuk melatih daya tumbuh mereka.
Coba ajak mengobrol dengan cara-cara di atas. Selain itu, coba juga untuk melakukan kegiatan yang mereka suka, seperti menggambar, mewarnai, dan bermain Lego.

Sabar menunggu jawaban diberikan
Ketika mereka diberikan pertanyaan, butuh waktu bagi mereka untuk menyerap apa yang ditanya hingga bisa menjawabnya. Untuk itu, kamu yang bertanya harus bersabar menunggu jawaban tersebut.
Saat mereka belum menjawab, jangan memiliki prasangka lain terdahulu atau bahkan langsung mengganti topik pembicaraan. Berikan pertanyaan satu persatu dan tunggu jawaban sebelum memberikan pertanyaan lainnya.

Senin, 27 November 2017

Perbedaan Antara Otak Anak Laki-laki dan Perempuan

Pengaruh adanya perbedaan antara otak laki laki & perempuan 

Michael Gurian dalam bukunya yang berjudul Boys and Girls Learn Differently!: A Guide for Teachers and Parents menjelaskan bahwa ternyata otak laki-laki dan perempuan memang berbeda sehingga memengaruhi pola belajar dan kerja otak mereka sejak masa kanak-kanak.
Berdasarkan penelitiannya dengan melihat hasil dari positron emission tomography (PET) dan magnetic resonance imaging (MRI) yang mengurai struktur otak dengan sangat detail, Gurian menyatakan bahwa otak keduanya memiliki sistem belajar yang berbeda satu sama lain.
“Perbedaan itu berlaku di seluruh dunia kendati ras dan budaya berbeda. Pengaruh kultur pun tak cukup kuat mengalahkan struktur alami otak,” ujar Gurian seperti dikatakan dalam situsnya, gurianinstitute.com.
Gurian mengatakan bahwa fakta itu yang membuat dia semakin yakin telah menemukan komponen yang hilang selama ini. Komponen yang membuat dia dan sebagian guru diliputi pertanyaan tentang perbedaan tersebut.
“Ini menyadarkan kita semua bahwa struktur otak yang berbeda sangat berperan besar pada pola belajar dan kerja otak mereka, meskipun sebetulnya perbedaan itu tidak berlaku secata mutlak pada semua kasus,” tambahnya.